Tampilkan postingan dengan label Birokrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Birokrasi. Tampilkan semua postingan

8.02.2010

LOLOS PEMBERKASAN 2011, TIDAK LANGSUNG CPNS


Ada kabar baik , dan kabar kurang baik bagi tenaga honorer Pemkab yang lolos dalam seleksi adiministrasi sesuai PP 48 tahun 2005 dan PP 43 /2007 namun tidak terjaring dalam pemberkasan tahun kemarin. Juga bagi tenaga sukwan (PTT) baik yang dibiayai APBN.APBDI dan APBD II . Mereka bakal kembali dapat kesempatan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil di Pemkab Jember, namun demikian bagi mereka yang nantinya lolos, diwajibkan untuk mengikuti Ujian seleksi PNS , tidak serta merta menjadi CPNS kayak tahun lalu. Hal ini disampaikan Joko .S, Kepala Bidang Pengadaan, Formasi dan Data Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Jember, kepada wartawan media ini Senin, 2/8. Menurutnya, ada yang beda dalam pemenuhan formasi pegawai Negeri di jajaran Pemkab Jember tahun 2010. Di pendataan kali ini, seluruh Tenaga Honorer yang sudah lolos PP 48 /2005 dan PP 43/2007 tidak serta merta kemudian menuggu giliran menjadi Pegawai negeri Sipil, mereka harus mengikuti seleksi sesuai PP yang akan diterbitkan kemudian, baru setelah lolos pemberkaskan. mereka nantinya akan menjalani test calon PNS , dan jika lolos maka mereka tinggal diproses menjadi CPNS. Berbeda dengan tahun lalu , siapa yang sudah lolos pemberkasan, maka memiliki kesempatan langsung menjadi CPNS.

Selanjutnya Joko juga mengingatkan, agar semua pihak jangan mudah terpancing dengan ulah oknum yang kemungkinan memanfaatkan kesempatan pendataan kali ini. Sebab, sesuai dengan SE No 5/2010, yang mendapat kesempatan adalah mereka Honorer yang sudah disebutkan diatas, dan PTT yang sudah mengabdi per desember 2005 paling tidak 1 tahun. Dia menjelaskan, kalau selama ini dirinya sering menerima komplain dari orang-orang yang kena rayuan sindikat penipuan atau calo PNS. Pihaknya, lanjut Joko, tidak pernah membuka komunikasi dibalik layar dengan siapapun, sehingga kalau masih ada masyarakat yang tertipu rayuan gombal Oknum , itu menjadi tanggung jawab mereka sendiri. “ Hasil yang saya bawa dari Pusat, bahwa ada perbedaan yang mendsar terkait pendataan, pertama mereka yang didata adalah honorer yang telah lolos sesuai PP 48/2005 tapi tidak terjaring dalam pengangkatan tahun lalu, kemudian PTT baik yang dibiaya APBN, APBDI maupun APBD II yang masa pengabdiannya per desember 2005 minimal 1 tahun.” Ujarnya.

Dia juga berharap, jangan coba-coba melakukan rekayasa untuk bisa lolos dalam pendataan kali ini, sebab pihaknya dalam pendataan kali ini telah dibekali sebuah alat super canggih, untuk mendeteksi segala sesuatu yang tidak diinginkan, “ Didata nanti akan mencul penolakan jika ada data yang tidak sesuai “ katanya.(sar)

Baca Selengkapnya...

8.22.2009

GANDENG JURNALIS PRO, BAKESBANGPOL GELAR DIALOG KEBANGSAAN

Menipisnya rasa naionalisme dikalangan pelajar dan Mahasiswa, tampaknya cukup menjadikan Badan Ksatuan Bangsa dan Politik ( Bakesbang Pol ) Pemkab Jember gerah. Menggandeng Jurnalis Pro, sebuah komunitas jurnalis di Jember, mereka menggelar dialog Wawasan Kebangsaan Dan Bahaya Narkoba, di Sultan palace Café beberapa saat lalu. Dalam keiata itu dilangsungkan juga soft opening Persid JemberDalam dialog kebangsaan tersebut, pemateri dari Bakesbang Linmas, Drs Hery Widodo,Msi yang diwakili oleh Kabid Hubungan Antar Lembaga di Bakesbang Linmas Pol Drs Gaguk Budi Santoso menyebutkan, bahwa dalam beberapa tahun terakhir, tampak sekali ada penurunan rasa nasionalisme dikalangan pelajar dan Mahasiswa, baznyak factor yang menjadi penyebabnya, salah satunya adalah minimnya pemahaman pelajar akan ajaran-ajaran Nasionalisme yang tertuang didalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 45, dan pancasila. Ini semua karena minimnya jam pelajaran yang tersedia untuk itu. Selain itu, tidak dimasukkannya pedoman , Pnghayatan dan Pengamalan Pancasila sebagai kurikulum pokok, sehingga tidak ada lagi yang bisa dibangakan atas eksistensi Bangsanya dikalangan pelajar dan Mahasiswa.
Sementara dalam materinya, Drs Heri Widodo menempatkat pluralisme yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan sebuah assets yang takterhingga, dan merupakan sebuah kekuatan yang tak ada bandingnya. Tak berlebihan kiranya jika para pendiri negeri ini dalam upaya menjaga Jejayaan Bangsa berupaya menjadikan keberagaman itu sebagai sebuah satu kesatuan yang padu dalam Bingkai Negara KesatuanRepublik Indonesia. Tampaknya tidak itu saja, dia juga menempatkan semangat juang para pejuang Bangsa ini telah menjelma menjadi sebuah ebenrgi besar, yang mampu menggugah partisipasi , motivasoi dan sumber inspirasi bagi generasi muda dalam meneruskan perjuangan jaman dulu, dengan mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang semakin mampu menjunjung tinggi nama harum Bangsa.
Perlu Campur Tangan Pemerintah Kabupaten
Dalam dialog tersebut, muncul masukan yang cukup dapat dijadikan masukan bagi pemerintah. Saat ini, banyak plajar, Mahasiswa, Karyawan pemerintah yang sudah tidak lagi hapal dengan lagu-lagu kebangsaan dan lagu Nasional. Mereka bisa jadi lebih hapal dengan lagu-lagun “ Tak Gendongnya “ Mbah Surip, atau Lupa-lupa Ingatnya , Band kuburan dari pada Lagu Indonesia Raya, atau lagu Rayuan Pulau Kelapa. Ini semua karena sejak mereka duduk dibangku PAUD, TK, SD sampai Kuliah jarang diajarkan lagu-lagu tersebut. Untuk itu, diharapkan Bakesbang Linmas mampu memberikan masukan kepada Pemerintah (bupati ) untuk memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk meneruskan kepada seluruh sekolah-sekolah agar setiap pagi, disekolahnya diputar lagu-lagu Nasional dan Kebangsaan. Selain agar mereka mengenal dan menghapal, juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mennamkan jiwa patriotisme dikalangan generasi penerus (*)






Baca Selengkapnya...

DJOEWITO MASUK LAGI , BURSA SEKKAB MULAI MEMANAS

Senin, 11/8 lalu, Jember kembali ramai dengan pemberitaan, bukan oleh hangatnya pemberitaan Bulan Berkunjung ke Jember , juga bukan munculnya pemberitaan miring seputar BBJ, namun jsutru diramaikan dengan informasi masuknya kembali Sekretaris Kabupaten Jember Drs.H. Djoewito, MM ke rutan kelas II A , setelah turunnya putusan Mahkamah Agung yang memberikan hukuman 2 tahun penjara dan denda kepadanya. Informasi yang berkembang, Kejaksaan bakal menjemput pria ganteng itu sekitar jam 9.00 Wib dihari itu, namun, entah apa yang menjadi pertimbangan , ternyata Pak Djoewito, justru berangkat sendiri menuju Lapas, dengan diantar oleh Istri dan anaknya.Kabar masuknya kembali Djoewito yang diluar waktu yang ditentukan sempat membuat beberapa wartawan yang ngepso di Pemkab Jember kelabakan, padahal sejak pukul 8.00 Wib beberapa wartawan sudah terlihat nongkrong di :Lobi bawah, ada juga yang rencananya akan ngepos di rmuah pak Sekkab, namun semua ternyata harus gigit jari, setelah salah seorang pengurus LSM memberikan informasi, kalau pak Djoewito sudah masuk Lapas, dengan diantar sendiri oleh istri dan anaknya. Informasi itu, sekaligus membuat beberapa wartawan langsung ngibrit , melanjutkan buruannya.
Pantauan Sorot di kantor Pemkab Jember , sejak pukuyl 7.30 Wib, kantor Pemkab Jember cukup ramai, beberapa kendaraan Kepala SKPD sudah parker dihalaman belakang, kondisi itu sama persis seperti beberapa hariu sebelumnya, dimana hamper tiap hari Kepala SKPD menggelar rapat, entah apa yang dirapatkan. Di beberapa ruangan juga tidak ada perubahan yang berarti, ramai seperti biasa, terlebih, ketika wartawan Koran ini mencoba untik ikut nimbrung di warung “ Penantian “ milik Bukadi, salah seorang karyawan Pemkab Jember. Disana, banyak orang yang membiocarakan nasib pak Djoewito. Dari pembicaraan itu, rata-rata mreka berempati pada Pak Sekkab, bahkan ada beberapa karyawan yang sempat terlihat edih ketika mendengar pak Djoewito masuk lagi di Lembaga pemasyarakatan. Seperti yang diungkapan salah seorang karyawan Bagian Kepegawaian, menuurut pria yang enggan namanya dikorankan, dirinya sangat terharu jika Pak Djoewito harus kembali masuk menempati sel pengab di lapas, dirinya tidak tega, karena pak Sekkab orangnya baik, dan tidak pernah neko-neko “ Saya sedih mas, bagai mana beliau harus kembali berada di tempat yang sempait dan pengab, padahal beliau orangnya baik dan tidak neko-neko “ ujarnya. .Namun tidak sedikit juga yang bersuara keras, menurutnya, itu sudah resiko jadi pejabat, kalau gak mau nanggung resiko, ya jangan jai pejabat, “makanya jadi pejabat jangan suka korupsi “
Bursa Sekkab Menghangat.
Tampaknya masuknya kembali Pak Djoewito ke Lapas, membuat beberapa pejabat terkotak-kotak, Ada sebagian kelompok yang menginginkan agar posisi Sekkab harus segera diisi agar roda pemerintahan berjalan normal, namun ada juga kelompok yang menunggu perkembangan, “Jangan membicarakan hal--hal yang sensitive dan membuat orang tersinggung”, begitu kata seorang pejabat yang terlkihat loyal pada Pak Sekkab.
Ada juga kelompok lain yang jsutru tidak berpikir mengenai bagai mana nasib Pak Sekkab atau yang lainnya, kelompok ini justru membicarakan berbagai kemungkinan, siapa kiranya yang bakal dipilih Pak Bupati untuk menjadi Sekkab Jember. Sebab, salah satu syarat untuk menjadi sekkab adalah, bias beklerja sama dengan Bupati. Dari sini kemudian muncul beberapa nama yang dianggap layak menjadi pengganti Pak Djoewito. Ada nama Sugiharto, SH. Kepala BKD, ada nama Ahmad Sudiono, Kepala dinas pendidikan, ada Ir.Hariyanto, Kepala Dinas Pedagangan, Ir. Suhardiyanto, Kepala Bapemas Jember, ada Mirfano, Kepala Dinas Koperasi.
Jika diitilik dari senioritas, maka hanya akan mengerucut pada dua nama, yakni Irt. Hariyanto, Kepala Dinas Perdagangan, dan Ir. Suhardiyanto, Kepala bapemas. Kedua pejabat tersebut, selain memiliki pengalaman cukup, mereka juga sudah pernah menjabat dua kali pada eselon II, bahkan kalau tidak keliru, untuk Ir. Hariyanto, pernah menjabat sebagai Kepala PU, Kepala Bapekab, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perdagangan, sementara untuk Ir. Hardiyanto, pernah menjabat sebagai Kepala PU Pengairan, Kepala PU Bina Marga, dan Kepala Bapemas. Untuk kompeteter lain seperti Drs Achmad Sudiono, dia baru saja masuk jajaran elit Pemkab Jember, setelah Djalal menjadi Bupati Jember, dan untuk Sugiharto, baru saja menduduki jabatan di eselon II.
Sumber dikalangan Badan kepegawaian Daerah (BKD) menyebutkan, bahwa untuk posisi Sekkab ada aturan yang mengikat, selain itu kita masih belum tahu bagai mana hasil pengajuan PK yang dilakukan pak Sekab, kalau pengajuan itu dikabulkan, maka Pak Sekab bakal kembali lagi, dan kalaupun tidak, masih banyak fase dan syarat yang dibutuhkan untuk posisi seorang Sekab(*)




Baca Selengkapnya...

6.07.2009

DINILAI BERHASIL JATAH “PKH “JEMBER DITAMBAH

Perhatian dan nilai plus layak diberikan pada pemerintah kabupaten Jember dalam hal ini Dinas Sosial, hal itu dikarenakan, Dinas yang selalma ini dipercaya mengurui persoalan social di Jember mendapat nilai plus dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH). Penilaian tersebut diberikan langsung oleh Tim ahli PKH pusat R.Soemardiko,SIP,MSi. Menurutnya, keberhasilan Jember mempeoleh apresiasi ari pmerintah pusat, terbukti Jember memperoleh tambahan jatah dari yang semula hanya 11 Kecamatan kini ditambah lagi 4 Kecamatan menjadi 15 Kecamatan
Dia juga mengatakan, apa yang dilakukan Jember itu tidak terlepas dari peran semua pihak mulai dari Pemerintah, Dinas Sosial, Pendamping bahkan penerima itu sendiri. Sebab , lanjut Kokok , pemerintah tidak bakalan menambah jatah sebuag daerah jika pelaksanaan didaerah tersebut tidak baik, jadi dengan adanya penambahan jatah, bisa jadi Jember masuk penilaian berhasil.
Hal sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Drs.H. Hannan, Jember mendapat penambahan jatah karena dianggap berhasil dalam menjalankan program PKH. Sehingga pusat memberi reward, mudah-mudahan kedepan, ada tambahan lagi sehingga bisa menambah jatah yang sudah ada “ bener lho mas, kita dapat tambahan jatah lagi 4 Kecamatan, mudah-mudahan tahun ini kita berhasil melaksanakan dengan lebih baik “ ujarnya.
Untuk diketahui, jumlah RTSM penerima PKH se Indonesia 260.000 RTSM dan 458.257 nya ada di Jawa timur. Selain itu pelaksanaan PKH itu berdampak sangat bagus yakni mengurangi pengeluaran RTSM, dalam jangka panjang PKH bakal memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan status pendidikan dasar (*)



Baca Selengkapnya...

5.07.2009

HUT LINMAS KE 47

Entah karena memang tidak memiliki anggaran, karena dana APBD dimasing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah belum turun, atau memang karena kondisi perekonomian yang sangat prihatin, hingga berimbas pada peringatan HUT LINMAS Ke 47 , pun digelar begitu sederhana. Acara yang dilaksanakan kamis,30/4 lalu di aula Kantor Bakesbang Linmas, hanya diisi dengan acara tasyakuran, pengajian dan nyanyi bersama seluruh anggota LinmasHadir dalam acara itu dari Kodim 0824 diwakili oleh Pasi Ter Kapten Sudjono, dari Pollres Jember Kabag Bina Mitra Kompol Mujahid, dari Satpol PP Pemkab Jembr Roby. Selain itu, seluruh anggota Linmas ikut diundang. Dalam kesempatan itu, Kepala Bakesbang Linmas Jember drs.H. Sudjak Hidayat mengatakan, bahwa kegiatan itu merupakan ungkapan rasa syukur Linmas , bahwa hari itu telah berusia 47 tahun. Usia yang cukup matang bagi manusia. Dan bagi Organisasi merupakan usia yang sangat strategis. Dia juga mengucapkan rasa terimakasihnya yang tak terhingga, kepada seluruh anggota Linmas yang telah begitu maksi mal dalam menjalankan tugasnya mengawal Pileg yang baru lalu. Dengan peran Linmas yang demikian, maka Pileg dapat berjalan dengan sukses alam situasi yang kondusif. Dan Dia juga berharap, agar peran Linmas kedepan dalam mengawal pesta demokrasi mendatang benar-benar maksimal. Sehingga Pilpres dapat berjalan sesuai dengan target yang diinginkan.
Selanjutnya Sudjak juga meminta, agar seluruh angota Linmas dapat berfungsi sebagai pelindung dan menyelamatkan masyarakat, selain mengawl suksesnya pemilu presiden dalam bulan juli mendatang. “Kedepan, Linmas mendapat tugas yang sangat berat, selain mengawal Pilpres, Linmas harus mampu menjaga dan melindungi masyarakat dari bencana, mampu menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat” ujarnya.
Sudjak juga berharap agar Linmas kedepan lebih meningkatkan kemampuan , pengetahuan, kesiagaan, dan antisipasinya dalam menghadapai segala potensi dan indikasi timbulnya gangguan kamtibmas di masyarakat. Bahkan , dalam menghadapai Pilpres mendatang, yang kemungkinan terjadi kenaikan suhu politik, serta potensi ganguan ketertiban masyarakat , Untuk itu semua anggota Linmas tidak mudah termakan oleh provokasi yang mampu mengacaukan situasi kamtibmas (Sar)



Baca Selengkapnya...

5.06.2009

BEDAH RUMAH TNI,BUPATI LETAKKAN BATU PERTAMA

Walau sempat jadi polemik , mengenai boleh tidaknya TNI diberi pekerjaan sebagai pelaksana Bedah rumah, bahkan kasusnya masih jadi perhatian sebagian besar Lembaga Swadaya masyarakat, tapi kini justru TNI memperoleh keperayaan dari Gubernur Jawa Timur, yang diwujudkan dengan penanda tanganan MOU antara Gubenur jawa Timur Dr.H. Soekarwo,.dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI SuwarnoDi Jember bedah rumah TNI sejumlah 1000 unit , pembukaannya dilakukan oleh Bupati Jember Ir.MZA Djalal, di lapangan Bintoro, kamis,8/5. Dalam sambutannya, Bupati Djalal menyampaikan rasa syukurnya atas berkah yang diterima oleh rakyat Jember. Dan saat ini, rakyat yang memiliki rumah tidak layak huni, bakal dilakukan pembedahan, dan itu semua dilakukan oleh TNI. Kepada masyarakat sekitar, Bupati berharap agar meeka juga ikut cawe-cawe bukan justru jadi penonton. Pak Tentara itu jauh-jauh berusaha untuk membantu msayarakat Jember, untuk itu bantu juga Pak tentara “ ujarnya.
Selain itu, Bupati juga sempat melakukan pemasangan batu pertama dalam pembenahan rumah janda tua yang bernama Mbok Tania, 67. Disana Bupati sempat berdialog dengan si janda tua tersebut kemudian memasang batu mereah sebanyak 3 buah, kemudian diikuti oleh Dandim Jember letkol Arm Totok Suhartono.(*)



Baca Selengkapnya...

4.06.2009

BUPATI KUNJUNGI HOME INDUSTRI ROKOK





Bupati Jember Ir.MZA Djalal berkesempatan untuk meninjau secara langsung Perusahaan Home Indsutri Rokok, yang terletak di Dusun Sukoreno, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Jember.


Bupati yang didampingi beberapa Pejabat teras Pemkab jember,diantaranya Ir. Hariyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan, Ir.Dwijo, Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan, Drs.M.Thamrin, Kepala Dinas Tenaga kerja, Kepala Lembaga Tembakau Jember, dan beberapa Kepala Dinas terkait. Kunjungan tersebut, dimaksudkan untuk melihat secara dekat bagai mana proses pengerjaan rokok yang dibuat oleh mayarakat.

Dalam kesempatan itu pula Bupati sempat meninjau langsung di rumah Pak Djunaidi, lokasi dimana banyak ibu-ibu mengerjakan pembuatan rokok. Bahkan Bupati sempat berdialog langsung dengan karyawan dan beberapa petani tembakau yang ada di kecamatan Kalisat. Tidak itu saja, beberapa karyawan yang tergabung dalam kemitraan "Alam Mitra Mandiri , pimpinan Junaidi. Dari sana diketahui kalau meeka ternyata mampu membuat rokok dalam sehari sebanyak 600 batang, hingga mereka mampu menerima pendapatan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Dihadapan wartawan junaiidi, juga menjelaskan bagai mana susahnya, kemitraan ini awalnya berjalan, namun setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya disepakati model kemitraan sepeti ini. Hal itu menurut Junaidi, karena masing-masing anggota berkeinginan untuk menampilkan nama produknya masing-masing, hingga menyulitkan baginya untuk menjadikan rokok itu berkembang dengan bagus. Selain itu, Junaidi juga menjelaskan bagai mmana susahnya meeka mempertahankan citra rasa rokok tersbut mampu bertahan sampai satu bulan.

Ditempat yang sama, Pak Nurdin, salah seorang anggota kemitraan mengatakan, kalau dirinya cukup senang dengan kemitraan ini, namun dirinya baru tahu kalau dengan model seperti ini banyak kelemahannya, selain posisi anggota sedikit lemah, juga banyaknya merek rokok menjadi salah satu penyebab sulitnya perusahaan itu bekembang, tentunya selain permodalan dan peralatan yang representatif " Begini mas, kami sebenarnya sangat seneng dengan model kemitraan seperti ini, kami memiliki poosisi yang seimbang, namun kami tidak mengetahui kalau sebenarnya model ini banyak kelemahan, diantaranya lemahnya psosisi tenaga kerja, dan sulitnya perusahaanh ini berkembang karena banyaknya nama rokok yang muncul, coba kalau hanya satu nama, mungkin akan lebih enak " ujarnya.

Baca Selengkapnya...

3.30.2009

DIALOG SOLUTIF ,SEMAKIN RAME




Agenda rutin Bupati Jember Ir.Mza Djalal yang dikemas dalam dialog solutif tampak semakin rame saja. Kalau awalnya acara itu tanpa dibarengi dengan promosi berbagai produk, kali ini acara tersebut mulai dimanfaatkan oleh beberapa produsen untuk memasarkan produknya pada msayarakat.



Kali ini, di Kecamatan Umbulsari, dialog solutif diadakan dilapangan desa Gunungsari. Desa yang dikenal dengan produk jeruknya mulai dipadati undangan sejak pagi hari, sementara Bupati dan rombongan Muspida diperkirakan masuk sekitar pukul 10.00 WIB.

Camat Semboro, Poerwoadi, kepada wartawan menyebutkan , potensi didaerahnya memang dikenal dengan produk jeruknya, selain itu buah salah juga mulai diminati banyak orang. Tidak itu saja, selain dua produk uggulan tadi, Semboro juga dipenui dengan produk-produk unggulan lainnya, seperti kerupuk, dan lainnya. Hal sama juga disampaikan oleh Sudrajat, 25. salah seorang warga desa setempat, dirinya senang dengan agenda rutin yang diadakan Pemerintah kabupaten, selain untuk menambah rangsangan bagi warga untuk terus meningkatkan produktifitasnya, dia juga berharap, agar dialog itu nantinya mampu menjadi problem solving bagi masyarakat. Dia juga berharap, agar apa yang telah dilakukan oleh beberapa wilayah itu kedepan lebih ditingkatkan kualitasnya.

Sementara, Pujo,SH. Camat Wluhan, kepada wartawan mengatakan, ihaknya kebagian giliran minggu ketiga, kini dia dan seluruh elemen masyarakat telah mempersiapkan acara tersebut sebaik-baiknya, selain akan menambah hal-hal yang belum ditampilkan, pihaknya bakal maju dengan tampilan yang sangat berbeda. (sr)

Baca Selengkapnya...

3.24.2009

PKL , KEMBALI PADATI JALAN PANJAITAN

Gebrakan Sat Pol PP Jember , dengan upaya penertiban pedagang kaki lima, dibeberapa jalan utama tampaknya kembali dianggap enteng pedagang. Itu terlihat , dari semakin banyaknya pedagang kaki lima yang kembali berjualan diluar jam yang telah ditentukan. Padahal, sesuai dengan kesepakatan, pedagang kaki lima diperbolehkan jualan setelah jam 12.00.

Saskia, 21. Pedagang Kaki lima di panjaitan, kepada wartawan mengatakan, kenekadan dirinyas untuk membuka kembalio daganganya diluar jam yang telah dirtentukan, dikarenakan banyaknya tuntutan ekonomi. kalau dirinya berjualan setrelah jam 12, maka waktu jualannya sangat sempit, sementara biaya hidup yang dibutuhkan setiap harinya sangat banyak, Untuk itulah, dirinya terpaksa membuka dagangannya, sambil melihat apa ada petugas atau tidak. JUika ada, terpakasa harus kuci8ng-kucingan dengan petugas.

Sementara,Bp. Teguh, 34. Warga sekitar jalan panjaitan mengatakan, dirinya sangat senang dengan apa yang sudah dilakukan oleh Sat Pol PP. Sel;aion bisa membuat jalan lengang dan lebar, suasana menjadi semakin bersih, namjun dengan dibukanya kembali PKL dijam-jam sibuk, akan memnbuat pengguna jalan kerepotan.

Kepala sat Pol PP Pemkab jember, Drs. Sunyoto menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan PKL itu sanmja saja dengan menantang petugas untuk berlaku lebih keras, makanya jika mereka tetap mokong, pihaknya akan melakukan penggusuran, karena itu sudah dilakukan dengan sengaja. Namun, jika mereka mau diatur, pihaknya akan memberi kesempatan mereka untuk tetap berusaha di Jalan panjaitan. " Nah itu namanya menantang mas, kalau mereka jualan, saya yang beli, artinya kalau mereka sengaja memancing kita untuk represifr, ya kita akan ambnil langkah " ujarnya (*)

Baca Selengkapnya...

3.19.2009

Bakal Jadi Sekolah Inti

Entah bagai mana senengnya semua komponen yang terkait di SD Negeri Sumberjati 01. Sejak ditetapkan bakal menjadi sekolah Inti untuk gugus II di kecamatan Silo, semua pihak merasa semakin terpacu, bahkan dalam pertemuan dengan komite beberapa saat lalu, banyak hal yang dihasilkan, seperti rencana pengadaan 10 unit computer, juga mengadakan kerja sama dengan Pondok pesantren Darul Istiqomah Pakuniran Bondowoso, untuk pembelajaran bahasa Ingris dan bahasa Arab. Pihak Ponmdok mengirimkan dua santrinya yang menguasai materi itu , dan ditugaskan mengabdi pada sekolah .

Selain itu, pihaknya juga lebih menekankan pada perbaikan, kualitas pengajaran, dengan lebih memperbanyak pengayaan materi, dan latihan-latihan. Menurutnya, hal itu dilakukan agar tahun ini bisa tetap mempertahankan posisi sebagai pemegang rangking ke II dalam UAN se Kecamatan, bahkan kalau bias menembus sampai tingkat kabupaten. " Sekarang sudah mulai dilakukan perbaikan-perbaikan mas, utanmanya dalam kualitas belajar mengajar, kita harus bias mempertahankan posisi tahun lalau sebagai nomor dua terbaik UAN se Kecamatan Silo, bahkan kalau perlu sampai ke tingkat kabupaten.(Jum)



Baca Selengkapnya...

Ir. Merwin, Bertekad Tingkatkan Kualitas Sarpras

Profil edisi ini , merupakan sosok perempuan yang punya style dan brain cerdas. Walau masih tergolong muda, prestasi ibu dua anak itu cukup moncer. Buktinya, Bupati memberikan kepercayaan padanya untuk memimpin sebuah institusi dengan seabrek pekerjaan.

Awalnya, banyak pihak yang meragukan kemampuan perempuan cantik ini. Dengan dalih jam terbangnya masih minim, ditambah lagi belum pernah menjabat orang nomor satu di eselon III, naiknya Merwin sebagai Kepala Dinas PU Cipta Karya , sempat diragukan. Namun, tidak demikian dengan koleganya sesama pejabat di jajaran Pemkab. Perempuan yang pernah duduk di Bapekab itu dianggap memiliki kompetensi untuk memimpin unit kerja tersebut, selain itu dia juga punya basic yang pas dengan unit kerja yang dipimpinnya.

Kepada Sorot yang menemui di ruang kerjanya yang tertata rapi, Merwin terlihat begitu wibawa, smart dan penuh ide. " Selamat ya Bu, mudah-mudahan tidak mengganggu aktivitas " " Selamat pagi, wah terima kasih lho, saya dikunjungi, namun saya belum bisa berkomentar banyak lho, kan kita harus benah-benah dulu, maklum kantor baru lho.." katanya lembut.Berbicara pekerjaan, perempuan satu ini tampaknya tak ingin berandai-andai dan muluk-muluk. Dia hanya ingin menjalankan amanah ini dengan semaksimal mungkin, sesuai dengan tupoksi yang dimilikinya. Dia mengatakan, kalau Ciptakarya itu memiliki 4 bidang, pertama Tata Bangunan dan Perijinan, Tata Kota dan Pedesaan, Kebersihan dan PJU dan yang terakhir bidang Pemukiman dan Perumahan.

Untuk tata bangunan, langkah awal yang dilakoninya adalah mulai melakukan penertiban dan mempercepat proses perijinan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Menurut Merwin, prosedur pengurusan IMB melalui tahapan dari desa/kelurahan, kecamatan dan setelah dilengkapi persyaratannya akan segera di survey. Apabila tidak menemui kendala di lapangan, maka IMB bisa segera diterbitkan, tentang biaya yang ditetapkan maka di bayar sesuai Perda. "Kami akan segera mensosialisasikan cara memperoleh IMB dengan mudah kepada masyarakat, terutama di tingkat desa di seluruh kecamatan" ujar Merwin.

Dijelaskannya, perencanaan dengan titik berat penataan ruang dilakukan melalui penertiban ijin-ijin bangunan dengan kesesuaian fungsi kawasan, wilayah maupun kegiatan-kegiatan bangunan dalam kawasan yang bermuara untuk keserasian dan keseimbangan terhadap lingkungan akibat pembangunan yang terkendali. Selain itu, kata Merwin, pihaknya juga berupaya mendorong peran-serta swasta dalam pemeliharaan dan pengelolaan taman dan keindahan kota.

Untuk peningkatan peran-serta masyarakat dan pelayanan air bersih, utamanya pedesaan yang masih mencapai 24 persen . Dia memproyeksikan 5 tahun ke depan, bisa mencapai 40 persen. "Dan untuk kota, ketersediaannya untuk 5 tahun ke depan diharapkan bisa mencapai 80 persen", tegasnya.Pada tahun 2009 ini, yang paling menjadi perhatian Merwin adalah masalah sampah (kebersihan) dan sebagai pilot project ada 3 kecamatan kota (Kec. Sumbersari, Kaliwates dan Patrang, red). "Pengelolaan sampah akan kami lakukan pada sumbernya dengan harapan Jember menjadi bersih dari sampah", katanya.

Lebih lanjut mantan Kabid Lingkungan Hidup pada DKLH itu menjelaskan, DPU Cipta Karya saat ini terus berupaya penuh untuk meningkatkan kualitas pembangunan, penataan ruang dan pengendalian standard bangunan yang berwawasan lingkungan. Merwin berharap, masyarakat juga memiliki kepekaan dan kepedulian untuk turut menjaga sarana dan prasarana kebersihan, baik itu tempat sampah, pohon peneduh dan sebagainya. "Kami berharap peran serta dan partisipasi aktif masyarakat karena yang kita laksanakan juga untuk kesejahteraan masyarakat,", pungkasnya.

Sementara itu, senada dengan Merwin, Sekretaris DPU Cipta Karya, Moh Hasyim mengatakan terkait sebagai lembaga baru, pihaknya saat ini sedang menggiatkan konsolidasi, menginventarisir SDM serta sarana dan prasarana. "Dalam konsolidasi itu, kami memberikan pemahaman pada seluruh staf tentang lembaga yang baru, utamanya menyangkut tupoksi" tegasnya.


Baca Selengkapnya...

Perlu Sosialisasi.

Larangan untuk tidak melakukan perkawinan pada anak –anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Semua pihak memiliki tanggung jawab. Terlebih, pihak-pihak yang memiliki otoritas khusus , hendaknya bersikap tegas. Jangan lagi menggadaikan nasib generasi muda ini hanya karena "Pakewuh", hanya karena materi yang tidak seberapa. Demikian halnya, peran guru-guru di wilayah, baik guru sekolah, guru ngaji maupun ulama, sangat berperan dalam mengeleminir terjadinya perkawinan dini. Departemen agama, bisa saja menggandeng beberapa LSM yang bergerak dalam perlindungan perempuan untuk melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman dampak terjadinya perkawinan dini tersebut. Pergunakan media-media yang ada baik cetak maupun elektronik agar sosialisasi dapat diterima dan dipahami masyarakat.

Seperti kita ketahui bersama, dalam urusan menciptakan generasi muda berkualitas, perempuan memiliki posisi menentukan. Di usia 18 tahun perkembangan fisik , pshichys , dan reproduksi perempuan mencapai kematangan. Dengan demikian jika perkawinan terjadi pada usia tersebut , secara alamiah perempuan sudah cukup matang untuk melakukan proses-proses alamiah tersebut, ditambah lagi dengan kematangan pasangannya , maka dapat dipastikan bakal melahirkan generasi-generasi yang berkualitas.

Kalau melihat uraian tersebut diatas , pemerintah hendaknya perlu melakukan langkah-lanngkah antisipatif agar kasus Ulfa dan Syeh Puji tidak terjadi. Pertama, pemerintah melalui Departemen agama melakukan sosialisasi aturan yang dibakukan tersebut untuk difahami dan dipatuhi oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa. Kedua, pemerintah melalui aparaturnya ditingkat bawah ( modin ), untuk menolak usulan perkawinan jika diindikasikan terjadi manipulasi umur. Untuk itulah, persyaratan bagi berlangsungnya pernikahan harus melampirkan Akta kelahiran, atau surat kelahiran yang dilegitimiasi oleh pejabat yang berwenang. Jika toh ternyata ada upaya memanipulasi, maka perlu memberikan sangsi tegas kepada semua pihak yang terkait. Ketiga, pemerintah hendaknya memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang berupaya untuk memaksakan perkawinan pada anak usia dini dengan memberikan sangsi, baik administrative bagi yang ada dibirokrasi, maupun sangsi hukuman penjara bagi mereka diluar birokrasi. Hal itu dimaksudkan agar, upaya pemerintah untuk memberikan jaminan hukum kepada perempuan-perempuan usia dini benar-benar terwujud.Langkah antisipatif diatas dapat memberikan jalan keluar bagi terciptanya generasi muda yang lebih berkualitas, baik secara fisik dan psichys. Dan yang terpenting, diterapkannya aturan tersebut, memberikan keuntungan bagi perempuan , bukan lagi jadi pihak yang selalu dirugikan,sebaliknya dengan diterapkannya aturan tersebut, menjadikan posisi perempuan semakin diuntungkan. Dengan demikian, upaya perbaikan kualitas generasi dapat diwujudkan. Dan tak salah jika ternyata perempuan merupakan factor penentu bagi terjaminnhya kualitas sumber daya manusia. (*)



Baca Selengkapnya...

Baru 3 tahun, Asets Bank Gakin Capai 14 Milyar




Gila..., baru mencapai tiga tahun aset Bang Gakin kini mencapai 14,4 milyar. Padahal, diawal pembentukannya baru sekitar 1,4 milyar. Kemajuan omzet bank untuk masyarakat miskin ini sempat mencengangkan beberapa kalangan, termasuk berbagai pendapat sempat dialamatkan pada managemen Bnank gakin. Meeka dituding mengada-ada, dan tidak rasional. Namun, setelah dilakukan penelusuran, ternyata kenaikan tersebut benar adanya.Seperti yang telah diberitakan oleh berbagai media, baik cetak maupun elektronik beberapa sat lalu, perkembangan Lembaga Keuangan Mikro Masyarakat (LKMM) atau Bank Keluarga Miskin (Bank Gakin) meningkat pesat 3 tahun terakhir ini. Setidaknya, lembaga keuangan yang memilih nasabahnya kepada masyarakat ekonomi sangat lemah (miskin) itu mampu memutar keuangannya dari Rp 1,4 Milyar menjadi Rp 14,4 Milyar dalam waktu yang relatif singkat bagi ukuran lembaga keuangan.


Kepala Seksi (Kasi) Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kabupaten Jember, Agus Edhi Susanto mengatakan prinsip yang dijalankan pada sistem Bank Gakin ini adalah penguatan kelembangaan, tanggung renteng, kedisiplinan dan pembangunan solidaritas antar sesama nasabahnya. "Bank Gakin bisa berjalan, karena kami menerapkan sistem tanggung renteng dan solidaritas antar sesama nasabah, "katanya.Selain itu, Bank Gakin yang membidik usaha miko masyarakat itu dioperasionalkan pada kelompok masyarakat (pokmas) yang terdiri atas 6 orang. Asas yang dibangun adalah solidaritas, sehingga pokmas dibentuk dilingkup dusun dan desa saja. "Anggotanya terdiri atas pokmas yang dibentuk di dusun-dusun masing-masing desa, "ungkapnya.Agus mengatakan, yang dimaksud dengan tanggung renteng adalah bahwa setiap anggota bertanggung jawab untuk menanggung resiko. Jika salah satu dari anggota pokmas tak mampu melunasi tunggakan uang yang dipinjamnya dalam seminggu, maka 5 orang lainnya harus berusaha melunasinya (tanggung renteng). "Jadi satu orang saling memikul beban anggota kelompok lainnya. Angsuran selama seminggu bisa dicicil selama 10 kali. Hal inilah yang membuat Bank Gakin Jember bertahan, karena semua anggotanya berkomitmen terhadap kesuksesan usaha kelompoknya, "jelasnya.


Selanjutnya keberhasilan lembaga keuangan itu, hingga mampu menyedot minat masyarakat adalah diberikan dengan mudah tanpa agunan. Tak heran jika hingga kini, katanya, Bank Gakin nol kredit macet. Bahkan nasabahnya selalu bertambah dari tahun ke tahun. Misalnya pada tahun 2005, nasabahnya hanya berjumlah 100 orang yang difokuskan di 2 dusun. Setelah berjalan 3 tahun, nasabahnya menjadi 4.500 orang tersebar di 34 dusun di berbagai desa kelurahan dan desa miskin. Sedangkan perkembangan modalnya selama 3 tahun itu juga berputar cepat dari Rp 1,4 Milyar menjadi Rp 14,4 Milyar pada akhir tahun 2008. "Itu semua bisa dilakukan karena adanya penguatan kelembagaan, serta pembangunan solidaritas sosial melalui sistem tanggung renteng, dan juga kemudahan-kemudahan dalam proses peminjaman, "terangnya.


Penguatan kelembagaannya menjadi titik perhatian utama. Tugas kami hanya mengawal pendanaannya dari permodalan yang berasal dari Bagian Keuangan dan Bagian Ekonomi, "tuturnya. Agus menjelaskan, pengembangan Pokmas sebagai nasabah Bank Gakin disetting per dusun atau kampung. Hal itu dikarenakan pertimbangan teknis, bahwa sentimen emosional masyarakat kampung pada umumnya terjalin kuat. Dengan begitu, berbagai pengaruh ekternal yang cenderung merusak bisa diminimalisir. "Bahkan melihat antusiasnya masyarakat untuk menjadi anggota Bank Gakin, karena usaha yang dijalankannya mengalami perkembangan yang sangat menggembirakan, "pungkasnya. (Gsr).



Baca Selengkapnya...

3.13.2009

BIROKRAT RESAHKAN OKNUM WARTAWAN

Beberapa birokrat di Jember resah, hal itu dikarenakan banyaknya oknum wartawan yang bertugas , diduga tidak sesuai dengan fungsinyaMereka seakan bertugas sebagai penyidik ( polisi/jaksa ). Keresahan beberapa birokrat di beberapa SKPD terjadi ketika beberapa saat lalu , disalah satu instnasi kedatangan beberapa oknum wartawan yang maunya melakukan konfirmasi. Namun, setelah ditemui, beberapa oknu tadi lagaknya bukan lagi konfirmasi melainkan sudah seperti menyidik, padahal mereka sendiri tidak faham substansi persoalan yang mereka tanyakan.

Sumber yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, pagi itu kantornya kedatangan oknum wartawan dari media luar Jember, sebenarnya beberapa karyawan disana sudah mengetahui siapa sebenarnya oknum wartawan tersebut, sejauh manna kualitasnya, namun karena saat itu menghadap kapasitasnya sebagai wartawan, maka seperti biasa beberapa staf yang didatangi memberikan pelayanan sebagai mana mestinya.

Setelah berbasa basi, oknum tersebut menanyakan tentang prosedur pengeluaran ijin
Tiada hari tanpa problem, itulah yang terjadi didunia kerja, baik dijajaran Birokrat, maupun di jajaran kuli disket, bahkan diantara keduanya sulit untuk dibuat mesra. Persoalannya sepele, kadang masing-masing diantara mereka tidak ada yang saling menghargai.(*)




Baca Selengkapnya...

  © Klik Duniaku Ch3ru_Pastyle 2009

Back to TOP