Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

6.07.2009

BBJ JANGAN KABURKAN SEJARAH

Pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember mulai digelar, Lounchingnya baru dihelat Minggu, 31 Mei lalu, di alun-alun Jember. Hari itu, ribuan msyarakat tumplek blek memadati lapangan kebanggan warga Jember. Tidak itu, saja, berbgai komunitaspun ikut bermunculan meramaiakn kegiatan pembukaan BBJ, ada kounits sepeda ontel, ada komunitas pejalan kaki, ada juga komunitas lansia yang setiap harinya yang tergbung dalam komunitas senam tera Indonesia. Sebagai warga Jember , saya ikut bangga melihat antusias pejabat, karyawan dan sebagian masyarakat Jember bersuka ria menyambut BBJ yang konon , kehdirannya diharapkan mampu mengentas dan mengangkat nama Jember kedunia Internaional. Namun, disisi lain, saya juga agak sedikit kecewa, ketika BBJ ternyata diperingati lebih menonjol ketimbang HUT Kemerdekaan RI yang tiap tahunnya digelar. Bahkan, kini semakin terlihat, nuansa BBJ lebih mendominasi dari HUT kemerdekan yang memiliki nilai Historis dan patriotisme tersebut.Dalam sebuah diskusi , kolega saya yang juga salah satu pejabat , menyayangkan kaburnya nilai Nasioalisme yang selama ini tercermin lewat kegiatan HUT Kemerdekaan, dan berganti suasana Pesta pora penuh glamor. Diapun sepakat dengan kekuatiran yang saa alami, bahkan kawan saya itu lebih jauh menganggap bahwa substansi kegiatan BBJ yang memiliki tiga pilar seperti Historis, Ekonomi kerakyatan, dan Prestasi, ternyata lebih dominan dari pada Peringatan HUT Kemerdekaan itu sendiri. Coba saja kita rasakan bersama, sejak awal , publikasi BBJ yang dlakukan ole Pemerintah Kabupaten Jember, sama sekali tidak menyinggung aspek Historis , yakni sejarah Kemerdekaan Republik ini, disetiap sudut kota saya hanya melihat munculnya gambar Pak Djalal , Bupati Jember, dan Pak kusen Andalas wakil Buati Jember , tanpa ada sedikitpun yang menampilkan gambar para pahlawan perjuangan kemerdekaan RI.
Saya pernah sampaikan masukan ini kepada beliau-beliau , saat pelaksanaan BBJ tahun ke dua. Saat itu, di eks Gedung BHS , Pak Djalal dan ibu melakukan pemantauan persiapan BBJ , seigat saya sempat menyentil panitia yang hanya bisa menampilkan gambar-gambar pak Djalal dan bu Djalal, disepanjang jalan, mulai Kecamatan Sumber baru, pintu gerbang masuk kota Jember, sampai Gumitir, daerah perbatasan dengan kota Gandrung Banyuwangi. Saat itu, panitia juga tidak mencoba berkreasi lebih luas, dengan menampilkan tokoh Pahlawan Moch Seruji dengan daerah Perjuangannya, atau berbagai potensi yang dimiliki Jember, sehingga terkesan, panitia yang didominasi para Birokrat itu, hanya bisa mengambil dan menampilkan gambar Bos-bosnya saja, dengan harapan agar mendapat perhatian dari mereka-mereka. Padahal, sejatinya, sang Bos sendiri ( Pak jalal dan ibu, atau pak Kusen dan Ibu ) bisa jadi risih ketika gambarnya terpampang dimana-mana, apa lagi jika pengambilan gambarnya tidak didasari dengan nilai estetika yang mumpuni, hingga terlihat “ Payah “, Dan lebih payah lagi ketika semua itu dilakukan dalam upaya pengkultusan , yang bermuara agar “Babe Senang “ tanpa berpikir lebih rasional, bahwa BBJ itu menjual potensi Jember, bukan menjual gambar bapak kita yang kita cintai dan hormati.
Kini, ketika saya mencoba mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dilakukan Panitia BBJ, saya mengalami situasi yang dilematis. Pertama, sebagai mitra Pemerintah Kabupaten selama ini, saya dikenal sering berbeda dengan orang-orang yang hanya ingin jual muka, kadang saya begitu frontal dalam menyampaikan pemikiran saya, hingga mitra saya menjadi tersingung, tapi itulah saya , orang yang menyukai kejujuran, menyukai keterbukaan, dan menyukai orang- orang yang bekerja dengan hati nurani, tidak pamrih karena ingin dianggap ini, igindianggap itu, atau yang lebih parah lagi, jika sudah ingin dilihat agar mendapat perhatian atasan, walau harus mengorbankan, dan menohok kawan seiring.
Tujuh tahun lalu, seorang anak Jember mencoba merangkai idenya, dengan menggelar sebuah kegiatan yang diberi nama Jember Fashion Carnafal (JFC). Diawal pelaksanaannya, apa yang telah mereka rangkai dan perbuat dicemooh oleh hampir semua elemen masyarakat, tak terkecuali minimnya perhatian pemerintah kabupaten Jember saat itu. Namun setahun kemudian, gebrakan JFC yang menampilkan terobosan dunia mode, mencuri perhatian dunia. Aksi Dinanz Fariz dan JFC nya mulai dilirik oleh pakar-pakar mode dunia. Bahkan, dunia mode menyebut Pagelaran JFC yang menampilkan rancangan mode berbagai etnis tersebut, mampu membuka mata dunia mode yang berpusat di paris. Terlebih, ketika JFC kemudian di undang keberbagai belahan dunia untuk menampilkan berbagai kreasi cantik anak Negeri.

Kini, setelah JFC berjalan selama 7 tahun, pandangan mereka mulai berubah, khususnya masyarakat Jember yang dulu pernah apriori menanggapi kehadirannya. Terlebih, ketika Bupati Jember Ir.MZA Djalal, menelorkan ide BBJ sebagai pelengkap kegiatan tahunan di Jember, praktis, antara BBJ dan JFC menjadi sebuah kesatuan yang sulit dipisahkan. Bahkan, hampir sebagaian besar masyarakat ingin anak-anaknya, menjadi bagian dari JFC dan BBJ itu sendiri, mengingat bebeapa peserta JFC mampu menapakkan kakinya, kebelahan dunia luar, yang dulu mimpipun mereka belum pernah.

Tahun ini, BBJ kembali digelar, pesiapannyapun sudah sejak awal tahun, itu dibuktikan dengan semakin intensifnya pertemuan-pertemuan yang membahas persiapan BBJ oleh panitia dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, dan SKPD yang ada. Tujuannya tidak ada lain, yakni bagai mana Pemerintah kabupaten yang dulu dikenal dengan emas hijaunya itu, kini kembali mampu mengangkat namanya dari keterpurukan. Jember yang sempat dikenal di dunia luar karena kenikmatan tembakaunya, kini bakal kembali besinar dengan ke mampuan anak-anak Jember dalam menjual ide dan ikon mode dunia. Ya,..Jember mulai dilirik dunia dengan keberhasilan Dinan Fariz menggelar Jember Fashion Carnaval. Dan, pemeintah kini berkeinginan untuk menjadikannya sebagai produk unggulan dalam menjual Jember ke Manca negara, tanpa harus mengaburkan nilai historis dan patriotisme masyarakat. Semoga, niatan baik Pak Djalal, tidak diterjemahkan secara sempit oleh mereka yang berkempentingan. (*)




Baca Selengkapnya...

5.10.2009

BBJ JADI BAHASAN 10 PIMPINAN MEDIA


BBJ ternyata tidak saja menjadi masalah bagi beberapa orang, namun sedikitnya 10 Pimpinan redaksi dan beberapa Kepala biro media Regional dan lokalpun ikut ngambek.Gara-garanya, mereka diduga dianggap sebelah mata oleh panitia pelaksana BBJ. Kesepuluh pimpinan Media tersebut, Gangsar Widodo, Pimred Tabloid Sorot, Salim Umar, Pimpred Koran Derap Pembangunan, dan Aep ganda permana, Pimred tabloid jember times dan bebeapa pimpinasn media lainnya yang selama ini selalu bermitra dengan Pemkab jember, Ketidak puasan beberapa pimpinan media lokal dan regional tersebut dipicu oleh sikap Pemkab dalam hal ini panitia yang sejak dilaksanakannya BBJ , hanya menempatkan media lokal sebagai pihak pelengkap
penderita. keberadaan mereka yang selama ini membantu sosialissasi program kegiatan Pemkab termasuk sosialisasi BBJ.dan selalu berada digarda terdepan, namun ironisnya mereka hanya dihargai sangat jauh dari layak, hingga membuat mereka ngambek dan bersiap memboikot kegiatan Pemkab termasuk BBJ.

H.Sofyan, pimpinan tabloid Prestasi kepada wartawan mengatakan, dirinya heran dengan apa yang diputuskan pemkab dalam hal ini panitia BBJ, mereka mau mengeluarkan anggaran ratusan juta rupiah hanya untuk biaya pemasangan iklan dimedia-media Nasional dan internaional , tetapi dampak yang ditimbulkan tidak signifikan, sementara di media lokal dan regional mereka hanya memberi nilai sangat tidak layak, besarnya bekisar antara Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- saja, padahal dampak yang ditimbulkan akibat sosialisasi mereka sangat nyata.

Untuk itu dirinya bersama seluuruh Pimpinan redaksi media lokal sepakat untuk meminta Sekab jember drs. Djoewito, sebagai ketua Pelaksana BBJ menggelar audiensi. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami media lokal. padahal, mereka setiap kegiatan Pemkab selalu jadi garda terdepan.

Hal sama juga disampaikan oleh Sumaji, menurutnya tahun lalu dirinya hanya dapat jatah 500 ribu rupiah untuk iklan yang dipasang sebesar 1 halaman, sementara di media lain dirinya medengar ada yang 90 juta, 50 juta dan ada yang 10 juta. Dirinya hanya mohon kebijaksanaan pemerintah kabupaten untuk memberikan porsi kepada media lokal secara proporsional. (*)


Baca Selengkapnya...

4.13.2009

WISATA JEMBER PERLU BERBENAH


Pariwisata Jember hendaknya perlu berbenah , sebelum pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember digelar beberapa saat lagi. Hal itu disampaikan oleh Umar Thayib, 56, wisatan asal kota kembang bandung. Dia mengatakana, kondisi pariwisata di kota suwar-suwir itu seperti berjalan ditempat. Sejak lima tahun lalu, tidak banyak perubahana, padahal nama jemberuntuk event-event wisata sudah mendunia, seiring dengan pegaleran Jember Fashion Carnaval . Seharusnya, apemrintah mulai melakukan identifikasi obyek wisata mana yang memrlukan perhatian serius, jika tidak jangan harap Jembr bisa dijual ke luar daerah.

Dia juga menyesalkan, masih belum berubahnya pelaku wisata di Jembr, meeka terkesan kurang ramah, terlbih dengan pendatang , padahal jika mereka memiliki insting berwira swastaa , meeka bisa menggarapnya dengan seius." Wach payah mas kondisinya tetap seperti saat lima tahun lalu ketika saya berkunjung ," aujarnya.

Hal sama juga disampaikan Siska, 21, Perempaun cantik asal kota Surabaya ini awalnya dengar Jember dari koleganya. Mereka sih bercerita kebaikan jembr saat ada JFC, tapi ketika hari ini saya menginjakkan kaki ke bumi suwar-suwir, trnyata hanya itau-itu saja, tidak ada yanag spesifik yang mampu mnjadi daya atarik wisatawan. harusnya Jember sudah mulai aaserius menggarapnya lho " Gini mas , aku baru pertama kali ke Jember, dan yach keewa sich tidak terlalu, tapi belum bisa menikmati keindahan jember " katanya malu- malu.

Sementara pakar Wisata jember Sirajudin saat dikonfirmasi seputar Pariwisata jembr menyebutkan, bahwa Pemerintah sudah mulai serius menggarap obyek wisata, terbukti beberapa event mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Jember. Namun dirinya berharap, agar kdepan untuk Membangun Pariwisata di Jembr perlu keterlibatan semua elemen, mulai rakyatnya, agen-agen travel, jotel dan restauran, juga pejabat-pejabatnya .(*)



Baca Selengkapnya...

4.12.2009

Usir Penat Pasca Nyoblos Karyawan Pemkab Gelar Touring



Sedikitnya tiga puluh karyawan Bapekab Jember gelar touring menuju Kabupaten Lumajang , sehari pasca pencoblosan Pemilu Legislatif. Acara yang dilaksanakan pada sabtu, 10/4 lalu , merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Rombongan berangkat dari kantor Pemkab Jember tepat pukul 8.00 WIB, dilepas Ketua Paguyuban Touring Drs.Hadi Mulyono. Pantauan wartawan ini dilokasi pemberangkatan, beberapa karyawan dengan sepeda motor gedenya terlihat semangat, dengan kompak mereka langsung menggeber sepeda motornya, membelah kesunyian jalan ,yang sepi akibat libur panjang terkait pelaksanaan pemilu legislative sehari sebelumnya.

Bambang Saputro, Koordinator Touring kepada wartawan ini mengatakan, dilaksanakan kegiatan ini selain untuk refreshing setelah penat bekerja, juga untuk melakukan studi banding mengenai perkembangan wisata yang ada di Lumajang. Namun, lanjut Bambang, pihaknya hanya sebatas mengamati dan merasakan bagai mana kualitas daerah wisata dan pelayanannya. “ Kami sekedar refreshing kok mas, disamping kami juga melihat sejauh mana perkembangan tempat-tempat wisata didaerah lain, dan yang penting kami melakakukannya tanpa target apapun “ ujarnya.

Ditempat terpisah, Eko , 45 salah seorang staf bapekab yang jadi motor pelaksanaan Touring mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Dia menyebutkan, sejak mulai jalan, ditengah perjalanan sampai ditujuan, seluruh anggota melakukan dengan tertib sesuai aturan lalu lintas. Dia juga senang melihat indahnya alam ciptaan tuhan, sambil mengendarai sepeda motor. Dan yang membuat pria asal kota Gandrung ini senang adalah kekompakan dan rasa persaudaraan diantara anggota semakin kuat “ Wach pkoknya seneng de, rugi riko gak melu, dan yang membuat isun seneng, konco-konco kuwi patuh karo aturan, dan kompak “ katanya.
ketika disinggung kendala apa yang dialami, pria dengan potongan rambut menarik itu mengatakan, kalau ada sedikit ganjalan dan itu menjadi pelajaran bagi kita semua, sehingga kedepan kita harus mempersiapkan peralatan dengan lengkap untuk mengantiipasi kendala yanag muncul tiba-tiba “(*)




Baca Selengkapnya...

4.06.2009

BUPATI KUNJUNGI HOME INDUSTRI ROKOK





Bupati Jember Ir.MZA Djalal berkesempatan untuk meninjau secara langsung Perusahaan Home Indsutri Rokok, yang terletak di Dusun Sukoreno, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Jember.


Bupati yang didampingi beberapa Pejabat teras Pemkab jember,diantaranya Ir. Hariyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan, Ir.Dwijo, Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan, Drs.M.Thamrin, Kepala Dinas Tenaga kerja, Kepala Lembaga Tembakau Jember, dan beberapa Kepala Dinas terkait. Kunjungan tersebut, dimaksudkan untuk melihat secara dekat bagai mana proses pengerjaan rokok yang dibuat oleh mayarakat.

Dalam kesempatan itu pula Bupati sempat meninjau langsung di rumah Pak Djunaidi, lokasi dimana banyak ibu-ibu mengerjakan pembuatan rokok. Bahkan Bupati sempat berdialog langsung dengan karyawan dan beberapa petani tembakau yang ada di kecamatan Kalisat. Tidak itu saja, beberapa karyawan yang tergabung dalam kemitraan "Alam Mitra Mandiri , pimpinan Junaidi. Dari sana diketahui kalau meeka ternyata mampu membuat rokok dalam sehari sebanyak 600 batang, hingga mereka mampu menerima pendapatan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Dihadapan wartawan junaiidi, juga menjelaskan bagai mana susahnya, kemitraan ini awalnya berjalan, namun setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya disepakati model kemitraan sepeti ini. Hal itu menurut Junaidi, karena masing-masing anggota berkeinginan untuk menampilkan nama produknya masing-masing, hingga menyulitkan baginya untuk menjadikan rokok itu berkembang dengan bagus. Selain itu, Junaidi juga menjelaskan bagai mmana susahnya meeka mempertahankan citra rasa rokok tersbut mampu bertahan sampai satu bulan.

Ditempat yang sama, Pak Nurdin, salah seorang anggota kemitraan mengatakan, kalau dirinya cukup senang dengan kemitraan ini, namun dirinya baru tahu kalau dengan model seperti ini banyak kelemahannya, selain posisi anggota sedikit lemah, juga banyaknya merek rokok menjadi salah satu penyebab sulitnya perusahaan itu bekembang, tentunya selain permodalan dan peralatan yang representatif " Begini mas, kami sebenarnya sangat seneng dengan model kemitraan seperti ini, kami memiliki poosisi yang seimbang, namun kami tidak mengetahui kalau sebenarnya model ini banyak kelemahan, diantaranya lemahnya psosisi tenaga kerja, dan sulitnya perusahaanh ini berkembang karena banyaknya nama rokok yang muncul, coba kalau hanya satu nama, mungkin akan lebih enak " ujarnya.

Baca Selengkapnya...

4.01.2009

BBJ PAKSA JEMBER SEMAKIN BERSOLEK



Pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember memang masih bulan agustus mendatang, namun gesahnya mulai menggema. Beberapa sudut jalan di kota suwar-suwir itu kini mulai dipenuhi berbagai asesoris, sayangnya pemasangannya tidak memperhatikan hal-hal yang paling prinsip, yakni kepentingan anak-anak.

Jember kali ini, berbeda dengan Jember beberapa tahun lalu. Dulu, kalau berkunjung ke Jember, orang akan mudah jenuh, tapi kini, kota yang dipimpin suami Sri Wahyuni itu mulai tampak lebih menarik. Di sudut kota, tepatnya dialun-alun Jember sudah mulaqi tertata apik. Beberapa Pedagang Kaki Lima yang duku kumuh, kini mulai dibuatkan tempat yang representatif, hingga masyarakat jember tak enggan lagi untuk sekedar kongkow-kongkow, tak hanya itu, kini diluar alun-alun kota sudah dipenuhi lampu-lampu dengan cahaya terang. Hingga banyak anak-anak kecil yang memanfaatkannya untuk bermain bola.

Tidak itu saja, di sudut-sudut jalan, mulai Trunojoyo, sampai Jalan Gajah mada, juga tampak terang. Dipinggiran jalan banyak pedagang kaki lima yang berjualan aneka penganan,menambah semarak jember di malam hari.

JENGKEL ABG MESUM
Kusnoto, 45. Warga Jember yang selala memanfaatkan alun-alun kota untuk referesing bersama keluarganya , mwengatakan, kalau sejak beberapa tahun ini Jember semakin cantik, ini semua berkat kerja sama semua masyarakat. Dirinya tidak pernah melewatkan waktu bersdama keluarganya untuk sekedar makan malam di alun-alun,namun dia juga risih kalau ada anak-anak muda yang pacarannya berlebihan, apa lagi peetugas Sat Pol PP sama sekali tidak pernah menegur mereka, padahal ini tempat umum, kan nggak enak, banyak anak-anak kecil yang juga bersama orang tua mereka. "Sebenernya asyik mas kita di alun-alun bersama keluarga,m tapi sayang beberapa bulan terakhir ini dipenuhi ABG yang pacarannya keblablasen, ngeri dech mas " katanya.

Sementara, salah seroang petugas Sat Pol PP keetika dikonfirmasi banyaknya ABG yang berpacaran dengan gaya yanag kelewat membenarkan, namun dia bersama kawan-kawannya tidak bisa berbuat banyak, maklum itu sudah gaya pacara mereka , gaul "katanya

Baca Selengkapnya...

3.19.2009

Pancing Minat Wisata, Jember Gelar Pameran Durian

Upaya pemerintah untuk meningkatkan ekenomi masyarakat patut diacungi jempol. Pasalnya, setelah sukses menggelar kontes durian di Kecamatan Sumberjambe tahun lalu, kini pemerintah kembali mengggelar pameran durian yang bertempat outlet Jubung. 28-7 februari 2008.Besarnya potensi pertanian, khsususnya buah di Kabupaten Jember, sangat disayangkan jika tidak dimaksimalkan. Potensi durian Sumberjambe tidak bakalan dikenal oleh masyarakat luar Jember jika pemerintah tidak memiliki inisiatif untuk menggelar promo melalui pameran. Selain itu, kekhasan rasa durian Sumberjambe yang mampu membuat lidah bergoyang rege memang membutuhkan perjuangan yang keras, salah satunya adalah dengan menggelar promo seperti ini. Jenis durian Sumberjambe yang dikenal legit dan nikmat yang dipamjerkan selama seminggu adalah , Durian Sikasur, Durian Sipelor, Durian si Belanda, Durian Fatima dan masih banyak lagi jenis durian yang mampu menggoyang lidah penikmatnya.

Bupati Jember Ir.MZA Djalal melalui Kabag humas Pemkab Jember Drs Agoes Slameto mengatakan, Promo ini merupakan Warming Up (Pemanasan) bagi petani serta Pemkab melalui Kecamatan yang melakukan kolaborasi dengan pihak Kadin, Koperasi Samarot dan otomotif. Ini dilakukan untuk mengenalkan potensi pertanian kabupaten Jember di kancah nasional, bahkan internasional."Ini merupakan upaya dari pemerintah untuk meningkatkan derajad hidup dari masyarakat Jember,"tambah Agoes.

Menurut Camat Sumber Jambe, Abdul Kadir, harapan dari digelarnya pameran di Jember Outlet ini bisa meningkatkan pendapatan petani buah durian, selain membantu mempermudah pemasarannya. "Dengan pasar raya durian ini kita berusaha menarik perhatian para maniak buah durian supaya datang ke Sumber Jambe," tegasnya.Kadir juga mengatakan, durian Sumber Jambe memiliki varietas yang khas dan banyak diminati oleh masyarakat Jember, bahkan sangat diminati oleh penggemar durian tingkat regional. "Kita mengajak masyarakat Jember dan di luar jember, supaya berkunjung ke Sumber Jambe, karena di sini banyak buah durian yang memiliki rasa yang khas terutama durian-durian varietas unggul yang pohonnya berumur antara 100 sampai 200 tahun," ungkapnya

Amir, anggota koperasi Samarot mengemukakan, promo ini bertujuan mendongkrak perekonomian masyarakat petani durian di kab. Jember, khususnya masyarakat petani durian kec. Sumberjambe. Format promo tersebut, lanjut Amir, berbeda dengan kontes durian. Jika dalam kontes durian masyarakat datang untuk ikut lomba.

Sementara, pada kegiatan promo ini, masyarakat datang untuk berbelanja dan menikmati kelezatan buah durian yang dijual oleh para petani durian. "penggemar di outlet ini, akan sangat dimanjakan oleh aneka macam durian" terangnya. Disamping harga yang tidak jauh berbeda dengan harga di pasar tradisional, lanjut Amir. Pihaknya menengarai, Jember Outlet ini diprediksi akan ramai. Mengingat ketenaran durian Sumber Jambe tidak hanya dikenal oleh pribumi Jember saja. Bahkan, wisatawan sekaligus konsumen durian Sumber Jambe juga berasal dari Surabaya, Bondowoso, Probolinggo, dan Lumajang. Penyedia buah durian dalam promo tersebut berasal dari desa-desa penghasil durian.

Selain itu, di Jember Outlet juga menyediakan jajanan atau dodol yang berbahan asli dari durian, produk ini adalah kreasi dan kerjasama antara petani dan tim penggerak PKK kecamatan sumberjambe. Maka dengan event ini, para petani durian khususnya anggota Koperasi Samarot sangat berharap agar event-event pameran semacam ini dapat terus dilaksanakan, serta difasilitasi oleh Pemkab, sehingga bisa mendongkrak ekonomi petani, sekaligus mempromosikan Kabupaten Jember di kalangan masyarakat pencinta Durian.

Selama ini petani selalu menggantungkan diri pada tengkulak dengan sistim ijon atau tebas. Lebih lanjut Amir juga mengatakan dalam ajang promo ini akan tersedia ± 1.500 buah yang telah teruji baik secara kualitas maupun rasa." Jadi jangan kuatir mas, pokoknya rasa duriannya Mak nyuuusss,,,"sembari tertawa.(Pmd)

Baca Selengkapnya...

Jember Kota Wisata

Sebagai kota yang memiliki banyak obyek wisata, tak salah jika Pemerintah Kabupaten Jember memiliki program menjadikan wisata sebagai salah satu kiat menondongkrak kota suwar-suwir tersebut. Seperti yang digagas oleh Pemerintah sejak beberapa tahun lalu. Berbagai cara dilakukan untuk menjual potensi Jember keluar daerah,. Bahkan keluar negeri. Lihat saja event Jember Fashion Carnaval (JFC) , dan Bulan Berkunjung ke Jember , merupakan bukti bahwa Wisata juga dapat dijadikan sebagai sarana mempromosikan kota Jember. Demikian halnya, sikap masyarakat yang ikut mendukung upaya pemerintah dalam menggiatkan wisata, ditunjukkan dengan cinta kebersihan dan keramahan menjadi modal utamanya.

Menurut Kepala Kantor Pariwisata Kabupaten Jember, Arief Tyahyono, perubahan signifikan perlu terjadi di kalangan masyarakat Jember untuk menciptakan kota ini menjadi kota karnaval dan wisata. Perubahan itu, katanya, ditandai dengan tumbuhnya sadar wisata di tengah-tengah masyarakat.

Karakter khas masyarakat yang siap diajak mendongkrak potensi wisata Jember adalah sikap ramah terhadap semua orang yang mampu meminimalisir setiap kecurigaan pada orang-orang yang berkunjung ke Jember. Disamping tumbuhnya cinta kebersihan. Kedua sifat ini, paling tidak memberi andil besar untuk menarik para wisatawan ke Jember."Jember ini kaya akan potensi wisata yang bisa ditawarkan pada para wisatawan domestik maupun mancanegara. Asalkan masyarakat Jember secara keseluruhan ikut mendukung untuk menciptakan nuansa itu. Misalnya, mereka mau menjaga rumah dan lingkungan supaya tetap indah sehingga masyarakat yang datang ke Jember merasa nyaman," katanya.Oleh karenanya, upaya menciptakan ciri masyarakat seperti ini perlu dilakukan secara bertahap dan terus-menerus. "Untuk menciptakan Jember sebagai kota karnaval dan tempat jujukan wisata, kita perlu menyiapkan masyarakatnya secara kontinyu dan ter-graduate (bertahap)," ujarnya.

Tentunya, kebiasaan cinta kebersihan ini, imbuhnya, bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungannya dengan cara tidak membuang sampah di sembarang tempat, terutama ke sungai.Lantaran, sungai akan membawa sampah-sampah tersebut ke laut, yang pada gilirannya akan membuat laut dan pantai menjadi kotor. "Masyarakat harus memulai tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga kebersihan sanitasi lingkungannya. Karena itu adalah nilai plus,"jelasnya.Ia mengatakan, sudah banyak kota yang merintis embrio kota wisata menjadi kawasan pariwisata yang terkenal hingga ke tingkat internasional, dengan berbagai penyiapan secara mendasar dari masyarakatnya. Dicontohkannya Kabupaten Jembrana di Propinsi Bali. Awalnya kota itu, katanya, dikenal sebagai kabupaten yang kumuh sehingga para wisatawan enggan mengunjunginya.

Tapi dalam 10 tahun, ungkapnya, Kabupaten Jembrana berkomitmen berubah bersama masyarakatnya untuk menjadi kota wisata. Tak pelak, kota itupun berubah menjadi kota yang indah dan sangat dikenal oleh masyarakat di dunia internasional. "Dulu, siapa yang mau membeli Jembrana? Tapi begitu masyarakat diajak ke arah daerah wisata, siapa yang tidak mau beli Jembrana sekarang," tengaranya.

Arief menengarai, Jember ingin merubah performancenya menjadi kota karnaval dan wisata yang dikenal oleh dunia, sebagaimana yang terjadi di Jembrana. Untuk itu, tambahnya, pemerintah mulai saat ini mulai melakukan upaya dan langkah-langkah yang mengarah pada terciptanya kondisi yang lebih kondusif. "Harapan pemerintah Jember, siapa yang tidak mau Jember nantinya," tukasnya.

Masyarakat Jember yang kurang dari sisi penjagaan kebersihan dan keramahan baginya adalah sebuah pekerjaan rumah (PR) besar yang perlu digarap bersama. "Justru yang menjadi PR adalah mempersiapkan mental masyarakatnya. Untuk merubah fisik Jember menjadi kota wisata jika ada investor dan uang semuanya akan jadi. Tapi pertanyaannya apakah masyarakat siap? Itulah yang menjadi tugas utama kita," paparnya.

Sementara ini, ujarnya, yang bisa dilakukan adalah memberdayakan dan menyiapkan masyarakat Jember. "Akan kita pelajari dan berdayakan masyarakat Jember. Karena kekuatan utama berasal dari masayrakat. Hal itu menjadi modal utama untuk menciptakan tourisme culture (masyarakat wisata) yang mempunyai budaya wisata," tandasnya.(Gsr)



Baca Selengkapnya...

3.10.2009

JEMBER KOTA WISATA

seperti diketahui, Jember sedikitnya memiliki 48 obyek wisata, namun demikian obyek wisata tersebut belum digarap secara maksimal. Sejak beberapa tahun lalu, Jembre dikenal dengan obyek wisata Pantai Watu ulo. Disebut watu ulo, karena obyek wisata yang merupakan batu karang tersebut mirip sekali dengan bentuk ular raksasa, atau bisa disebut Naga. konon, kata orang-orang tua dulu. Ada anak raja yang dikutuk menjadi ular raksasa. dan sampai kini legenda itu dikenang oleh masyarakat , namun sayangnya obyek wisata yang dulu ramai dikunjungi wisatawan domestik karena keindahan dan deburan ombaknya yang menawan semakin tahun bukan menjadi semakin bagus, malahan semakin tak terurus. Entah apa yang membuat obyek itu semakin merana.

Sejak dua tahun lalu, pemerintah kabupaten Jember berkeinginan untuk menjual Jember dari berbagai sisi, salah satunya adalah dari sisi wisata. Banyak hal yang semestinya dipersiapkan oleh Arif Cahyono, Kepala kantor pariwisata saat ini, agar Jember dapat menjual berbagai obyek wisata yang dimilikinya. Memang, masuknya mantan camat Sumberjambe yang dikenal dengan ide-ide cemerlangnya diharapkan mampu , mengangkat kembali wisata Jember menjadi sebuah komoditas yang patut diperhitungkan.

Pakar Pariwisata Jember Sirajudin mengatakan , pariwisata Jember sangat mungkin untuk digarap secara maksimal. Berbagai instrumen yang ada perlu diperankan kembali fungsinya. Selain itu, dia berharap agar semua elemen yang terkait hendaknya tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan bekerja secara tim, untuk itu diperlukan sebuah forum yang menjadikan mereka dapat saling sharing dan memberikan masukan satu sama lainnya. Jika tidak, jangan harap wisata di jember dapat dikembangkan secara maksimal.

BBJ,Bukti keseriusan Pemerintah.
Pelaksanaan BBJ untuk ketiga kalinya tahun ini, merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu upaya menjual jember keluar daerah. Terlebih, jika semua pihak yang terkait dengan pariwisata mau bekerja sama dalam menunjang kegiatan promosi wisata. lihat saja, bagai mana Dinand faris , yang dengan Jember Fashion Carnavalnya, mampu mendobrak keangkuhan negeri mode, bahkan JFC awal kemunculannya sempat tidak dipandang sebelah mata mampu menarik perhatian semua desainer tingkat dunia. Padahal, Dinand Faris hanya berbekal tekad, kesungguhan berkreasi,hingga tak salah jika nama Jember dikenal dibergagai belahan dunia berkat JFC yang sempat dikkritisi keberadaannya.

BBJ tahun ini mulai disosialisasikan sejak beberapa saat lalu, tepatnya ketika ada "Welcome party " Proliga di Gedung Serba Guna. Diacara itu juga diinformasikan tentang BBJ. Bahkan Bupati melalui Asisten II Pemkab Drs.H. Edy Budi Susilo mengatakan, bahwa untuk menjual jember bisa dilakukan melalui berbagai sektor, bisa dari olah raga, dan wisata. untuk hal itulah, kegiatan ini juga merupakan upaya pemerintah untuk mengenalkan kota Jember.

Butuh Keseriusan.

Baca Selengkapnya...

  © Klik Duniaku Ch3ru_Pastyle 2009

Back to TOP