Tampilkan postingan dengan label Iklan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iklan. Tampilkan semua postingan

8.22.2009

SD NEGERI SUMBER SALAK 04 DIKLATKAN GURUNYA UNTUK RAIH PRESTASI

Tampaknya apa yang dilakukan Suparno,Spd dengan memberikan kesempatan pada gurunya untuk mengikuti Diklat , sudah sesuai dengan ruh yang diamantkan Undang-Undang Sisdiknas No:20/2003. Sebagai Kepala sekolah, dirinya memiliki tugas untuk menghasilkan sesuatu yang lebih dari yang sudah dicapai oleh sebelumnya. Untuk itu, keika dirinya mulai ditugaskan di SD Sumber salak 04, langkah awal yang dilakukannya adalah, melakukan konsolidasi internal, yang artinya melakukan sharing dengan guru-guru yang ada, termasuk didalamnya membicarakan langkah-langkah yang harus diambil kedepan.Memang , sebagai pimpinan SD di Wilayah, dirinya harus lebih banyak melakukan terobosan-terobosan agar masyarakat memiliki kepedulian akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Selain itu, dirinya juga melakukan serap informasi kepada masyarakat, dan belajar banyak dari kawan-kawan guru yang sudah lama mengajar di SD yang dipimpinnya. Banyak hal yang harus dipenuhi guna mencetak siswa berprestasi, salah satu diantaranya adalah, adanya pengajar (guru ) yang sesuai dengan kompetensinya, adanya sarana dan prasarana yang cukup, juga dibutuhkan biaya yang cukup besar. Terlebih ketika ada aturan yang mengharuskan lembaga untuk tidak memungut biaya apapun kepada siswanya. Berbeda dengan dikota, dimana masyarakatnya sudah sangat concern pada pendidikan, sehingga apapun kebutuhan biaya untuk pendidikan tidak menjadi masalah yang pokok. “Didesa, lain mas “ ujarnya.
Ketika disinggung tentang, bagai mana dirinya bakal mencetak siswa berprestasi, Suparno menjawabnya dengan lugas. Menurutnya, dirinya tidak akan muluk-muluk, yang pening, bagai mana semua elemen yang ada, mulai guru, murid, komite dan orang tua murid harus disamakan dulu persepsinya dalam memandang dunia pendidikan, kalau sudah sama, kita baru melangkah sesuai dengan yang diplaningkan. Selain itu, dia akan memberangkatkan guru untuk di diklat , guna meningkatkan mutu, langkah ini diharapkan akan lebih merangsang guru untuk lebih berinovasi dalam pembelajaran. Slain itu, dengan adan ya mutu guru yang cukup bagus, tinggal bagai mana melakukan pemrosessan dalam mencetak siswa berprestasi, dan ini semua butuh waktu yang cukup, tidak semudah membalik tangan . Dia juga menjelakan, dengan sistim yang menggunakan KTSP di seluruh kelas, dirinya yakin, bahwa di lembaga yang dipimpinnya bakal lahir siswa berprestasi.
Seimbangkan Prestasi.
Suparno , selain memiliki obsesi yang cukup menarik, dirinya juga berkeinginan untuk meraih prestasi baik dibidang akadmis maupun non akadmis. Untuk akademis, sudah disiapkan , sementara untuk non akademis, dirinya mencoba untuk menggali potensi siswa melalui kegiatan ekstra. Ada Pramuka, Pencak Skilat, Olah raga , dan Keagamaan. Dengan disiapkannya kegiatan itu diharapkan, siswa dapat memaksimalkan potensinya, tentunya dalam bimbingan guru masing-masing
Butuh Ruang Lab
Selain membutuhkan berbagai sarana pendukung, sekolahnya juga butuh ruangan untuk laboratorium. Memang kelihatannya tidak begitu urgen, namun untuk mendukung prestasi siswa, ruang laboratorium itu ternyata juga sangat dibutuhkan. Jika ada , dirinya juga ingin memperbaiki tiga local untuk kelas 1, 2 daqn kelas 3 . Karena sementara ini ruangannya sangat sempit, sehingga panas jika saat belajar mengajar.(Jum)



Baca Selengkapnya...

3.31.2009

SELAMAT JALAN SAHABAT, SEMOGA TERANG JALANMU

Dunia kewartawanan di jember berduka, Taufik Kirmanto, mantan wartawan Majalah Detektif , kini Biro Koran Optimis Jember meninggal dunia pada selasa, 31 Maret 2003, pukul 18.30 WIB.


Serbagai wartawan, almarhun cukup dikenal dikalangan pejabat Jember, baik dijajaran Pemkab,kepolisisan, Kejaksaan, apa lagi di Kalangan Tentara. hal itu dikarenakan, selain Taufik memang memiliki ciri khas yang mudah dikenal, ( rambut gondrong, dan temperamen tinggi ), Taufik ,juga memiliki jam terbang yang cukup lama. Hampir separuh hidupnya, diabidkan menjadi seorang kuli disket.

Dimata kawan-kawannya, taufik walau punya temperamen tinggi, namun dikenal cukup banyak menelorkan wartawan-wartawan baru di Jember. Diempat tahun terakhir saja, sedikitnya sudah pulhan wartawan yang diorbitkannya, untuk itu kepergiannya menorehkan kesan mendalam bagi mereka yang pernah dekat dengannya.

Basoka, 53. Wartawan Tabloid Sorot, merasa kehilangan sekali atas kepergian taufiq, walau dirinya tidak begitu dekatm, namun sepak tyerjang taufiq di Jember membuatnya selalu angkat topi. Dia orangnya sangat keras, sulit diajak kompromi jika menemukan hal-hakl yang menurutnya tidak benar. Bahkan, kata Pria bertubnuh atletis ini,almarhum banyak memberikan tauladan dalam menggalang kerukunan. " Wach kalau sama Pak taufik , dia senior saya, bahkan dikalangan wartawan dia sangat disegani, maklum selain senior Pak taufik mudah sekali bergaul " katanya.

Hal sama juga disampaikan oleh SDutrisno, 34. Wartawan SKM Radar Minggu ini menganggap taufi sebagai kaka sendiri, dalam kiprahnya menjadi wartawan, sedikit banyak almarhum sering memberikan nasehat-nasehat , agar dirinya menjadi wartawan yang bener-bener punya idialisme, kini dengan kepergian almarhum, Jember kehilangan pekerja jurnalistik terbaiknya " Wach saya memang jauh mas dengan alhamrhum, saya baru saja mengenal almarhum saat mulai menjadi wartawan di jember, almarhum banyak memberikan masukan bagi saya untuk menjadi wartawan yang punya harga diri " katanya.

Ditempat berbeda, Agoes Slameto, Kabag humas Pemkab jember juga merasa kehilangan dengan kepergian almarhum, sebagai sahabat, Agoes begitu kehilangan, terlebih baru beberapa saat lalu dirinya bersama wartawan-wartawan yang ngepos di pemkab sempat berkunjung kerumahnya, saat moment Hari pers nasional, disana almarhum nampak begitu sehat, dan sempat bergurau dengan semua yang mengunjunginya. Saat itu, tidak ada tanda-tanda almarhum akan pergi secepat itu " Wacch kami merasa kehilangan, almarhum kenal saya sejak puluah ntahun lalu, bahkan saya sempat mengunjungi kerumahnya saat hari pers Nasional , februari lalu, almarhum tidak menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan kita semua " ujarnya.

TAUFIQ KIRMANTO
Anak- anak 1. Ita taufani, 29.
2. Ratna Saraswati
3. Taufan Admanugroho.
Istri 1. Sriagustini Andika.( berpisah, sertelah 24 tahun bersama)
2. Siti Aisyah. (istri yang mendampingi saat-saat sulit almarhum)

Baca Selengkapnya...

3.18.2009

Hanung Prijobodo, Arsitek Yang Ingin Mengabdi Untuk Rakyat

Calon legislative satu ini, memang tidak terlihat seperti calon –calon lainnya. Sejak awal dia sudah berniat ingin membangun Jember dengan caranya sendiri.


Konsep membangun Jember Untuk Kesejahteraan Rakyatpun mulai dibuatnya. Tak jarang dia harus banyak berdialog dengan rekan-rekannya sesama arsitek, ataupun dengan rekan bisnisnya. Yang dibahas tidak ada lain yaitu, Membangun Jember dengan Payung Hukum yang Jelas. Maksudnya, dia ingin Jember memiliki auturan-aturan yang membackup pembangunan itu sendiri, Jember membangun dengan kerangka yang jelas, dan didukung oleh aturan yang jelas, sehingga kearah mana pembangunan itu bisa diketahui secara pasti.

Sebagai caleg dari Partai Hati Nurani Rakyat ( HANURA), Sejak awal dirinya harus berjuang ekstra keras. Pangkalnya, dia terlahir bukan dari latar belakang politik, pria beranak dua ini punya keinginan kuat eksis di jalur politik. Buktinya, ketika ditawari jadi angota DPRD dari Partai Hanura, suami Ratna Ika Tanti ini, tak sedikitpun menolak, walaupun saat itu dia berada bukan pada nomor urut pertama. Kini, setelah ada perubahan mendasar tentang aturan mainnya, dia semakin intens melakukan lobi-lobi dengan berbagai kelompok.

Sebagai seorang pebisnis, Hanung menilai Jember sebenarnya bisa menjadi lebih hebat dari kota-kota lainnya, jika Wisata di Jember digarap serius. Pemerintah tidak perlu kawatir kalau Pariwisata di Jember tidak jalan. Tinggal, bagai mana pemerintah nantinya mampu memfasilitasi apa yang dibutuhkan saja.

Dia juga menjelaskan, kalau Membangun Jember menjadi kota Pariwisata itu tak bisa sendiriaan, Pemerintah perlu pihak-pihak yang memiliki korelasi dengan dunia Pariwisata, seperti Agen Travel, Hotel-hotel, dan beberapa kelompok jasa lainnya. Namun demikian, pemerintah perlu menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai, hingga wisata itu nantinya menjadi lebih menarik, aman, dan nyaman.

Pendidikan Terjangkau.
Selain piawai mendesain rencana pengembangan kota Jember, Hanung yang juga seorang arsitek ini ternyata piawai juga berbicara pendidikan. Menurutnya, pendidikan di Jember belum memihak pada rakyat kecil. Padahal, setiap tahunnya Pemerintah mulai pusat , propinsi sampai daerah selalu menaikkan anggaran pendidikan, tapi kenapa sampai saat ini Pendidikan belum mampu berpihak pada orang miskin. Dia berharap, pendidikan berjalan sesuai dengan ruhnya, yakni ruh pendidikan, tidak berjalan pada arah yang lain.

Dia juga sedih ketika melihat masih banyak masyarakat miskin yang harus drop out karena tidak mampu memenuhi biaya pendidikannya. Dia juga tak ingin lagi, arah pendidikan berubah kearah profit oriented , namun dia berharap pendidikan selain harus memenuhi setandar kualitas, juga harus bisa dinikmati masyarakat miskin.

Dia juga heran dengan apa yang terjadi di dunia pendidikan. Dengan anggaran yang selalu digelontor, ternyata Dinas dengan karyawan paling banyak tersebut tidak mampu menghabiskan anggaran sesuai dengan peruntukkannya. Ini dapat dilihat dari sisa anggaran yang selalu cukup besar di Dinas Pendidikan. Untuk itu, dirinya ingin, pemerintah bersama DPRD nantinya membuat sebuah Formula yang mampu menjadikan Pendidikan bisa terjangkau bagi rakyat miskin.(*)

Baca Selengkapnya...

  © Klik Duniaku Ch3ru_Pastyle 2009

Back to TOP