Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

8.30.2009

JELANG IDUL FITRI, GEPENG BERDATANGAN

Lebih sepekan ramadan berjalan, susana di Jember sangat ramai. Beberapa tempat disudut kota diramaikan oleh banyaknya pedagang kaki lima dadakan, mulai dari menjual kurma, takjil sampai permainan anak-anak dan mercon.Sorot yang memantau situasi ramadan dibeberapa wilayah Kecamatan menemukan hampir semua wilayah terlihat hidup . Sejak sore hari, mulai pukul 4 sore, beberapa pedagang mulai menata jualannya, tak berapa lama, para pencari malampun sudah mulai mendekat, hingga menjelang bedug magrib. Siti, 23 yang menjual takjil di Kecamatan Sukowono mengatakan kalu dirinya setiap bulan ramadan selalu mencaari aktivitas seperti ini, kalau tidak dirinya kuliah di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Jember. Dia melakukan itu selain untuk mengisi kekosongan juga untuk menambah hasil , lumayan untuk uang saku lebaran, juga untuk kasih keponakannya. " saya hanya di bulan ramadan jualan begini, kalau diluar itu saya kuliah, hasilnya lumayan untuk bekal lebaran dan kasih ponakan " ujarnya.

Sementara, diwilkayah tetangganya Kalisat, situasi menjadi semakin ramai, dibundaran pasar misalnya, beberpa anak muda mejeng bergerombol. Mereka salaing gurau, bahkan ada yang iseng menggoda lawan jenisnya. Seperti yang disampaikan Indra, 23. Pria lajang ini tak pernah absen mejeng di bundaran , maklum selain untuk menunggu waktu berbeka, dia juga memanfaatkan untuk cari pasangan, siapa tahu ada jodoh " Ya tiap hari mas, selain cari malam sambil nunggu buka puasa, saya cari cewek yang mungkin cocok, saya sudah cukup umur, orang tua sudah menanyakan kapan saya nikah, makanya say nggak pernah absen " ujarnya,
Gepeng Mulai Banyak.
Yang menarik menurut kacamata Sorot, selain diramaikan oleh banyaknya muda -mudi yang ngabuburit di beerbagai sudut kota, juga didapatkan banyaknya Gelandangan dan orang gila yang berdatangan, entah dari mana mereka asalnya. Untuk itu, keramaian suasana tersebut kadang diselingi banyaknya arang gila yang juga mejeng diantara kerumunan mereka. Ada juga beberapa muda-mudi yang iseng menggoda, hingga mereka harus marah-marah dan mengejar serta melempar muda-mudi yang lagi mejeng.(Jum)



Baca Selengkapnya...

8.22.2009

Ngabuburit…. Yuuuukk

Setiap musim Ramadan , selalu saja da hal yang berbeda dari hari-hari biasanya. Masyarakat Jember yang religius , sangatlah senang dengan situasi Ramadan seperti ini. Di berbagai sudut kota, terlihat pedagang takjil musiman, seperti yang ada di sepanjang Jl. Jawa, Jl. Kalimantan, dan Jl. KarimataDilokasi seputar kampus itu suasananya sangat ramai, beberapa Mahsiswa ikut ambil bagian dalam merebut berkah Ramadan. Seperti yang dilakukan Nana dan kawan-kawannya. Gadis cantik asal kota Kediri ini dengan tangkasnya menjajakan dagangannya berupa kolak, dan es buah. Sementara Dini, 19 teman satu kosnya tak kalah gesitnya. Bahkan, anak pengusaha mebel di Bojonegoro itu tak malu-malu menawari Sorot untuk membeli dagangannya. “ Om…, ayo beli takjil ini ya Om,… enak kok “ jarnya sambil mendekat di tempat dimana Sorot berada. “ Iya Dech, aku ambil 4 bungkus “ ujarku. Seementara, Teguh dan Hery kawan-kawanku tersenyum melihat kepiawaian kedua gadis cantik tersebut merayuku.
“Ngabuburit… Yukkk, “, ujar Angga, Bocah laki-laki belasan tahun itu begitu menikmati suasana menjelang bukla amadan, terlebih jika beberapa Mahasiswi yang berjualan kece-kece, hingga tak terasa, Angga dengan Ganksnya harus rela berlama-lama menunggu bedug tiba, kemudian bersama mereka menyantap takjil buatan Mahasiswi.
Kepada wartawan ini, Angga mengatakan, dirinya tinggal di Perumahan Elite di Patrang. Sebenarnya, dirumah sudah dibuatin sama orang tuanya, namun entah gimana, kalau nggak begadang sambil ngliatin cewek cakep hati ini kurang marem, makanya bersama ketiga kawannya, dia menggeber Sedang Solunanya menuju kampus. “ Iseng aja Om, hitung-hitung ngabuburit , sebenarnya dirumah sudah dibuatin, tapi klo nggak keluar nggak enak rasanya “ ungkapnya polos.
Berbeda dengan masyarakat di wilayah Tegal Gede, disana banyak anak-anak remaja yang mejeng sambil menunggu bedug maghrib. Ebagian dai mereka asyik dengan hanphonenya masing-masing, sementar beberapa anak laki-laki, saling menggeber kendaraan bermotornya sambil menarik perhatian lawan jenisnya. (*)




Baca Selengkapnya...

BERKAH RAMADAN

Sejak beberapa hari menjelang Ramadan, suasana Jember tampak sumringah, terlebih mereka yang selama ini menjalankan aktivitasnya sebagai pedagang, khususnya pedagang bahan pokok Kini, ketika Ramadan tiba, msyarakat berbondong-bondong menuju kepasar , untuk membeli berbagai kebutuhan selama bulan Ramadan.Bu Watik 32. Pedagang Cincau di pasar Tanjung, sangat senang ketika Ramadan tiba, jualannya selalu laris manis, padahal kalau hari-hari biasa dirinya hanya menghabiskan 1 kotak Cincau yang beratnya setara dengan 10 Kg, tapi ketika Ramadan, sejak pukul 8 pagi dirinya sudah harus tergopoh-gopoh melayani pembeli. Harganyapun lumayan, bisa naik Rp 1000,-/kg dari hari biasa.
Hal sama juga dialami Mbak Sri rahayu, 28. Pedagang blewah didepan Mapolsek Kalisat. IBu satu anak ini juga tak kalah senangnya, sejak puasa pertama sedikitnya sudah 3 kuintal blewah yang ludes tiap harinya. Itu belum pembeli partai, biasanya yang datang dari pelosok desa. Separti hari ini, dia sudah meraup keuntungan yang lumayan “ Biasa mas, kita kan musiman , jadi panennya juga musiman, “ ungkapnya. Dia juga menceritakan kalau hari-hari biasa dirinya berjualan segala buah, khususnya papaya, salak, apel dan anggur.
Ny Bibit, 37. Kepada wartawan Koran ini mengatakan, kalau dibulan Ramadan dirinya selalu mengeluarkan anggaran ekstra, mulai untuk takjilnya, buka sampai sahur, anak- anak maunya yang berbeda, tapi kalau hari biasa justru tidak banyak tuntutan. Selain itu, ibu tiga anak ini juga selalu membuat banyak takjil, selain untuk diri sendiri, dia juga selalu antara untuk kedua orang tua dan mertuanya yang rumahnya tidak jauh dari tempat tinggalnya. (Jum)




Baca Selengkapnya...

  © Klik Duniaku Ch3ru_Pastyle 2009

Back to TOP