3.31.2009

SELAMAT JALAN SAHABAT, SEMOGA TERANG JALANMU

Dunia kewartawanan di jember berduka, Taufik Kirmanto, mantan wartawan Majalah Detektif , kini Biro Koran Optimis Jember meninggal dunia pada selasa, 31 Maret 2003, pukul 18.30 WIB.


Serbagai wartawan, almarhun cukup dikenal dikalangan pejabat Jember, baik dijajaran Pemkab,kepolisisan, Kejaksaan, apa lagi di Kalangan Tentara. hal itu dikarenakan, selain Taufik memang memiliki ciri khas yang mudah dikenal, ( rambut gondrong, dan temperamen tinggi ), Taufik ,juga memiliki jam terbang yang cukup lama. Hampir separuh hidupnya, diabidkan menjadi seorang kuli disket.

Dimata kawan-kawannya, taufik walau punya temperamen tinggi, namun dikenal cukup banyak menelorkan wartawan-wartawan baru di Jember. Diempat tahun terakhir saja, sedikitnya sudah pulhan wartawan yang diorbitkannya, untuk itu kepergiannya menorehkan kesan mendalam bagi mereka yang pernah dekat dengannya.

Basoka, 53. Wartawan Tabloid Sorot, merasa kehilangan sekali atas kepergian taufiq, walau dirinya tidak begitu dekatm, namun sepak tyerjang taufiq di Jember membuatnya selalu angkat topi. Dia orangnya sangat keras, sulit diajak kompromi jika menemukan hal-hakl yang menurutnya tidak benar. Bahkan, kata Pria bertubnuh atletis ini,almarhum banyak memberikan tauladan dalam menggalang kerukunan. " Wach kalau sama Pak taufik , dia senior saya, bahkan dikalangan wartawan dia sangat disegani, maklum selain senior Pak taufik mudah sekali bergaul " katanya.

Hal sama juga disampaikan oleh SDutrisno, 34. Wartawan SKM Radar Minggu ini menganggap taufi sebagai kaka sendiri, dalam kiprahnya menjadi wartawan, sedikit banyak almarhum sering memberikan nasehat-nasehat , agar dirinya menjadi wartawan yang bener-bener punya idialisme, kini dengan kepergian almarhum, Jember kehilangan pekerja jurnalistik terbaiknya " Wach saya memang jauh mas dengan alhamrhum, saya baru saja mengenal almarhum saat mulai menjadi wartawan di jember, almarhum banyak memberikan masukan bagi saya untuk menjadi wartawan yang punya harga diri " katanya.

Ditempat berbeda, Agoes Slameto, Kabag humas Pemkab jember juga merasa kehilangan dengan kepergian almarhum, sebagai sahabat, Agoes begitu kehilangan, terlebih baru beberapa saat lalu dirinya bersama wartawan-wartawan yang ngepos di pemkab sempat berkunjung kerumahnya, saat moment Hari pers nasional, disana almarhum nampak begitu sehat, dan sempat bergurau dengan semua yang mengunjunginya. Saat itu, tidak ada tanda-tanda almarhum akan pergi secepat itu " Wacch kami merasa kehilangan, almarhum kenal saya sejak puluah ntahun lalu, bahkan saya sempat mengunjungi kerumahnya saat hari pers Nasional , februari lalu, almarhum tidak menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan kita semua " ujarnya.

TAUFIQ KIRMANTO
Anak- anak 1. Ita taufani, 29.
2. Ratna Saraswati
3. Taufan Admanugroho.
Istri 1. Sriagustini Andika.( berpisah, sertelah 24 tahun bersama)
2. Siti Aisyah. (istri yang mendampingi saat-saat sulit almarhum)

Baca Selengkapnya...

LOKALISASI PUGER KEMBALI BEROPERASI....??

Masyarakat Kecamatan Puger mulai resah dengan semakin ramainya PSK dan hidung belang yang datang ke Pusat Rehabilitasi, yang terletak di desa besini. Keresahan itu sangat beralsan, sebab pusat esek-esek yang sempat ditutup beberapa tahun lalu kini muali ramai dikunjungi orang.


Pantauan Sorot dilokalisasi , didapatkan beberapa rumah yang dulu sudah ditinggalkan penghuninya kini mulai dipadati pengunjung, bahkan dibeberapa tempat sudah banyak warung yang beroperasi. ini membuktikan, bahwa Lokalisai yang ditutup kini mulai beroperasi lagi.
Sumadi, 34 salah seorang pengunjung kepada wartawan ini menbgatakan, bahwa dirinya selama ini datang , dan selalu ada yang dituju. Bahkan, beberapa saat ini, kondisinya mulai ramai pengunjung. Ketika disinggung mengenai larangan oleh pemerintah kabupaten atas lokalisasi ini, pria yang bertubuh cdeking ini tak tahu menahu, bahkan menurutnya, dirinya hampir setiap bulan mampir kelokalisasi ini " Wach saya sih biasa mas, selain saya harus keliling nagih uang pada penjual yang ada disekitar sini, saya juga melepas lelah disini, lumayan orangnya cantik-cantik mas " ujarnya.

Sementara menurut Abdul Wafi, 24, pemuda sekitar lokasi mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat apapun terkait dengan kembali ramainya lokalisasi, sebab selain banyak petugas yang juga kesini, dirnya sudah sering menyampaikan kepada aparat , namun toh tidak ada perhatian. Untuk itu, dirinya memilih diam, dan melihat dari jauh saja. " Wach percuma mas, toh banyak oknum yang kesini, kalau mereka kesini dan membiarkan , kenapa saya harus sewot" ujarnya.

Sementara, Kepala Sat Pol PP Pemkab Jember, Drs Sunyoto, saat dikonfirmasi tidak ada dikantornya, menurut slah seorang stafnya, Nyoto lagi mengikuti Diklat Pim Tingkat II di Surabaya .(sr)

Baca Selengkapnya...

3.30.2009

DIALOG SOLUTIF ,SEMAKIN RAME




Agenda rutin Bupati Jember Ir.Mza Djalal yang dikemas dalam dialog solutif tampak semakin rame saja. Kalau awalnya acara itu tanpa dibarengi dengan promosi berbagai produk, kali ini acara tersebut mulai dimanfaatkan oleh beberapa produsen untuk memasarkan produknya pada msayarakat.



Kali ini, di Kecamatan Umbulsari, dialog solutif diadakan dilapangan desa Gunungsari. Desa yang dikenal dengan produk jeruknya mulai dipadati undangan sejak pagi hari, sementara Bupati dan rombongan Muspida diperkirakan masuk sekitar pukul 10.00 WIB.

Camat Semboro, Poerwoadi, kepada wartawan menyebutkan , potensi didaerahnya memang dikenal dengan produk jeruknya, selain itu buah salah juga mulai diminati banyak orang. Tidak itu saja, selain dua produk uggulan tadi, Semboro juga dipenui dengan produk-produk unggulan lainnya, seperti kerupuk, dan lainnya. Hal sama juga disampaikan oleh Sudrajat, 25. salah seorang warga desa setempat, dirinya senang dengan agenda rutin yang diadakan Pemerintah kabupaten, selain untuk menambah rangsangan bagi warga untuk terus meningkatkan produktifitasnya, dia juga berharap, agar dialog itu nantinya mampu menjadi problem solving bagi masyarakat. Dia juga berharap, agar apa yang telah dilakukan oleh beberapa wilayah itu kedepan lebih ditingkatkan kualitasnya.

Sementara, Pujo,SH. Camat Wluhan, kepada wartawan mengatakan, ihaknya kebagian giliran minggu ketiga, kini dia dan seluruh elemen masyarakat telah mempersiapkan acara tersebut sebaik-baiknya, selain akan menambah hal-hal yang belum ditampilkan, pihaknya bakal maju dengan tampilan yang sangat berbeda. (sr)

Baca Selengkapnya...

3.29.2009

MENUNGGU EFEK DOMINO BBJ

Gaung pelaksanaan Bulan berkunjung ke Jember (BBJ) mulai marak. Beberapa SKPD yang ditunjuk sebagai tim pelaksana kegiatan tahunan tersebut mulai menampakkan kesibukan yang padat, tak terkecuali Humas Pemkab Jember.


Berbicara Bulan berkunjung ke Jember (BBJ) tentunya perlu melihat asbabunuzul BBJ itu sendiri. Selain kelahiran BBJ yang awalnya dianggap sebagai kegiatan hura-hura, masyarakat Jember belum memahami makna kegiatan BBJ itu sendiri. Mereka selama kegiatan BBJ dilaksanakan belum pernah dijadikan subyek namun baru sebatas obyek saja, jikapun dilibatkan mereka hanya sebatas pada hal-hal yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan substansi kegiatan BBJ itu sendiri.

Dalam setiap kesempatan, sang arsitek BBJ, Ir.MZA Djalal selalu memberikan informasi seputar BBJ. Mulai apa itu BBJ, bagai mana BBJ diharapkan mampu mendongkrak nama Pemkab Jember yang sampai saat ini tetap saja tak pernah dikenal orang karena prestasinya, hingga bagai mana pemerintah berupaya memberikan hiburan bagi masyarakat Jember setiap pelaksanaan BBJ digelar

BBJ..., Apa itu...?

Banyak measyarakat Jember, khususnya masyarakat pinggiran sama sdekali belum mengengetahui apa sebenarnya BBJ itu. Masyarakat selama ini disibukkan dengan upaya pemenuhan ekonomi keluarganya, mereka tahu BBJ ketika konvoi panji-panji BBJ melewati daerahnya. mereka tidak mengetahui apa manfaat BBJ itu bagi diri dan masyarakat lainnya, yang mereka ketahui selama ini hanya, disaat menjelang bulan agusuts, pemerintah kabupaten Jember yang dulu selalu menggelar kegiatan agustusan, kini diubah menjadi kegiatan yang menurut pelaksana lebih mengena, yakni BBJ. Disana , semua potensi Jember dari berbagai wilayah bakal ditampilkan, ya potensi ekonominya, potensi sumber daya manusianya, sampai pada potensi lainnya ,semua diharapkan mampu tampil dengan kekuatan penuh, hingga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara.

namun yang dilupkan oleh pemerintah sampai saat ini adalah, masyarakat Jember sebenarnya jenuh dengan tampilan wajah menor mereka, apa lagi harus dipertontonkan pada orang lain. Sejatinya, masyarakat ingin pemerintah memberikan penguatan kelembagaan pada instrumen perekonomian, hingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, jika pemerintah serius ingin menjual Jember kedaerah luar, banyak syarat yang harus dipenuhi pemerintah, diantaranya adalah, pengelolaan Jember secara lebih profesional yang berorientasi pada kualitas fisik dan non fisiknya. Juga perlu dibenahinya beberapa sarana dan prasarana umum baik jalan, obyek wisata, dan tak kalah pentingnya adalah , di upgradenya mental birokrat, agar tujuan dasar pelaksanaan BBJ itu dapat benar-benar mengangkat nama Jember.

Berbicara Bulan Berkunjung ke Jember, mustahil jika pikiran kita tidak mengarah pada obyek wisata. Sebagai daerah yang memiliki sedikitnya 48 obyek wisata , Pemerintah bisa saja mengawali dengan membangun infrastruktur wisata, selain juga dipenuhinya orang-orang yang mampu mengelola wisata secara profesional. Pemerintah, bisa saja mengadakan dialog dengan stakeholder, seperti agen travel, Persatuan Hotel dan restauran Indonesia, dan masih banyak lagi elemen-elemen lainnya. Ajak mereka bicara dan minta mereka mengkonsep Bagai mana Pariwisata Jember harus bangkit dan mampu bersaing dengan daerah lain. kemudian, pemerintah Kabupaten melalui Kantor Pariwisata bisa mengoptimalkan peran Gus dan Ning Jember, yang keberadaan mereka sebenarnya merupakan asets yang belum dioptimalkan,k untuk mempromosikan Jember dengan konsep mereka masing-masing.

Efek Domino.

Jika apa yang telah dikonsepkan pemerintah, kemudian dibicarakan dengan semua stake holder, paling tidak ada sebuah konsep baru, yang diharapkan mampu membangun wisata jember sesuai keinginan masyarakat semua. Harapan masyarakat, seiring majunya wisata jember dapat mensukseskan bulan berkunjung ke Jember, dengan meningkatkanya tingkat okupasi di hotel-hotel , kemudian bagai mana agen-agen travel di Jember minimal mampu mengajak wisatawan pengguna jasa mereka,untuk sekedar mampir minum teh pokak yang begitu nikmat dan dikenal tersebut, kemudian bagaimana juga agen-agen travel bisa membawa wisatawan untuk sekedar makan siang di rumjah-rumah makan yangb ada. Ini semua bisa dilakukan , asal saja konsep tentang wisata dan menjual Jember benar-benar dilakukan dengan sepenuh hatiu, dengan orientasi membangun dan menjual jember, tanpa ada kepentingan pribadi yang menunggangi kegaiatan yang dibaiayai pemerintah milyaran rupiah tersebut.

Jikka itu yang terjadi, maka efek domino dari kegiatan BBJ bakal ikut dinikmati oleh masyarakat, baik miskin sedang maup[un yang kaya. Disana-sini bakal terjadi kegiatan yang melibatkan seluruh potesni masyarakat, bahkan jika dipantau dan diarahkan dengan benar, tidak menutup kemungkinan, nama Jember bakal lebih gampang dikenal oleh orang dikolong jagad ini(Sar)

Baca Selengkapnya...

PULUHAN HEKTAR HUTAN LINDUNG RUSAK

Puluhan hutan lindung yang berada di kawasan hutan slateng, Ledokombo rusak parah. Kerusakan hutan yang menjadi buferzone itu diduga karena ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Bahkan kerusakan hutan lindung yang diperkirakan mencapai puluhan hektar tersebut diduga sudah lama terjadi. Pantauan tim dilapangan menunjukkan, lokasi hutan lindung sebenarnya tidak jauh dari hutan produksi milik Perhutani, malahan, sangat dekat sekali, karena persis disebelah hutan produksi yang ditandai dengan patok perbatasan sudah menjadi wilayah hutan lindung.

Dilihat dari dekat, tidak sedikit diketemukan lahan mulai gundul, bahkan disana-sini diketemukan potongan-potongan kayu yang baru saja ditebang, lebih mengherankan lagi, sekitar 10 meter dari tumpukan kayu olahan , terdapat tempat pemrosesan kayu. Kondisi hutan , kini semakin membahayakan bagi umat manusia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal disekitar lingkar Hutan.

Ironisnya, rusaknya hutan Lindung tersebut terkesan tidak terpantau oleh petugas Perhutani. Padahal, jalan menuju keareal tersebut, dipastikan melewati pintu yang dijaga oleh petugas perhutani. Md,35 salah seorang masyarakar yang ditemui tim disekitar lokasi ketika dikonfirmasi seputar terjadinya penjarahan dihutan lindung enggan memberikan komentar, dimata laki-laki lusuh tersebut menampakkan ketakutan yang amat sangat. bahkan, ketika salah seorang tim mencoba mengajaknya berbicara lebih jauh, pria tersebut menampik dan keburu pergi meninggalkan tim yang harus bengong sendirian.

Administratur Perhutani KPH Jember sampai berita ini diturunkan belum sempat ditemui, karena pas diluar jam kerja.



Baca Selengkapnya...

KPU JEMBER GELAR KAMPANYE DAMAI

Hari pertama pelaksanaan kampanye terbuka, diisi dengan acara doa bersama, Deklarasi serta Penandatanganan Kampanye dan Pemilu Damai tahun 2009 di Kabupaten Jember

Acara yang digelar di kantor KPUD Jember itu dihadiri oleh semua perwakilan Parpol. Calon Legislatif, Panwas, dan Muspida.
Dalam sambutannya Ketua KPU Jember Sudarisman,Ssos mengatakan, bahwa dalam menghadapi pemilu legslatif kali ini pihaknya berharap agar semua Pertai Politik untuk dapatnya memahami kembali berbagai aturan yang ada, dan KPU akan memfasilitasi pelaksanaan pemilu, agar berjalan damai dan aman, Dia juga menjelaskan bahwa tanggung jawab keamanan pemilu legislative menjadi tanggung jawab Kapolres.
Sementara Kaspolres Jember AKBP Nasri Sik , dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan pemilu ini menjadi tanggung jawab bersama, menjadi tanggung jawab semua pihak, namun tetap dikoordinir oleh Kepolisian, hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang. Dia juga menyebutkan, bahwa pihaknya akan melakukan reviu atas undang-jundang pemilu, agar kita lebih memahami dan mentaati amanat yang diundangkan.
Undang-undang juga mengatur terbentuknya sebuah Komisi pelaksanaan pemilu yang disebut KPU, juga ada Pengawas Pemilu yang kemudian disebut Panwas, dan lain-lainnya. Dan yang tak kalah pentingnya ujar pria yang baru beberapa hari ini menjabat Kapolres Jember adalah Ketertiban social. Dimana disini dimaksudkan agar kita mampu menjaga terjadinya situasi yang tertib, kondusif, dan damai.
Dia juga mengingatkan kepada semua pimpinan Parpol bahwa dilapangan sangat rawan terjadinya konflik, namun demikian dirinya berharap, bagai mana setiap parpol dan para politisinya mampu memanage , hingga tidak terjadi gesekan dilapangan, dengan berbagai cara, salah satunya dengan berpolitik santun. (*)

Baca Selengkapnya...

3.24.2009

PKL , KEMBALI PADATI JALAN PANJAITAN

Gebrakan Sat Pol PP Jember , dengan upaya penertiban pedagang kaki lima, dibeberapa jalan utama tampaknya kembali dianggap enteng pedagang. Itu terlihat , dari semakin banyaknya pedagang kaki lima yang kembali berjualan diluar jam yang telah ditentukan. Padahal, sesuai dengan kesepakatan, pedagang kaki lima diperbolehkan jualan setelah jam 12.00.

Saskia, 21. Pedagang Kaki lima di panjaitan, kepada wartawan mengatakan, kenekadan dirinyas untuk membuka kembalio daganganya diluar jam yang telah dirtentukan, dikarenakan banyaknya tuntutan ekonomi. kalau dirinya berjualan setrelah jam 12, maka waktu jualannya sangat sempit, sementara biaya hidup yang dibutuhkan setiap harinya sangat banyak, Untuk itulah, dirinya terpaksa membuka dagangannya, sambil melihat apa ada petugas atau tidak. JUika ada, terpakasa harus kuci8ng-kucingan dengan petugas.

Sementara,Bp. Teguh, 34. Warga sekitar jalan panjaitan mengatakan, dirinya sangat senang dengan apa yang sudah dilakukan oleh Sat Pol PP. Sel;aion bisa membuat jalan lengang dan lebar, suasana menjadi semakin bersih, namjun dengan dibukanya kembali PKL dijam-jam sibuk, akan memnbuat pengguna jalan kerepotan.

Kepala sat Pol PP Pemkab jember, Drs. Sunyoto menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan PKL itu sanmja saja dengan menantang petugas untuk berlaku lebih keras, makanya jika mereka tetap mokong, pihaknya akan melakukan penggusuran, karena itu sudah dilakukan dengan sengaja. Namun, jika mereka mau diatur, pihaknya akan memberi kesempatan mereka untuk tetap berusaha di Jalan panjaitan. " Nah itu namanya menantang mas, kalau mereka jualan, saya yang beli, artinya kalau mereka sengaja memancing kita untuk represifr, ya kita akan ambnil langkah " ujarnya (*)

Baca Selengkapnya...

BUPATI TINJAU PERSIAPAN PEMILU


Pelaksanaan pemilihan legislatif semakin dekat, berbagai persiapanpun mulai dikebut. Hari ini, selasa 24/3, Bupati beserta jajaran Muspida, KPU, Panwas, dan beberapa insan pers berkesempatan untuk meninjau berbagai persiapan yang telah dilakukan.
Dalam kunjungannya , di Kantor KPUD Jember, Bupati beserta rombongan melihat lihat kondisi alat-alat yang disimpan di gudang KPU. Disana terdapat beberapa kotak suara yang kondisinya sudah tak layak untuk ddigunakan.

Kety Trisetyorini, salah seorang anggota KPUD Jember kepada Bupati menjelaskan, bahwa barang-barang tersebut memang sudah rusak sejak beberapa tahun lalu, dan pihaknya sudah menyampaikan kepada pusat tentang keberadaan barang tersebut. Selain itu, Kety juga menjelaskan, bahwa karena barang itu miliki pusat, maka pihaknya menunggu petunjuk pusat bagai mana memperlakukan barang tersebut.

Mendengar penjelasan Kety, Bupati jember Ir.MZA Djalal menanggapinya dengan serius, bahkan suami Sriwahyuni tersebut menanyakan boleh tidaknya barang tersebut dijual, sebab jika nantinya barang-barang baru datang, justru tidak mendapat tempat yang layak, sementara justru yang rusak mendapatkan tempat " Lho bagai mana kalau barang itu dijual, sebab jika nanti barang yang baru datang, maka akan mengganggu, justru yang rusak dapat tempatm, sementara yang baru tidak dapat " ujarnya.

Tinjau Gudang Surat Suara.
Setelah meninjau kondisi di Kantor KPUD yang ada di Jalan Kalimantan, bupati kemudian diajak meninjau ke gudang surat suara yang ada di jalan Imam Bonjol. Disana orang nomor satu di Jember tersebut sempat melihat bagai mana beberapa tenaga kerja sewaan yang dipekerjakan untuk melipat surat suara, bahkan bupati sempat berdialog dengan pekerja, dan foto bersama.

Kepada wartawan Bupati tidak banyak menyampaikan pendapatnya, dia hanya meminta kepada semua pihak untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. (*)

Baca Selengkapnya...

3.23.2009

GOLKAR YAKIN DUKUNGAN NAIK

Ditengah hingar binggar pertarungan antar partai politik peserta pemilu, tampaknya hanya Partai Golkar yang tidak begitu terpengaruh

Hal ini disebabkan, sebagai partai lama, Golkar begitu percaya diri dengan kemampuan partainya dalam memimpin bangsa Indonesia, terbukti dalam kepemimpinan Golkar,. Bangsa Indonesia ada dalam kondisi yang setabil, masyarakat tidak dipusingkan dengan situasi ekonomi yang carut marut, seperti saat ini. Hal itu disampaikan oleh H. Machmud Sardjujono, koordinator Daerah Pemilihan IV( Jember, Lumajang ) dikediamannya, sabtu 20/3 pagi. Menurutnya, Golkar sebagai Partai dengan pengalaman politik paling lama, tidak begitu goyah dengan gencarnya partai-partai baru menebar pesona melalui jargon-jargon politiknya. Golkar saat ini, hanya akan melakukan perbaikan citra Partainya, setelah beberapa tahun terakhir mengalami penjatuhan pamor.

Machmud, juga menjelaskan, sejak era reformasi di tahun 1998 lalu, Golkar merupakan satu-satunya Partai yang menjadi sasaran fitnah oleh berbagai pihak, namun semuanya tidak banyak mengalami perubahan, ditahun 2004, Golkar kembali menjadi pemenang pemilu. Itu artinya, masyarakat sangat faham dengan kualitas Partai Golkar dalam memimpin Bangsa ini. Selanjutnya kata Machmud, partai Golkar juga tidak akan banyak obral janji, melainkan akan menunjukkan bukti-bukti yang ditargetkan.

Dia mencontohkan, saat Pemilu tahun 1999, Partai Golkar memang dihabisi, disana-sini kader Golkar dijadikan sasaran tembak, namun upaya mereka untuk menghabisi Golkar tidak berhasil, tahun itu, Golkar memang sempat mengalami penurunan , namun tidak untuk pemilu 2004, walau saat itu Golkar masih menjadi sasaran penjatuhan citra, namun masyarakat mulai menyadari, ternyata partasi Politik Pemenang Pemilu tak mampu mensejahterakan rakyatnya, terbukti dalam peerjalanannya terjadi pergantian kepemimpinan nasional. Bahkan, saat seelah digantikannyapun, kondisi bangsa ini belum juga lebih baik, makanya pada tahun itu ( tahun 2004) Golkar justru mulai mendapat dukungan kembali, hingga Golkar menjadi pemenang Pemilu tahun 2004.

Datangkan Surya Paloh.
Kepada wartawan , mantan Ketua DPD II Partai Golkar Jember ini juga menyatakan, bahwa untuk Kampanye Nasional yang akan dilaksanakan hari senin, 22/3 lusa, pihaknya mendatangkan Dewan Penasehat Partai yakni, Surya Paloh. Kampanye bakal diadakan di Gedung GOR PKPSO yang berkapasitas sekitar 6000 orang.

Dijadualkan, Surya Paloh dan rombongan anak mendarat di lapangan Bola Imam Bonjol, yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari kediamannya. Rombongan akan tranjsit sejenak beberapa menit, meudian tepat sekitar pukul 10.00 WIB, Surya paloh menuju GOR PKPSO. Di depan Pintu Gor, Surya paloh bakal disambut dengan Reog Ponorogo, kemudian saat sampai didalam beberapa kader Golkar akan menyambutnya dengan tarian jimbe.
Ketika disinggung mengenai peluang partainya untuk menang dalam Pileg tahun ini, politikus gaek itu mengatakan, kalau untuk Jember dirinya belum yakin, namun tidak terlalu jelek-jelek amat, namun untuk Jawa timut, dirinya memprediksi ada kenaikan dari 15% menjaadi 19%, sementara untuk nasional , dirinya yakin kalau partainya bakal mempeoleh dukungan yang signifikan. “ Wach,saya masih yakin kalau secara nasional Golkar masih diperhitungkan, untuk Jatim dirinya mematok 19%, sementara untuk di Jember dirinya mengaku tidak akan terlalu jauh dari kemarin “(*)


Baca Selengkapnya...

3.20.2009

Sat Pol PP JARING PELAJAR MBOLOS

Terobosan demi terobosan yang dilakukan Satuan Polisi pamong Praja, Pemkab Jember semakin mendapat dukungan dari masyarakat. Hal itu terlihat ketika Sat Pol PP melakukan operasi terhadap beberapa rental komputere dan enternet di daerah kampus universitas Jember, kamis 19/3 lalu. Hasilnya sedikitnya empat pelajar yang masih duduk dibanghku SMP terjaring.

Keempat pelajar nakal tersebut terjaring ketika , Sat Pol PP dibawah kendali mantan camat Ajung Drs Sunyoto menggelar aksi penertiban. Keempat pelajar tersebut kemudian diamankan untuk kemudian diberi pembinaan di kantor Sat Pol PP.

Kepada Sorot , Nyooto demikian dia dipanggil membenasrkan kalau stafnya telah menggelar penertiban dan menjaring 4 pelajar yang ketangkap basah tidak sekolah. Namun, dia enggan untuk menyebutkan dari mana pelajar tersebut, yang pasti mereka kini telah diberi pengarahan dan berjanjki tidak akan mengulangi lagi " Ya, sudah lah, kita nggak perlu dari mana sekolah mereka, tapi benar kami telah menjaring empat pelajar yang ketangkap basah bermain game ketika jam sekolah, mereka sudah diberi pengarahan " ujarnya.

Sementara Mulyadi, 45 salah seorang warga disekitar rental mengatakan, biasanya banyak pelajar yang mbolos dan main game, tapi kebetulan hari itu kok agak sepi, mungkin ada bocoran, sehingga yang terjaring sedikit sekali. " Wach ini masih sedikit mas, biasanya banyak sekali anak-anak baik SMP maupun SMA yang mbolos main game, bahkan ada yang SD " katanya.(*)


Baca Selengkapnya...

Gandeng Telkom,Pemkab Gelar Gerakan Sejuta Pohon

Dampak meluapnya kali Tanggul yang menenggelamkan dua desa, masing-masing Desa keraton, dan Desa paseban , kecamatan kencong, tampaknya membuat Pemerintah kabupaten mengambil langkah cepat.

Guna mengantisipasi terjadinya banjir ditahun yang akan datang, pemerintah Kabupaten melalui kantor Lingkungan hidup menggandeng beberapa mitra kerjanya seperti PT Telkom dan Perum Perhutani Jember, menggelar penanaman sejuta pohon di kedua desa yang terkena banjir beberapa bulan lalu.

Kepala ka
ntor Lingkungan Hidup Jember Drs.H. Achmad Hariyadi dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kebijaksanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan , dan telah ditetapkan dalam Rencana pembangunan jangka Menengah Nasional, telah memberikan arah bahwa proses dan pelaksanaan pembangunan hendaknya selalu memikirkan dampak lingkungan.

Dia juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertitik tolak pada kondisi tanah gembur yang didukung banyaknya sungai maupun anak sungai di kabupaten Jember, sehingga disaat musim hujan sering terjadi bencana alam, khususnya bencana tanh longsor maupun banjir yang merusak bangunan-bangunan milik masyarakat, pemerintah maupun swasta. Untuk hal itulah langkah awal dalam menangani dampak bencana alam adalah dengan melaksanakan Gerakan Sejuta Pohon.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah, menjaga kelestarian lingkungan hidup, meningkatkan mutu lingkungan hidup, menciptakan lingkungan yang sehat , asri dan sejuk dan melestarikan, mengembangkan tanaman langka dan tanaman khas daerah. Dan yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat , mendorong kepedulian masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif terhadap pelestarian lingkungan hidup, serta memperbaiki dan menjaga iklim mikro, nilai estetika dan fungsi resapan air , yang mampu menjaga keseimbangan dan keserasian lingkungan.

Sementara, Bupati Jember Ir.MZA Djalal dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekab Jember Drs.Ec Djoewito mengatakan, terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan terselenggaranya kegiatan Gerakan sejuta Pohon. Selanjutnya, Bupati juga menjelaskan dampak yang ditimbulkan akibat jebolnya tangkis Kali Tanggul yang kemudian merendam dua desa.

Dengan kegiatan ini, Bupati berharap agar tahun depan persoalan jebolnya tangkis tidak bakalan terjadi, sebab, masyarakat yang terdiri dari perangkat desa yang ada di Seluruh Kecamatan kencong, Tokoh Masyarakat kedua desa, Kelompok PKK, Karang Taruna, pramuka/pelajar/Kelompok HIPA Deswaq Paseban, yang telah bersama-sama menanam Pohon-pohon seperti Ketepeng 1000 pohon, Mahoni 5500 pohon, Trembesi 1000 pohon, Sawo Kecik 1000 pohon, dan Mangga 800 pohon. (*)

Baca Selengkapnya...

3.19.2009

Bakal Jadi Sekolah Inti

Entah bagai mana senengnya semua komponen yang terkait di SD Negeri Sumberjati 01. Sejak ditetapkan bakal menjadi sekolah Inti untuk gugus II di kecamatan Silo, semua pihak merasa semakin terpacu, bahkan dalam pertemuan dengan komite beberapa saat lalu, banyak hal yang dihasilkan, seperti rencana pengadaan 10 unit computer, juga mengadakan kerja sama dengan Pondok pesantren Darul Istiqomah Pakuniran Bondowoso, untuk pembelajaran bahasa Ingris dan bahasa Arab. Pihak Ponmdok mengirimkan dua santrinya yang menguasai materi itu , dan ditugaskan mengabdi pada sekolah .

Selain itu, pihaknya juga lebih menekankan pada perbaikan, kualitas pengajaran, dengan lebih memperbanyak pengayaan materi, dan latihan-latihan. Menurutnya, hal itu dilakukan agar tahun ini bisa tetap mempertahankan posisi sebagai pemegang rangking ke II dalam UAN se Kecamatan, bahkan kalau bias menembus sampai tingkat kabupaten. " Sekarang sudah mulai dilakukan perbaikan-perbaikan mas, utanmanya dalam kualitas belajar mengajar, kita harus bias mempertahankan posisi tahun lalau sebagai nomor dua terbaik UAN se Kecamatan Silo, bahkan kalau perlu sampai ke tingkat kabupaten.(Jum)



Baca Selengkapnya...

Murid Was-Was Gedungnya Longsor

Drs. Suparnoto : " Kami Berpacu Dalam Keterbatasan"

Letaknya sih memang di desa, tepatnya di desa Sumberjati, Kecamatan Silo. Jarak dari pusat kota Jember , sekitar 27 Km. Namun, soal semangat dan prestasi jangan diremehkan. Itulah yang kini jadi tekad seluruh komponen yang ada di sana. Baik guru, siswa, orang tua dan pengurus komite sekolah. Mereka bertekad untuk menjadikan SD Negeri Sumberjati 01 menjadi sekolah inti atau unggulan untuk wilayah Kecamatan Silo. Obsesi itu tidak berlebihan. Sebab, jauh sebelumnya sejak lebih satu tahun lalu, Kepala Sekolah yang baru Drs.Suparnoto mencoba melakukan evaluasi atas perjalanan prestasi sekolahnya. Sebabagi sekolah tertua di desa itu, SD Sumberjati bertekad untuk memiliki prestasi yang lebih jika dibandingkan dengan sekolah lainnya. Keinginan itu kemudian disampaikan kepada seluruh staf, guru , juga komite sekolah, walhasil gayung bersambut, keinginan itu menjadi sebuah target yang harus dicapai dalam kurun waktu 2 tahun mendatang.

Untuk memulai membangun kepercayaan masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinnya, Suparnoto menerapkan berbagai aturan yang harus diikuti secara sadar oleh semua komponen. Pertama dia menerapkan disiplin kerja, kemudian mengarah pada disiplin mengajar, dan belajar. Untuk mengmbangi semua itu, pihaknya juga membuat kegiatan pra kegiatan bel;ajar mengajar, yakni senam pagi Indonesia , yang selalu dilaksanakan 15 menit sebelum jam 07.00 Wib. Setelah itu, semua siswa dan guru membaca doa-doa dari ayat-ayat alquran ( surat-suarat pendek ) , untuk urusan yang ini, akan dipandu oleh guru agama. Dan itu dilakukan setiap hari sekolah. Dia juga menjelaskan, kalau sekolahnya saat ini sebenarnya dalam kondisi rawan, sebab dibagian belakang yang berbatasan dengan sungai, tampaknya sedang mengalami penggerusan oleh derasnya air. Untuk itu, dirinya sangat kawatir jika hujan deras bakal membuat bangunannya tergerus dan longsor, yang akan membuat susah murid-murid. Selain itu, untuk mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar, disekolahnya masih kekurangan 3 lokal. Itupun bisa dipenuhi jika pembangunannya di tingkat. Makanya, pihak sekolah ingin pemerintah meninjau langsung kondisi sekolah kami " Gini mas, kondisi sekolah ini sebenarnya rawan, itu lho yang belakang takut longsor " ujarnya.

Baca Selengkapnya...

Ir. Merwin, Bertekad Tingkatkan Kualitas Sarpras

Profil edisi ini , merupakan sosok perempuan yang punya style dan brain cerdas. Walau masih tergolong muda, prestasi ibu dua anak itu cukup moncer. Buktinya, Bupati memberikan kepercayaan padanya untuk memimpin sebuah institusi dengan seabrek pekerjaan.

Awalnya, banyak pihak yang meragukan kemampuan perempuan cantik ini. Dengan dalih jam terbangnya masih minim, ditambah lagi belum pernah menjabat orang nomor satu di eselon III, naiknya Merwin sebagai Kepala Dinas PU Cipta Karya , sempat diragukan. Namun, tidak demikian dengan koleganya sesama pejabat di jajaran Pemkab. Perempuan yang pernah duduk di Bapekab itu dianggap memiliki kompetensi untuk memimpin unit kerja tersebut, selain itu dia juga punya basic yang pas dengan unit kerja yang dipimpinnya.

Kepada Sorot yang menemui di ruang kerjanya yang tertata rapi, Merwin terlihat begitu wibawa, smart dan penuh ide. " Selamat ya Bu, mudah-mudahan tidak mengganggu aktivitas " " Selamat pagi, wah terima kasih lho, saya dikunjungi, namun saya belum bisa berkomentar banyak lho, kan kita harus benah-benah dulu, maklum kantor baru lho.." katanya lembut.Berbicara pekerjaan, perempuan satu ini tampaknya tak ingin berandai-andai dan muluk-muluk. Dia hanya ingin menjalankan amanah ini dengan semaksimal mungkin, sesuai dengan tupoksi yang dimilikinya. Dia mengatakan, kalau Ciptakarya itu memiliki 4 bidang, pertama Tata Bangunan dan Perijinan, Tata Kota dan Pedesaan, Kebersihan dan PJU dan yang terakhir bidang Pemukiman dan Perumahan.

Untuk tata bangunan, langkah awal yang dilakoninya adalah mulai melakukan penertiban dan mempercepat proses perijinan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Menurut Merwin, prosedur pengurusan IMB melalui tahapan dari desa/kelurahan, kecamatan dan setelah dilengkapi persyaratannya akan segera di survey. Apabila tidak menemui kendala di lapangan, maka IMB bisa segera diterbitkan, tentang biaya yang ditetapkan maka di bayar sesuai Perda. "Kami akan segera mensosialisasikan cara memperoleh IMB dengan mudah kepada masyarakat, terutama di tingkat desa di seluruh kecamatan" ujar Merwin.

Dijelaskannya, perencanaan dengan titik berat penataan ruang dilakukan melalui penertiban ijin-ijin bangunan dengan kesesuaian fungsi kawasan, wilayah maupun kegiatan-kegiatan bangunan dalam kawasan yang bermuara untuk keserasian dan keseimbangan terhadap lingkungan akibat pembangunan yang terkendali. Selain itu, kata Merwin, pihaknya juga berupaya mendorong peran-serta swasta dalam pemeliharaan dan pengelolaan taman dan keindahan kota.

Untuk peningkatan peran-serta masyarakat dan pelayanan air bersih, utamanya pedesaan yang masih mencapai 24 persen . Dia memproyeksikan 5 tahun ke depan, bisa mencapai 40 persen. "Dan untuk kota, ketersediaannya untuk 5 tahun ke depan diharapkan bisa mencapai 80 persen", tegasnya.Pada tahun 2009 ini, yang paling menjadi perhatian Merwin adalah masalah sampah (kebersihan) dan sebagai pilot project ada 3 kecamatan kota (Kec. Sumbersari, Kaliwates dan Patrang, red). "Pengelolaan sampah akan kami lakukan pada sumbernya dengan harapan Jember menjadi bersih dari sampah", katanya.

Lebih lanjut mantan Kabid Lingkungan Hidup pada DKLH itu menjelaskan, DPU Cipta Karya saat ini terus berupaya penuh untuk meningkatkan kualitas pembangunan, penataan ruang dan pengendalian standard bangunan yang berwawasan lingkungan. Merwin berharap, masyarakat juga memiliki kepekaan dan kepedulian untuk turut menjaga sarana dan prasarana kebersihan, baik itu tempat sampah, pohon peneduh dan sebagainya. "Kami berharap peran serta dan partisipasi aktif masyarakat karena yang kita laksanakan juga untuk kesejahteraan masyarakat,", pungkasnya.

Sementara itu, senada dengan Merwin, Sekretaris DPU Cipta Karya, Moh Hasyim mengatakan terkait sebagai lembaga baru, pihaknya saat ini sedang menggiatkan konsolidasi, menginventarisir SDM serta sarana dan prasarana. "Dalam konsolidasi itu, kami memberikan pemahaman pada seluruh staf tentang lembaga yang baru, utamanya menyangkut tupoksi" tegasnya.


Baca Selengkapnya...

Ide Cerdas Membangun Jember

Membangun Jember, kota yang dulu dikenal dengan emas hijaunya tidaklah gampang. Dibutuhkan keberanian, ide-ide cerdas agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan. Heterogenitas masyarakat Jember, membutuhkan pemimpin yang mampu merangkul semuanya.

Peran Pimpinan sebagai pengayom hendaknya dimiliki oleh siapapun pemimpin Jember. Ya. Kali ini Putra asal pulau garam Madura, Ir. MZA Djalal tampak cukup berhasil menjalankan fungsinya sebagai Kepala pemerintahan, Bapak dan Pengayom. Ide-idenya yang kadang kontroversi ternyata baru bisa dilihat keberhasilannya beberapa saat kemudian. Lihat saja, bagai mana dia menggulirkan konsep menjual Jember melalui penggalian potensi yang dikemas dalam Bulan Berkunjung Ke Jember. Walau awalnya mendapat kritikan, bahkan cemohan dari berbagai pihak. Suami Sriwahyuni itu tetap pada pendiriannya. BBJ yang dianggap menghambur-hamburkan anggaran SKPD , mengkaburkan sikap Nasionalisme masyarakat karena tak adanya kegiatan agustusan , kini mulai menuai hasil. Beberapa obyek wisata di Jember mulai dilirik investor , bahkan sikap "Mbidegnya " ketika merobah bentuk jalan didepan Masjid Al baitul amin, alun-alun kota , saat inipun juga mulai dirasakan manfatnya.

Lihat saja bagai mana indahnya alun-alun kota Jember, saat malam merambat. Disana terlihat masyarakat Jember menjadikan alun-alun sebagai tempat wisata keluarga. Masyarakat banyak berdatangan sekedar melepas penat setelah seharian bekerja. Sambil menikmati hangatnya kopi seduhan Mbak Pur, dan lezatnya nasi goreng semakin membuat semarak kota Jember. Belum lagi, berapa orang yang memanfaatkan pembangunan sarana tersebut,untuk berjualan , mengais rejeki diantara berduyunnya masyarakat .

Ya, ide cerdas itulah yang perku kita dukung. Kerja keras dan sikap konsiten dalam memperjuangkan nasib wong cilik perlu di dukung dalam membangun Jember. Kita tidak ingin Jember tercabik-cabik. Kita tidak kepengin Jember jadi kota yang menakutkan banyak pihak, terlebih kita tidak ingin Jember menjadi kota yang digunjingkan karena kumuhnya, karena kegalakan premannya, dan kita tak ingin Jember menjadi kota yang dipenuhi para pramunikmat.

Pembangunan empat bidang sekala prioritas yang menjadi program utama pemerintahan MZA Djalal, satu demi satu menunjukkan hasil yang membanggakan. Pembangunan infrastruktur jalan kini mulai dirasakan masyarakat dipelosok desa. Jalan poros antara Kecamatan Ledokombo dan Kecamatan umberjambe kini mulai mulus, walaupun baru sebagian. Perbaikan saluran irigasi , yang diharapkan mampu meringankan petani juga sudah diwujudkan. Rasyid dan kawan-kawannya tak sedikitpun melewatkan program terebut , karena komitmennya untuk memberikan layanan terbaik pada masyarakat. Demikian halnya dibidang Pendidikan.

Berbagai penghargaan baik tingkal regional maupun Nasionalpun telah diraih. Penghargaan Widyakrama salah satu bukti bahwa pembangunan bidang pendidikanpun mulai berjalan step by step. Namun, walaupun sudah menraih berbagai penghargaan tidak membuat Achmad Sudiono, Kepala Dinas Pendidikan puas. Dia justru menganggap masih banyak persoalan pendidikan yang harus dituntaskan. Dengan penghargaan itu, menjadikan dirinya dan seluruh elemen masyarakat yang mendukung terselenggaranya program pendidikan semakin terlecut.

Kini, hanya tinggal beberapa saat saja. Program-program yang dulu pernah dijanjikan oleh Cak Djalal masih belum semua terseselsaikan. Masyarakat Kecamatan yang ada diujung utara masih mengalami kesulitan penerangan, masih mengalami kesulitan Pupuk. An ini, merupakan Pekerjaan Rumah yang harus segera diselsaikan. Gar, masyarakat dapat menikmati buah perjuangannya selama ini.(*)



Baca Selengkapnya...

Perlu Sosialisasi.

Larangan untuk tidak melakukan perkawinan pada anak –anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Semua pihak memiliki tanggung jawab. Terlebih, pihak-pihak yang memiliki otoritas khusus , hendaknya bersikap tegas. Jangan lagi menggadaikan nasib generasi muda ini hanya karena "Pakewuh", hanya karena materi yang tidak seberapa. Demikian halnya, peran guru-guru di wilayah, baik guru sekolah, guru ngaji maupun ulama, sangat berperan dalam mengeleminir terjadinya perkawinan dini. Departemen agama, bisa saja menggandeng beberapa LSM yang bergerak dalam perlindungan perempuan untuk melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman dampak terjadinya perkawinan dini tersebut. Pergunakan media-media yang ada baik cetak maupun elektronik agar sosialisasi dapat diterima dan dipahami masyarakat.

Seperti kita ketahui bersama, dalam urusan menciptakan generasi muda berkualitas, perempuan memiliki posisi menentukan. Di usia 18 tahun perkembangan fisik , pshichys , dan reproduksi perempuan mencapai kematangan. Dengan demikian jika perkawinan terjadi pada usia tersebut , secara alamiah perempuan sudah cukup matang untuk melakukan proses-proses alamiah tersebut, ditambah lagi dengan kematangan pasangannya , maka dapat dipastikan bakal melahirkan generasi-generasi yang berkualitas.

Kalau melihat uraian tersebut diatas , pemerintah hendaknya perlu melakukan langkah-lanngkah antisipatif agar kasus Ulfa dan Syeh Puji tidak terjadi. Pertama, pemerintah melalui Departemen agama melakukan sosialisasi aturan yang dibakukan tersebut untuk difahami dan dipatuhi oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa. Kedua, pemerintah melalui aparaturnya ditingkat bawah ( modin ), untuk menolak usulan perkawinan jika diindikasikan terjadi manipulasi umur. Untuk itulah, persyaratan bagi berlangsungnya pernikahan harus melampirkan Akta kelahiran, atau surat kelahiran yang dilegitimiasi oleh pejabat yang berwenang. Jika toh ternyata ada upaya memanipulasi, maka perlu memberikan sangsi tegas kepada semua pihak yang terkait. Ketiga, pemerintah hendaknya memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang berupaya untuk memaksakan perkawinan pada anak usia dini dengan memberikan sangsi, baik administrative bagi yang ada dibirokrasi, maupun sangsi hukuman penjara bagi mereka diluar birokrasi. Hal itu dimaksudkan agar, upaya pemerintah untuk memberikan jaminan hukum kepada perempuan-perempuan usia dini benar-benar terwujud.Langkah antisipatif diatas dapat memberikan jalan keluar bagi terciptanya generasi muda yang lebih berkualitas, baik secara fisik dan psichys. Dan yang terpenting, diterapkannya aturan tersebut, memberikan keuntungan bagi perempuan , bukan lagi jadi pihak yang selalu dirugikan,sebaliknya dengan diterapkannya aturan tersebut, menjadikan posisi perempuan semakin diuntungkan. Dengan demikian, upaya perbaikan kualitas generasi dapat diwujudkan. Dan tak salah jika ternyata perempuan merupakan factor penentu bagi terjaminnhya kualitas sumber daya manusia. (*)



Baca Selengkapnya...

SD Kepatihan I Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Sabtu (7/3) yang cerah, tidak seperti biasanya, seluruh siswa/i SDN Kepatihan I Jember memakai busana muslim. Meski Maulid Nabi Muhammad SAW baru jatuh hari Senin (9/3), karena hari itu libur maka peringatan dilakukan hari Sabtu. Mereka memperingati Maulid nabi Muhammad SAW bersama semua guru dan kepala sekolah. Tema peringatan yang diusung kali ini adalah Nabi Muhammad teladan seluruh umat. Acara ini diadakan tiap tahun dihalaman sekolah, sementara siswa/i meskipun panas tetap mengikuti ceramah tentang keteladanan Nabi Muhammad.

Kepala Sekolah SDN Kepatihan I Jember, Hj Retno Edowati, Spd mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sangat penting artinya bagi siswa/i. Bahwa selain punya prestasi akademik, punya skill yang hebat tetap yang lebih penting adalah siswa/i harus punya ahklaq kulkarimah sesuai teladan Nabi besar Muhammad SAW. Apapun yang terjadi, generasi penerus kita jangan sampai hanya sekedar mengejar ilmu akademik. Tapi mereka juga harus dibekali pula dengan ahklaq yang baik, yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.Makanya tiap tahun selalu ada peringatan hari-hari besar agama Islam, ini dimaksudkan agar semua anak didik bisa memahami dan mengerti tentang agama Islam. Jangan sampai mereka menjadi pintar tapi kurang memahami tentang agama, ini akan membahayakan bagi anak itu sendiri maupun bangsa dan negara.

Tampak siswa/i sedang mendengarkan ceramah agama, untuk membuat siswa/i semakin tertarik mendengarkan ceramah. Mereka juga diwajibkan untuk membuat semacam laporan tentang cerita keteladanan Nabi Muhammad SAW. Makanya meski dibawah panas matahari, mereka tetap mendengar dengan tenang ceramah agama. Tapi dasar anak, ada juga yang bermain sendiri, lempar-lemparan kertas dengan sesama temannya.

Usai mengikuti ceramah tentang keteladanan Nabi Muhammad, saat pulang anak-anak juga mengumpulkan kertas yang dibuat alas duduk untuk dibuang ke tempat sampah. "Anak-anak melakukan itu untuk belajar bertanggung jawab pada diri sendiri maupun pada orang lain. Mereka sadar kalau bersih itu sebagian dari pada iman," kata Hj Retno.(dew)Kematangan PerempuanSebagai Penentu Kualitas SDMKonon banyak orang bilang perempuan merupakan factor penentu bagi kualitas sumber daya manusia. Pendapat itu cukup beralasan. Sebab, didalam alquran sendiri disebutkan, selain perempuan sebagai benteng bagi keberadaan manusia didunia, disana juga disebutkan, kalau perempuannya baik, niscaya dunia ini akan baik juga.

Diera moderen, peran perempuan semakin memiliki posisi strategis, untuk itu dari masa kemasa, keberadaan perempuan dituntut untuk semakin memiliki kualitas sumber daya yang mumpuni. Termasuk didalamnya, perempuan harus berani meng-upgrade dirinya , dalam upaya perbaikan kualitas generasi.

Kabar tidak sedap menyangkut perkawinan usia dini yang dilakukan oleh Syeh Puji terhadap Lutfiah Ulfa , menggugah berbagai elemen untuk berkomentar , terkait lazim tidaknya perkawinan tersebut. Kalau dilihat dari sejarah perkawinan yang terjadi di Indonesia pada umumnya, khsusus di Jawa, wabil khusus di Jawa timur, kasus perkawinan yang dilakukan Ulfa, bukanlah hal aneh. Bahkan kalau semua pihak mau jujur, termasuk didalamnya lembaga yang selama ini getol melakukan penekanan terhadap Syeh Puji, kasus serupa banyak sekali terjadi. Di Jemberpun bisa jadi akan diketemukan Ulfa-ulfa lain yang justru lebih tragis hidupnya pasca mereka dikawinkan.

Saya sepakat dengan langkah yang diambil Kak Seto Mulyadi, dkk. Sepakat saya terletak pada nawaitu mereka untuk memberikan perlindungan bagi perempuan-perempuan korban gengsi maupun kultur. Namun demikian, saya juga berharap agar apa yang dilakukan kak Seto dengan Lembaganya itu tidak hanya pada Ulfah yang kebetulan dikawin oleh Syeh Puji yang bergelimang duit. Tapi, lebih pada sikap konsisten lembaga tersebut pada kasus-kasus serupa. Sebab, untuk melakukan penegakkan Undang-undang Perkawinan tidak hanya terbatas kasus yang kebetulan menimpa Syeh Puji yang kaya raya itu. Namun, harus untuk semua orang dan golongan.

Lembaga semacam Komnas Ham hendaknya perlu melakukan investigasi kedesa-desa , yang disinyalir marak terjadinya perkawinan Usia Dini. Komnas Ham perlu merangkul LSM-LSM Perempuan untuk menggali data, melakukan investigasi, kemudian melakukan pendampingan-pendampingan kepada korban-korban kawin dini tersebut, Komnas Ham bisa meminta Pemerintah untuk memfasilitasinya. Kadang , ketika melihat tayangan di Televisi ,saya sempat tertawa ketika menyaksikan debat kusir antara pihak yang tidak menyetujui perkawinan ala Syeh Puji, dengan pelaku ( Syeh Puji ). Memang secara hukum syariah , yang diperbolehkan untuk dikawin itu adalah perempuan yang sudah mengalami menstruasi, disana tidak disebutkan secara spesifik tentang batasan minimal usia. Namun disisi lain, Undang-undang Perkawinan menyebutkan, batasan minimal perempuan yang diperbolehkan kawin adalah 19 tahun bagi perempuan dan 21 tahun bagi laki-laki. Batasan itu diberikan , agar kedua pihak yang bakal melaksanakan perkawinan sudah memiliki kematangan baik secara biologis maupun pishichologis.

Perempuan, saat mengalami menstruasi secara bilogis memang dikatakan matang, namun kondisi tersebut belum menjamin kematangan alat-alat reproduksi mereka. Terlebih, ketika perkawinan tersebut hanya dikarenakan factor yang irasional, seperti karena adat suatu daerah, karena takut malu dan sebagainya, tanpa didukung dengan persiapan-persiapan lain seperti persyaratan ekonomis. Jika itu yang terjadi, dapat dipastikan perkawinan itu bakalan tidak langgeng. Banyak fakta yang terjadi. Di salah satu Desa di Kecamatan Wilayah Utara, ada beberapa perempuan yang baru lulus SD , kemudian dikawinkan , karena terlanjur diminta. Usut punya usut ternyata , pihak laki –lakinya juga masih bau kencur, tidak tamat sekolah, tidak punya skill, juga tidak punya peklerjaan tetap. Wal hasil perkawinan yang kemudian menurunkan generasi baru itu, hidup dalam kesusahan. Mereka dililit persoalan ekonomi, percekcokan sering terjadi. Bahkan dari hari-kehari, percekcokan semakin tajam. Sementara pihak orang tua yang dulu begitu getol mengawinkan anaknya, tiba-tiba berinisiatip untuk memisahkan kedua pasangan bau kencur tersebut. Beruntung , perpisahan tidak terjadi. Setelah ada pihak yang kemudian mengajak si suami untuk bekerja.

Baca Selengkapnya...

Pancing Minat Wisata, Jember Gelar Pameran Durian

Upaya pemerintah untuk meningkatkan ekenomi masyarakat patut diacungi jempol. Pasalnya, setelah sukses menggelar kontes durian di Kecamatan Sumberjambe tahun lalu, kini pemerintah kembali mengggelar pameran durian yang bertempat outlet Jubung. 28-7 februari 2008.Besarnya potensi pertanian, khsususnya buah di Kabupaten Jember, sangat disayangkan jika tidak dimaksimalkan. Potensi durian Sumberjambe tidak bakalan dikenal oleh masyarakat luar Jember jika pemerintah tidak memiliki inisiatif untuk menggelar promo melalui pameran. Selain itu, kekhasan rasa durian Sumberjambe yang mampu membuat lidah bergoyang rege memang membutuhkan perjuangan yang keras, salah satunya adalah dengan menggelar promo seperti ini. Jenis durian Sumberjambe yang dikenal legit dan nikmat yang dipamjerkan selama seminggu adalah , Durian Sikasur, Durian Sipelor, Durian si Belanda, Durian Fatima dan masih banyak lagi jenis durian yang mampu menggoyang lidah penikmatnya.

Bupati Jember Ir.MZA Djalal melalui Kabag humas Pemkab Jember Drs Agoes Slameto mengatakan, Promo ini merupakan Warming Up (Pemanasan) bagi petani serta Pemkab melalui Kecamatan yang melakukan kolaborasi dengan pihak Kadin, Koperasi Samarot dan otomotif. Ini dilakukan untuk mengenalkan potensi pertanian kabupaten Jember di kancah nasional, bahkan internasional."Ini merupakan upaya dari pemerintah untuk meningkatkan derajad hidup dari masyarakat Jember,"tambah Agoes.

Menurut Camat Sumber Jambe, Abdul Kadir, harapan dari digelarnya pameran di Jember Outlet ini bisa meningkatkan pendapatan petani buah durian, selain membantu mempermudah pemasarannya. "Dengan pasar raya durian ini kita berusaha menarik perhatian para maniak buah durian supaya datang ke Sumber Jambe," tegasnya.Kadir juga mengatakan, durian Sumber Jambe memiliki varietas yang khas dan banyak diminati oleh masyarakat Jember, bahkan sangat diminati oleh penggemar durian tingkat regional. "Kita mengajak masyarakat Jember dan di luar jember, supaya berkunjung ke Sumber Jambe, karena di sini banyak buah durian yang memiliki rasa yang khas terutama durian-durian varietas unggul yang pohonnya berumur antara 100 sampai 200 tahun," ungkapnya

Amir, anggota koperasi Samarot mengemukakan, promo ini bertujuan mendongkrak perekonomian masyarakat petani durian di kab. Jember, khususnya masyarakat petani durian kec. Sumberjambe. Format promo tersebut, lanjut Amir, berbeda dengan kontes durian. Jika dalam kontes durian masyarakat datang untuk ikut lomba.

Sementara, pada kegiatan promo ini, masyarakat datang untuk berbelanja dan menikmati kelezatan buah durian yang dijual oleh para petani durian. "penggemar di outlet ini, akan sangat dimanjakan oleh aneka macam durian" terangnya. Disamping harga yang tidak jauh berbeda dengan harga di pasar tradisional, lanjut Amir. Pihaknya menengarai, Jember Outlet ini diprediksi akan ramai. Mengingat ketenaran durian Sumber Jambe tidak hanya dikenal oleh pribumi Jember saja. Bahkan, wisatawan sekaligus konsumen durian Sumber Jambe juga berasal dari Surabaya, Bondowoso, Probolinggo, dan Lumajang. Penyedia buah durian dalam promo tersebut berasal dari desa-desa penghasil durian.

Selain itu, di Jember Outlet juga menyediakan jajanan atau dodol yang berbahan asli dari durian, produk ini adalah kreasi dan kerjasama antara petani dan tim penggerak PKK kecamatan sumberjambe. Maka dengan event ini, para petani durian khususnya anggota Koperasi Samarot sangat berharap agar event-event pameran semacam ini dapat terus dilaksanakan, serta difasilitasi oleh Pemkab, sehingga bisa mendongkrak ekonomi petani, sekaligus mempromosikan Kabupaten Jember di kalangan masyarakat pencinta Durian.

Selama ini petani selalu menggantungkan diri pada tengkulak dengan sistim ijon atau tebas. Lebih lanjut Amir juga mengatakan dalam ajang promo ini akan tersedia ± 1.500 buah yang telah teruji baik secara kualitas maupun rasa." Jadi jangan kuatir mas, pokoknya rasa duriannya Mak nyuuusss,,,"sembari tertawa.(Pmd)

Baca Selengkapnya...

Jember Kota Wisata

Sebagai kota yang memiliki banyak obyek wisata, tak salah jika Pemerintah Kabupaten Jember memiliki program menjadikan wisata sebagai salah satu kiat menondongkrak kota suwar-suwir tersebut. Seperti yang digagas oleh Pemerintah sejak beberapa tahun lalu. Berbagai cara dilakukan untuk menjual potensi Jember keluar daerah,. Bahkan keluar negeri. Lihat saja event Jember Fashion Carnaval (JFC) , dan Bulan Berkunjung ke Jember , merupakan bukti bahwa Wisata juga dapat dijadikan sebagai sarana mempromosikan kota Jember. Demikian halnya, sikap masyarakat yang ikut mendukung upaya pemerintah dalam menggiatkan wisata, ditunjukkan dengan cinta kebersihan dan keramahan menjadi modal utamanya.

Menurut Kepala Kantor Pariwisata Kabupaten Jember, Arief Tyahyono, perubahan signifikan perlu terjadi di kalangan masyarakat Jember untuk menciptakan kota ini menjadi kota karnaval dan wisata. Perubahan itu, katanya, ditandai dengan tumbuhnya sadar wisata di tengah-tengah masyarakat.

Karakter khas masyarakat yang siap diajak mendongkrak potensi wisata Jember adalah sikap ramah terhadap semua orang yang mampu meminimalisir setiap kecurigaan pada orang-orang yang berkunjung ke Jember. Disamping tumbuhnya cinta kebersihan. Kedua sifat ini, paling tidak memberi andil besar untuk menarik para wisatawan ke Jember."Jember ini kaya akan potensi wisata yang bisa ditawarkan pada para wisatawan domestik maupun mancanegara. Asalkan masyarakat Jember secara keseluruhan ikut mendukung untuk menciptakan nuansa itu. Misalnya, mereka mau menjaga rumah dan lingkungan supaya tetap indah sehingga masyarakat yang datang ke Jember merasa nyaman," katanya.Oleh karenanya, upaya menciptakan ciri masyarakat seperti ini perlu dilakukan secara bertahap dan terus-menerus. "Untuk menciptakan Jember sebagai kota karnaval dan tempat jujukan wisata, kita perlu menyiapkan masyarakatnya secara kontinyu dan ter-graduate (bertahap)," ujarnya.

Tentunya, kebiasaan cinta kebersihan ini, imbuhnya, bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya, menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungannya dengan cara tidak membuang sampah di sembarang tempat, terutama ke sungai.Lantaran, sungai akan membawa sampah-sampah tersebut ke laut, yang pada gilirannya akan membuat laut dan pantai menjadi kotor. "Masyarakat harus memulai tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga kebersihan sanitasi lingkungannya. Karena itu adalah nilai plus,"jelasnya.Ia mengatakan, sudah banyak kota yang merintis embrio kota wisata menjadi kawasan pariwisata yang terkenal hingga ke tingkat internasional, dengan berbagai penyiapan secara mendasar dari masyarakatnya. Dicontohkannya Kabupaten Jembrana di Propinsi Bali. Awalnya kota itu, katanya, dikenal sebagai kabupaten yang kumuh sehingga para wisatawan enggan mengunjunginya.

Tapi dalam 10 tahun, ungkapnya, Kabupaten Jembrana berkomitmen berubah bersama masyarakatnya untuk menjadi kota wisata. Tak pelak, kota itupun berubah menjadi kota yang indah dan sangat dikenal oleh masyarakat di dunia internasional. "Dulu, siapa yang mau membeli Jembrana? Tapi begitu masyarakat diajak ke arah daerah wisata, siapa yang tidak mau beli Jembrana sekarang," tengaranya.

Arief menengarai, Jember ingin merubah performancenya menjadi kota karnaval dan wisata yang dikenal oleh dunia, sebagaimana yang terjadi di Jembrana. Untuk itu, tambahnya, pemerintah mulai saat ini mulai melakukan upaya dan langkah-langkah yang mengarah pada terciptanya kondisi yang lebih kondusif. "Harapan pemerintah Jember, siapa yang tidak mau Jember nantinya," tukasnya.

Masyarakat Jember yang kurang dari sisi penjagaan kebersihan dan keramahan baginya adalah sebuah pekerjaan rumah (PR) besar yang perlu digarap bersama. "Justru yang menjadi PR adalah mempersiapkan mental masyarakatnya. Untuk merubah fisik Jember menjadi kota wisata jika ada investor dan uang semuanya akan jadi. Tapi pertanyaannya apakah masyarakat siap? Itulah yang menjadi tugas utama kita," paparnya.

Sementara ini, ujarnya, yang bisa dilakukan adalah memberdayakan dan menyiapkan masyarakat Jember. "Akan kita pelajari dan berdayakan masyarakat Jember. Karena kekuatan utama berasal dari masayrakat. Hal itu menjadi modal utama untuk menciptakan tourisme culture (masyarakat wisata) yang mempunyai budaya wisata," tandasnya.(Gsr)



Baca Selengkapnya...

Pejabat Diperiksa Tim Kejagung Pelayanan Tetap Jalan

Banyaknya pejabat dijajaran Pemkab Jember yang diperiksa oleh tim khusu dari Kejaksaan Agung ( Kejagung ), yang diduga terkait dengan berbagai penympangan, tidak membuat pelayanan keteteran. Hal ini disampaikan oleh Ketua PRD Jember H. Mahdini Farouq kepada wartawan beberapa saat lalu. Dia mengatakan, banyaknya pejabat yang diperiksa tidak akan mempengaruhi kinerja pemerintah Kabupaten, sebab sistim yang ada di Pemkab Jember sudah berjalan dengan bagus. "Pelayanan kepada masyarakat tidak bakalan terganggu, karena sistimnya sudah berjalan " ujarnya. Oleh karenanya sikap menjunjung tinggi praaduga tak bersalah hendaknya lebih dikedepankan dan tidak terjebak oleh opini miring yang sengaja dihembuskan maupun dilaporkan kepada penegak hukum.

Dia juga menekankan, Apapun laporan dan aspirasi masyarakat hendaknya direspon secara baik sehingga tidak ada kesan Jember seakan-akan mau kiamat bahkan merupakan suatu jawaban yang bisa diberikan kepada publik atas citra dan kebersihan kinerja birokrat melalui pemeriksaan. Selain itu dia juga menyebutkan, apapun pelaksanaan pemeriksaan haruslah tetap dijunjung tinggi sebagai langkah hukum. "OLeh karenanya tidak ada manusia maupun sekelompok masyarakat yang kebal hukum", katanya. Hanya saja, lebih lanjut ia mengatakan, masyarakat tidak terjebak kepada opini karena pejabat yang diperiksa masih sebatas dimintai bahan dan keterangan atau Baket atas aliran dana yang dikeluarkan

Sementara itu, pihak DPRD Jember sendiri menurut Madini Faraouq tidak dalam posisi mendukung atau tidak mendukung, melainkan lebih mempercayakan sepenuhnya kepada langkah hukum sebagai suatu bentuk penghormatan agar berjalan sesuai dengan koridor yang berlaku di negeri ini

Hal senada juga disampaikan Kabag Humas Pemkab Jember, Drs Agoes Slameto, M.Si, selama adanya pemeriksaan kepada sejumlah pejabat penting dilingkungan Pemkab Jember seluruh mekanisme pelayanan tetap berjalan lancar dan terkendali., sehingga tidak benar manakala ada anggapan pelayanan Publik Pemkab Jember menjadi mandeg, justru hal ini sebagai suatu bukti bahwa dalam kondisi apapun pelayanan tetap berjalan", tukasnya.

Agoes juga menyebutkan, sebagai staff harus dapat memberikan pelayanan kepada publik secara maksimal, dan dapat memberikan layanan hukum sebagai upaya mengindahkan atas kinerja KPK, Kejagung maupun Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri secara proporsional. Hal itu dimaksudkan guna memperoleh jawaban secara pasti dan benar.

Di bagian lain, sistem dan mekanisme di Pemkab Jember telah berjalan dengan baik sehingga ada dan tidaknya pemeriksaan, pelayanan akan berjalan seperti biasanya. Dan yang paling perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa adanya pemerikasaan pejabat oleh tim kejagung itu bukan berarti mereka salah", ujar Agoes.(gSr)



Baca Selengkapnya...

  © Klik Duniaku Ch3ru_Pastyle 2009

Back to TOP