4.12.2009

Usir Penat Pasca Nyoblos Karyawan Pemkab Gelar Touring



Sedikitnya tiga puluh karyawan Bapekab Jember gelar touring menuju Kabupaten Lumajang , sehari pasca pencoblosan Pemilu Legislatif. Acara yang dilaksanakan pada sabtu, 10/4 lalu , merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Rombongan berangkat dari kantor Pemkab Jember tepat pukul 8.00 WIB, dilepas Ketua Paguyuban Touring Drs.Hadi Mulyono. Pantauan wartawan ini dilokasi pemberangkatan, beberapa karyawan dengan sepeda motor gedenya terlihat semangat, dengan kompak mereka langsung menggeber sepeda motornya, membelah kesunyian jalan ,yang sepi akibat libur panjang terkait pelaksanaan pemilu legislative sehari sebelumnya.

Bambang Saputro, Koordinator Touring kepada wartawan ini mengatakan, dilaksanakan kegiatan ini selain untuk refreshing setelah penat bekerja, juga untuk melakukan studi banding mengenai perkembangan wisata yang ada di Lumajang. Namun, lanjut Bambang, pihaknya hanya sebatas mengamati dan merasakan bagai mana kualitas daerah wisata dan pelayanannya. “ Kami sekedar refreshing kok mas, disamping kami juga melihat sejauh mana perkembangan tempat-tempat wisata didaerah lain, dan yang penting kami melakakukannya tanpa target apapun “ ujarnya.

Ditempat terpisah, Eko , 45 salah seorang staf bapekab yang jadi motor pelaksanaan Touring mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Dia menyebutkan, sejak mulai jalan, ditengah perjalanan sampai ditujuan, seluruh anggota melakukan dengan tertib sesuai aturan lalu lintas. Dia juga senang melihat indahnya alam ciptaan tuhan, sambil mengendarai sepeda motor. Dan yang membuat pria asal kota Gandrung ini senang adalah kekompakan dan rasa persaudaraan diantara anggota semakin kuat “ Wach pkoknya seneng de, rugi riko gak melu, dan yang membuat isun seneng, konco-konco kuwi patuh karo aturan, dan kompak “ katanya.
ketika disinggung kendala apa yang dialami, pria dengan potongan rambut menarik itu mengatakan, kalau ada sedikit ganjalan dan itu menjadi pelajaran bagi kita semua, sehingga kedepan kita harus mempersiapkan peralatan dengan lengkap untuk mengantiipasi kendala yanag muncul tiba-tiba “(*)




Baca Selengkapnya...

4.08.2009

272 PEJABAT DINAS PENDIDIKAN DILANTIK




Sedikitnya 272 pejabat dijajaran dinas Pendidikan jember dilantik pada Rabu 8/4. Meeka terdiri dari beberapa kepala Sekolah, mulai dari kepala sekolah SD,SMP,SMA dan SMK juga pengawas se wilayah kabuopaten jember. Acara sedianya akan dihadiri oleh Bupati Jember Ir.MZA Djalal, namun demikian karena ada acara yang tidak bisa diwakilkan, bupati mengutus Asisten Bidang Administrasi Pemkab jember Drs.Gatot Harsono, dan kepala BKD Jember Sugiyanto,SH. Acara dilaksanakan di aula Dinas pendidikan jember.Pantauan wartawan ini dlapangan menyebutkan, sirtuasi di Dinas pendidikan sudah ramai sejak pagi hari, bebeapa pejabat yang bakal dilantik hari itu sudah banyak yang berdatangan sejak pukul 8 pagi. Mereka diantar oleh suami dan anak-anaknya, semua tampak sumringah. Seperti yang disampaikan oleh Agus, 46. Pria yang juga PNS dilingkup dinas pendidikan itu mengatakan kalau dirinya datang sebagai pendamping istrinya yang kali ini dipercaya untuk menjabat sebagai kepala Sekolah di wilayah kecamatan Sumbersari, untuk itu dirinya sejak pagi sudah berada di sini. Sama halnya dengan Yudianto, laki-laki yang juga Staf PU Binamarga itu juga hadir sejak pagi untuk mendampingi istrinya yang dilantik menjadi salah satu kepala Sekolah diwilayah kecamatan kalisat " Wach saya juga sejak pagi mas, saya ndampingi nyonya yang diperaya menjabat sebagai KS di kecamatan kalisat ?" ujarnya bangga.

Sementara Sambutan Bupati Jember Ir.MZA Djalal, yang dibacakan Kepala dinas pendidiikan Jember Achmad Sudiono menyebutkanb, bahwa pelantikan pejabat kali ini merupakan hal lumrah sebagai jawaban atas kebutuhan roda organisasi, selain itu pejkabat yang diolantik juga diminta untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, untuk itu semua harus bekerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.

Ditempat berbeda, Achamd Sudiono kepada wartawan mengatakan, pelantikan ini merupakan jawaban atasi kekurangan tenaga kepala sekolah di wilayah, dengan dilantiknya mereka berarti tugas yang mereka hadapi semakin berat, telebiuh dalam menghadapi ujian nasional dan UASBN


.

Baca Selengkapnya...

4.06.2009

OTLET HANDICRAF, ANGKAT POTENSI PENGUSAHA KECIL



Pembuatan otlet berbagai produk unggulan Jember di Grobogan, Bali meupakan jawaban atas keraguan pengusaha kecil bebagai sovenir, produk unggulan di Jember. Otlet yang dibangun dengan anggaran APBD tersebut, kini menjadi milik para pengrajin, yang tergabung dalam asosiasi pengrajain kecil Jember.


Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian jember, Ir.Hariyanto kepada wartawan mengatakan, latar belakang dibangunnya otlet di Grobogan itu berawal dari keluhan para pengarajin ekonomi kecil yang merasa kesulitan dalam memasarkan barangnya , padahal barang produk meeka sudah menjadi momoditas wisatawan manca negara. Selain itu, meeka juga tak ingin selalu menjai obyek bagi pihak-pihak lain yang memanfaatkan ketidak mampuan para pengrajin dalam memasarakn barangnya, karena keterbatasan. Untuk itulah, Disperindag mencoba untuk mewujudkan keinginan pengrajin keciil tersbut.

Kini, lanjut Hariyanto, otlet itu sudah berjalan, dan dikelola secara mandiri oleh mereka yang tergabung dalam asosiasi, yang dipimpin oleh Pak Ivan, disperindag hanya memberikan arahan, sekaligus membantu managementnya saja. " ia mas, awalnya kami hanya ingin membantu masyarakat pengrajin yang selama ini kesulitan dalam memasarakan barangnya. Jika toh bisa,mereka harus menitipkan barangnya pada orang lain, yang punya sarana. Hal ini mengakibatkan, meeka hanya menedapat harga yang sangat murah, sementara meeka yang dititipi bisa menjual dengan harga yang mahal. Untuk itulah,dengan pembangunan otlet itu, pengrajin kini bisa menjual barang sesuai dengan keinginan mereka.

Lebih jauh mantan Kepala bapekab Jember ini menjelaskan, kalau pengelolaan otlet itu diserahkan pada meeka. Meeka menguapayakan pembiayaan sendiri, mulai dari bayar listrik , telepon sampai yang biaya terkecil. Dan hailnya, meeka nikmati sendiri. makanya, otlet itu tidak memberikan kontribusi pada PAD Jember. Karena memang tidak diarahkan untuk kesana.(*)



Baca Selengkapnya...

CERUTU JEMBER, DIKONSUMSI DUNIA


Satu lagi produk Jember dikenal dunia, bahkan banyak bos-bos yang mengkonsumsinya, yakni Cerutu. Produk yang bahan bakunya dari tembakau impor , dan Jember itu sendiri menjadi kebanggan bagi warga jember, khususnya petani tembakunya.Padahal, beberapa saat sebelumnya, Disperindag mampu membina sebuah industri kecil yang berhasil memproduksi Bongo, sejenis alat musik yang diekspor ke Perancis.

Kunjungan Bupati didampingi dengan beberapa pejabat teras lainnya sepeti kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Ir.Hariyanto, kepala dinas Perkebunan dan kehutanan Ir.Dwijo, Kepala dinas tenaga Kerja Drs.Thamrin, dan bebeapa kepala Dinas lainnya.

Kedatangan Bupati bersama rombongan tampaknya sudah ditunggu-tunggu sejak lama, terliihat beberapa pejabat teras Perusahaan Cerutu di Bobin menyambut Bupati dan rombongan. Terlihat disana, Kuncoro, Penaggung Jawab perusahaan, juga pejabat-pejabat perushaan lainnya.

Dalam kunjungannya Pak bupati diperlihatkan proses pembuatan cerutu, mulai dari penyortiran bahan baku, sampai pada pengepakan. Selain itu, Bupati juga sempat berdialog dengan bberapa karyawan.(*)



Baca Selengkapnya...

BUPATI KUNJUNGI HOME INDUSTRI ROKOK





Bupati Jember Ir.MZA Djalal berkesempatan untuk meninjau secara langsung Perusahaan Home Indsutri Rokok, yang terletak di Dusun Sukoreno, Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Jember.


Bupati yang didampingi beberapa Pejabat teras Pemkab jember,diantaranya Ir. Hariyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan, Ir.Dwijo, Kepala Dinas Kehutanan dan perkebunan, Drs.M.Thamrin, Kepala Dinas Tenaga kerja, Kepala Lembaga Tembakau Jember, dan beberapa Kepala Dinas terkait. Kunjungan tersebut, dimaksudkan untuk melihat secara dekat bagai mana proses pengerjaan rokok yang dibuat oleh mayarakat.

Dalam kesempatan itu pula Bupati sempat meninjau langsung di rumah Pak Djunaidi, lokasi dimana banyak ibu-ibu mengerjakan pembuatan rokok. Bahkan Bupati sempat berdialog langsung dengan karyawan dan beberapa petani tembakau yang ada di kecamatan Kalisat. Tidak itu saja, beberapa karyawan yang tergabung dalam kemitraan "Alam Mitra Mandiri , pimpinan Junaidi. Dari sana diketahui kalau meeka ternyata mampu membuat rokok dalam sehari sebanyak 600 batang, hingga mereka mampu menerima pendapatan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Dihadapan wartawan junaiidi, juga menjelaskan bagai mana susahnya, kemitraan ini awalnya berjalan, namun setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya disepakati model kemitraan sepeti ini. Hal itu menurut Junaidi, karena masing-masing anggota berkeinginan untuk menampilkan nama produknya masing-masing, hingga menyulitkan baginya untuk menjadikan rokok itu berkembang dengan bagus. Selain itu, Junaidi juga menjelaskan bagai mmana susahnya meeka mempertahankan citra rasa rokok tersbut mampu bertahan sampai satu bulan.

Ditempat yang sama, Pak Nurdin, salah seorang anggota kemitraan mengatakan, kalau dirinya cukup senang dengan kemitraan ini, namun dirinya baru tahu kalau dengan model seperti ini banyak kelemahannya, selain posisi anggota sedikit lemah, juga banyaknya merek rokok menjadi salah satu penyebab sulitnya perusahaan itu bekembang, tentunya selain permodalan dan peralatan yang representatif " Begini mas, kami sebenarnya sangat seneng dengan model kemitraan seperti ini, kami memiliki poosisi yang seimbang, namun kami tidak mengetahui kalau sebenarnya model ini banyak kelemahan, diantaranya lemahnya psosisi tenaga kerja, dan sulitnya perusahaanh ini berkembang karena banyaknya nama rokok yang muncul, coba kalau hanya satu nama, mungkin akan lebih enak " ujarnya.

Baca Selengkapnya...

4.01.2009

DIBALIK BAJU TANTE RISMA

Sebut saja namaku Hans, 26. Aku berasal dari Kota Atlas, Semarang. Kehadiranku di kota suwar-suwir ini , karena perusahaanku bekerja menempatkanku di kota kecil yang kabarnya dipenuhi ABG-ABG "kinukan". Makanya, pertama kali aku nyampai, yang kucari adalah info, dimana aku dapat mencari anak-anak haus seks itu.

Sore itu aku seperti biasa kongkow-kongkow di beranda depan rumah kosku. Induk semangku kebetulan lagi nggak ada dirumah, aku hanya berempat dengan kawan-kawan sekosku. Lagi asyik-asyiknya cengkerama, tiba-tiba aku ingat kalau sore ini aku harus menghubungi Tante Risma, pengusaha sukses mitra Bosku. katanya sich, Tante Risma itu selain cantik, kaya, juga sering berpenampilan seksi, makanya aku ngebet banget untuk menemui si Tante cantik itu.

"Halloo, selamat sore bu, saya Hans, dari PT Morat-marit, saya diminta Pak Teguh untuk menghubungi Ibu, " kataku. " Oh ... iya dik, hampir aku lupa lho. Ini saya punya kolega di jember,rencananya mau titip sampel barang untuk dipromokan, nanti kalau dik Hans pulang tolong dibawa ya. Namanya, Bu Tika, itu lho rumahnya di seputar kampus Mastrip," katanya bersemangat. " baik bu, mungkin ada yang lain, " jawabku. " Wach nggak ada dik, tapi gak ngrepoti kan ? ,
" Tidak bu, nanti saya antar kerumah Ibu di Surabaya , " kataku.

Jumat sore seperti biasa aku bergegas pulang, aku kepengin segera ketemu ama Tante Risma, wanita cantik yang selalu membayangi tidurku. Dengan berbekal barang titipan dari Bu Tika, aku punya sarana untuk bisa bertemua dengan wanita yang selalu kurindukan. " Selamat malam mbak, apa disini rumah bu Risma " tanyaku pada pembantu yang membukakan pintu. " Wach bener mas, tapi ibu lagi ada meeting dikantornya, mungkin ada yang bisa saya bantu " kata pembantu tadi. " Wach ini lho saya dititipi oleh temennya ibu yang ada di jember, tapi saya harus ketemu ibu, gimana ya. " kataku memastikan. " Gini aja mas, besuk pagi kembali aja, sekitar jam 9 pagi, biasanya ibu masih ada di rumah " jawabnya. " Ok, lah mbak, tapi sampaikan yach, kalau ada Hans dari jember " kataku.

Diatas mobil tumpangan,sengaja aku rebahkan tubuhku yang penat, aku harus ketemu sama si wanita cantik itu. harus.... Sungutku. " Bener saja, pagi itu aku sudah nampak rapi. Dengan Jeans baruku, dipadu kaos putih bersih bergambar Pantai papuma, aku tampak percaya diri. Tak luipa sebungkus sigaret meek " Marllboro " merah menjadi senjata pelengkapku dalam menghadapi perempuan cantik yang sudah mulai merangkak setengah tua. " yach , paling tidak umur tante Risma tidak terpaut dengan umur mamaku, tapi di usia seperti itu perempuan semakin matang, dan jika menginginkan sesuatu yang dulu mampu membuatnya melayang, pasti deh banyak upayanya. Termasuk pagi itu, aku dan Tante Risma bertemu dengan suasana yang lain, terbebas dari suasana kerja. Aku menjadi diriku sendiri, demikian juga dengan tante Risma, dia menjadi perempuan matang yang sudah terlalu lama tidak mendapat belaian dari laki-laki.

Pagi itu, suasananya cukup mendukung, di rumah tante Risma, hanya tinggal Mbak Yem, 24 pembantu yang kemarin malam membuka pintu ketika aku datang pertama kali. Tidak ada oranmg lain, malahan ketika aku mulkai masuk untuk menunggu tante Risma, mbak yem dengan cekatan membuatkan minuman dan manakan kecilnya. lalu tak lama lagi, dia sudah rapi untuk berangkat belanja.

Tak seberapa lama,tante Risma keluar, perempuan itu bener-bener cuantik. Tubuhnya yang semampai, dibalut dengan baju merah pink, akaua semakain takju ketika tante risma duduk dihadapanku, rok sepannya begitu padat membalut tubuhnya yang sintal.
Siapapun bakal mengakui , kalau tante Risma memang seksi.
Tak selang seberapa lama, aku dan tenate terlibat dalam pembucaraan yang semakin asyik, walanya bebicara pekerjaan, namun lama-lama aku dan tante sudah

Baca Selengkapnya...

BBJ PAKSA JEMBER SEMAKIN BERSOLEK



Pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember memang masih bulan agustus mendatang, namun gesahnya mulai menggema. Beberapa sudut jalan di kota suwar-suwir itu kini mulai dipenuhi berbagai asesoris, sayangnya pemasangannya tidak memperhatikan hal-hal yang paling prinsip, yakni kepentingan anak-anak.

Jember kali ini, berbeda dengan Jember beberapa tahun lalu. Dulu, kalau berkunjung ke Jember, orang akan mudah jenuh, tapi kini, kota yang dipimpin suami Sri Wahyuni itu mulai tampak lebih menarik. Di sudut kota, tepatnya dialun-alun Jember sudah mulaqi tertata apik. Beberapa Pedagang Kaki Lima yang duku kumuh, kini mulai dibuatkan tempat yang representatif, hingga masyarakat jember tak enggan lagi untuk sekedar kongkow-kongkow, tak hanya itu, kini diluar alun-alun kota sudah dipenuhi lampu-lampu dengan cahaya terang. Hingga banyak anak-anak kecil yang memanfaatkannya untuk bermain bola.

Tidak itu saja, di sudut-sudut jalan, mulai Trunojoyo, sampai Jalan Gajah mada, juga tampak terang. Dipinggiran jalan banyak pedagang kaki lima yang berjualan aneka penganan,menambah semarak jember di malam hari.

JENGKEL ABG MESUM
Kusnoto, 45. Warga Jember yang selala memanfaatkan alun-alun kota untuk referesing bersama keluarganya , mwengatakan, kalau sejak beberapa tahun ini Jember semakin cantik, ini semua berkat kerja sama semua masyarakat. Dirinya tidak pernah melewatkan waktu bersdama keluarganya untuk sekedar makan malam di alun-alun,namun dia juga risih kalau ada anak-anak muda yang pacarannya berlebihan, apa lagi peetugas Sat Pol PP sama sekali tidak pernah menegur mereka, padahal ini tempat umum, kan nggak enak, banyak anak-anak kecil yang juga bersama orang tua mereka. "Sebenernya asyik mas kita di alun-alun bersama keluarga,m tapi sayang beberapa bulan terakhir ini dipenuhi ABG yang pacarannya keblablasen, ngeri dech mas " katanya.

Sementara, salah seroang petugas Sat Pol PP keetika dikonfirmasi banyaknya ABG yang berpacaran dengan gaya yanag kelewat membenarkan, namun dia bersama kawan-kawannya tidak bisa berbuat banyak, maklum itu sudah gaya pacara mereka , gaul "katanya

Baca Selengkapnya...

BBJ , JADIKAN JEMBER


Baca Selengkapnya...

3.31.2009

SELAMAT JALAN SAHABAT, SEMOGA TERANG JALANMU

Dunia kewartawanan di jember berduka, Taufik Kirmanto, mantan wartawan Majalah Detektif , kini Biro Koran Optimis Jember meninggal dunia pada selasa, 31 Maret 2003, pukul 18.30 WIB.


Serbagai wartawan, almarhun cukup dikenal dikalangan pejabat Jember, baik dijajaran Pemkab,kepolisisan, Kejaksaan, apa lagi di Kalangan Tentara. hal itu dikarenakan, selain Taufik memang memiliki ciri khas yang mudah dikenal, ( rambut gondrong, dan temperamen tinggi ), Taufik ,juga memiliki jam terbang yang cukup lama. Hampir separuh hidupnya, diabidkan menjadi seorang kuli disket.

Dimata kawan-kawannya, taufik walau punya temperamen tinggi, namun dikenal cukup banyak menelorkan wartawan-wartawan baru di Jember. Diempat tahun terakhir saja, sedikitnya sudah pulhan wartawan yang diorbitkannya, untuk itu kepergiannya menorehkan kesan mendalam bagi mereka yang pernah dekat dengannya.

Basoka, 53. Wartawan Tabloid Sorot, merasa kehilangan sekali atas kepergian taufiq, walau dirinya tidak begitu dekatm, namun sepak tyerjang taufiq di Jember membuatnya selalu angkat topi. Dia orangnya sangat keras, sulit diajak kompromi jika menemukan hal-hakl yang menurutnya tidak benar. Bahkan, kata Pria bertubnuh atletis ini,almarhum banyak memberikan tauladan dalam menggalang kerukunan. " Wach kalau sama Pak taufik , dia senior saya, bahkan dikalangan wartawan dia sangat disegani, maklum selain senior Pak taufik mudah sekali bergaul " katanya.

Hal sama juga disampaikan oleh SDutrisno, 34. Wartawan SKM Radar Minggu ini menganggap taufi sebagai kaka sendiri, dalam kiprahnya menjadi wartawan, sedikit banyak almarhum sering memberikan nasehat-nasehat , agar dirinya menjadi wartawan yang bener-bener punya idialisme, kini dengan kepergian almarhum, Jember kehilangan pekerja jurnalistik terbaiknya " Wach saya memang jauh mas dengan alhamrhum, saya baru saja mengenal almarhum saat mulai menjadi wartawan di jember, almarhum banyak memberikan masukan bagi saya untuk menjadi wartawan yang punya harga diri " katanya.

Ditempat berbeda, Agoes Slameto, Kabag humas Pemkab jember juga merasa kehilangan dengan kepergian almarhum, sebagai sahabat, Agoes begitu kehilangan, terlebih baru beberapa saat lalu dirinya bersama wartawan-wartawan yang ngepos di pemkab sempat berkunjung kerumahnya, saat moment Hari pers nasional, disana almarhum nampak begitu sehat, dan sempat bergurau dengan semua yang mengunjunginya. Saat itu, tidak ada tanda-tanda almarhum akan pergi secepat itu " Wacch kami merasa kehilangan, almarhum kenal saya sejak puluah ntahun lalu, bahkan saya sempat mengunjungi kerumahnya saat hari pers Nasional , februari lalu, almarhum tidak menunjukkan tanda-tanda akan meninggalkan kita semua " ujarnya.

TAUFIQ KIRMANTO
Anak- anak 1. Ita taufani, 29.
2. Ratna Saraswati
3. Taufan Admanugroho.
Istri 1. Sriagustini Andika.( berpisah, sertelah 24 tahun bersama)
2. Siti Aisyah. (istri yang mendampingi saat-saat sulit almarhum)

Baca Selengkapnya...

LOKALISASI PUGER KEMBALI BEROPERASI....??

Masyarakat Kecamatan Puger mulai resah dengan semakin ramainya PSK dan hidung belang yang datang ke Pusat Rehabilitasi, yang terletak di desa besini. Keresahan itu sangat beralsan, sebab pusat esek-esek yang sempat ditutup beberapa tahun lalu kini muali ramai dikunjungi orang.


Pantauan Sorot dilokalisasi , didapatkan beberapa rumah yang dulu sudah ditinggalkan penghuninya kini mulai dipadati pengunjung, bahkan dibeberapa tempat sudah banyak warung yang beroperasi. ini membuktikan, bahwa Lokalisai yang ditutup kini mulai beroperasi lagi.
Sumadi, 34 salah seorang pengunjung kepada wartawan ini menbgatakan, bahwa dirinya selama ini datang , dan selalu ada yang dituju. Bahkan, beberapa saat ini, kondisinya mulai ramai pengunjung. Ketika disinggung mengenai larangan oleh pemerintah kabupaten atas lokalisasi ini, pria yang bertubuh cdeking ini tak tahu menahu, bahkan menurutnya, dirinya hampir setiap bulan mampir kelokalisasi ini " Wach saya sih biasa mas, selain saya harus keliling nagih uang pada penjual yang ada disekitar sini, saya juga melepas lelah disini, lumayan orangnya cantik-cantik mas " ujarnya.

Sementara menurut Abdul Wafi, 24, pemuda sekitar lokasi mengatakan, dirinya tidak bisa berbuat apapun terkait dengan kembali ramainya lokalisasi, sebab selain banyak petugas yang juga kesini, dirnya sudah sering menyampaikan kepada aparat , namun toh tidak ada perhatian. Untuk itu, dirinya memilih diam, dan melihat dari jauh saja. " Wach percuma mas, toh banyak oknum yang kesini, kalau mereka kesini dan membiarkan , kenapa saya harus sewot" ujarnya.

Sementara, Kepala Sat Pol PP Pemkab Jember, Drs Sunyoto, saat dikonfirmasi tidak ada dikantornya, menurut slah seorang stafnya, Nyoto lagi mengikuti Diklat Pim Tingkat II di Surabaya .(sr)

Baca Selengkapnya...

3.30.2009

DIALOG SOLUTIF ,SEMAKIN RAME




Agenda rutin Bupati Jember Ir.Mza Djalal yang dikemas dalam dialog solutif tampak semakin rame saja. Kalau awalnya acara itu tanpa dibarengi dengan promosi berbagai produk, kali ini acara tersebut mulai dimanfaatkan oleh beberapa produsen untuk memasarkan produknya pada msayarakat.



Kali ini, di Kecamatan Umbulsari, dialog solutif diadakan dilapangan desa Gunungsari. Desa yang dikenal dengan produk jeruknya mulai dipadati undangan sejak pagi hari, sementara Bupati dan rombongan Muspida diperkirakan masuk sekitar pukul 10.00 WIB.

Camat Semboro, Poerwoadi, kepada wartawan menyebutkan , potensi didaerahnya memang dikenal dengan produk jeruknya, selain itu buah salah juga mulai diminati banyak orang. Tidak itu saja, selain dua produk uggulan tadi, Semboro juga dipenui dengan produk-produk unggulan lainnya, seperti kerupuk, dan lainnya. Hal sama juga disampaikan oleh Sudrajat, 25. salah seorang warga desa setempat, dirinya senang dengan agenda rutin yang diadakan Pemerintah kabupaten, selain untuk menambah rangsangan bagi warga untuk terus meningkatkan produktifitasnya, dia juga berharap, agar dialog itu nantinya mampu menjadi problem solving bagi masyarakat. Dia juga berharap, agar apa yang telah dilakukan oleh beberapa wilayah itu kedepan lebih ditingkatkan kualitasnya.

Sementara, Pujo,SH. Camat Wluhan, kepada wartawan mengatakan, ihaknya kebagian giliran minggu ketiga, kini dia dan seluruh elemen masyarakat telah mempersiapkan acara tersebut sebaik-baiknya, selain akan menambah hal-hal yang belum ditampilkan, pihaknya bakal maju dengan tampilan yang sangat berbeda. (sr)

Baca Selengkapnya...

3.29.2009

MENUNGGU EFEK DOMINO BBJ

Gaung pelaksanaan Bulan berkunjung ke Jember (BBJ) mulai marak. Beberapa SKPD yang ditunjuk sebagai tim pelaksana kegiatan tahunan tersebut mulai menampakkan kesibukan yang padat, tak terkecuali Humas Pemkab Jember.


Berbicara Bulan berkunjung ke Jember (BBJ) tentunya perlu melihat asbabunuzul BBJ itu sendiri. Selain kelahiran BBJ yang awalnya dianggap sebagai kegiatan hura-hura, masyarakat Jember belum memahami makna kegiatan BBJ itu sendiri. Mereka selama kegiatan BBJ dilaksanakan belum pernah dijadikan subyek namun baru sebatas obyek saja, jikapun dilibatkan mereka hanya sebatas pada hal-hal yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan substansi kegiatan BBJ itu sendiri.

Dalam setiap kesempatan, sang arsitek BBJ, Ir.MZA Djalal selalu memberikan informasi seputar BBJ. Mulai apa itu BBJ, bagai mana BBJ diharapkan mampu mendongkrak nama Pemkab Jember yang sampai saat ini tetap saja tak pernah dikenal orang karena prestasinya, hingga bagai mana pemerintah berupaya memberikan hiburan bagi masyarakat Jember setiap pelaksanaan BBJ digelar

BBJ..., Apa itu...?

Banyak measyarakat Jember, khususnya masyarakat pinggiran sama sdekali belum mengengetahui apa sebenarnya BBJ itu. Masyarakat selama ini disibukkan dengan upaya pemenuhan ekonomi keluarganya, mereka tahu BBJ ketika konvoi panji-panji BBJ melewati daerahnya. mereka tidak mengetahui apa manfaat BBJ itu bagi diri dan masyarakat lainnya, yang mereka ketahui selama ini hanya, disaat menjelang bulan agusuts, pemerintah kabupaten Jember yang dulu selalu menggelar kegiatan agustusan, kini diubah menjadi kegiatan yang menurut pelaksana lebih mengena, yakni BBJ. Disana , semua potensi Jember dari berbagai wilayah bakal ditampilkan, ya potensi ekonominya, potensi sumber daya manusianya, sampai pada potensi lainnya ,semua diharapkan mampu tampil dengan kekuatan penuh, hingga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun manca negara.

namun yang dilupkan oleh pemerintah sampai saat ini adalah, masyarakat Jember sebenarnya jenuh dengan tampilan wajah menor mereka, apa lagi harus dipertontonkan pada orang lain. Sejatinya, masyarakat ingin pemerintah memberikan penguatan kelembagaan pada instrumen perekonomian, hingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, jika pemerintah serius ingin menjual Jember kedaerah luar, banyak syarat yang harus dipenuhi pemerintah, diantaranya adalah, pengelolaan Jember secara lebih profesional yang berorientasi pada kualitas fisik dan non fisiknya. Juga perlu dibenahinya beberapa sarana dan prasarana umum baik jalan, obyek wisata, dan tak kalah pentingnya adalah , di upgradenya mental birokrat, agar tujuan dasar pelaksanaan BBJ itu dapat benar-benar mengangkat nama Jember.

Berbicara Bulan Berkunjung ke Jember, mustahil jika pikiran kita tidak mengarah pada obyek wisata. Sebagai daerah yang memiliki sedikitnya 48 obyek wisata , Pemerintah bisa saja mengawali dengan membangun infrastruktur wisata, selain juga dipenuhinya orang-orang yang mampu mengelola wisata secara profesional. Pemerintah, bisa saja mengadakan dialog dengan stakeholder, seperti agen travel, Persatuan Hotel dan restauran Indonesia, dan masih banyak lagi elemen-elemen lainnya. Ajak mereka bicara dan minta mereka mengkonsep Bagai mana Pariwisata Jember harus bangkit dan mampu bersaing dengan daerah lain. kemudian, pemerintah Kabupaten melalui Kantor Pariwisata bisa mengoptimalkan peran Gus dan Ning Jember, yang keberadaan mereka sebenarnya merupakan asets yang belum dioptimalkan,k untuk mempromosikan Jember dengan konsep mereka masing-masing.

Efek Domino.

Jika apa yang telah dikonsepkan pemerintah, kemudian dibicarakan dengan semua stake holder, paling tidak ada sebuah konsep baru, yang diharapkan mampu membangun wisata jember sesuai keinginan masyarakat semua. Harapan masyarakat, seiring majunya wisata jember dapat mensukseskan bulan berkunjung ke Jember, dengan meningkatkanya tingkat okupasi di hotel-hotel , kemudian bagai mana agen-agen travel di Jember minimal mampu mengajak wisatawan pengguna jasa mereka,untuk sekedar mampir minum teh pokak yang begitu nikmat dan dikenal tersebut, kemudian bagaimana juga agen-agen travel bisa membawa wisatawan untuk sekedar makan siang di rumjah-rumah makan yangb ada. Ini semua bisa dilakukan , asal saja konsep tentang wisata dan menjual Jember benar-benar dilakukan dengan sepenuh hatiu, dengan orientasi membangun dan menjual jember, tanpa ada kepentingan pribadi yang menunggangi kegaiatan yang dibaiayai pemerintah milyaran rupiah tersebut.

Jikka itu yang terjadi, maka efek domino dari kegiatan BBJ bakal ikut dinikmati oleh masyarakat, baik miskin sedang maup[un yang kaya. Disana-sini bakal terjadi kegiatan yang melibatkan seluruh potesni masyarakat, bahkan jika dipantau dan diarahkan dengan benar, tidak menutup kemungkinan, nama Jember bakal lebih gampang dikenal oleh orang dikolong jagad ini(Sar)

Baca Selengkapnya...

PULUHAN HEKTAR HUTAN LINDUNG RUSAK

Puluhan hutan lindung yang berada di kawasan hutan slateng, Ledokombo rusak parah. Kerusakan hutan yang menjadi buferzone itu diduga karena ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Bahkan kerusakan hutan lindung yang diperkirakan mencapai puluhan hektar tersebut diduga sudah lama terjadi. Pantauan tim dilapangan menunjukkan, lokasi hutan lindung sebenarnya tidak jauh dari hutan produksi milik Perhutani, malahan, sangat dekat sekali, karena persis disebelah hutan produksi yang ditandai dengan patok perbatasan sudah menjadi wilayah hutan lindung.

Dilihat dari dekat, tidak sedikit diketemukan lahan mulai gundul, bahkan disana-sini diketemukan potongan-potongan kayu yang baru saja ditebang, lebih mengherankan lagi, sekitar 10 meter dari tumpukan kayu olahan , terdapat tempat pemrosesan kayu. Kondisi hutan , kini semakin membahayakan bagi umat manusia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal disekitar lingkar Hutan.

Ironisnya, rusaknya hutan Lindung tersebut terkesan tidak terpantau oleh petugas Perhutani. Padahal, jalan menuju keareal tersebut, dipastikan melewati pintu yang dijaga oleh petugas perhutani. Md,35 salah seorang masyarakar yang ditemui tim disekitar lokasi ketika dikonfirmasi seputar terjadinya penjarahan dihutan lindung enggan memberikan komentar, dimata laki-laki lusuh tersebut menampakkan ketakutan yang amat sangat. bahkan, ketika salah seorang tim mencoba mengajaknya berbicara lebih jauh, pria tersebut menampik dan keburu pergi meninggalkan tim yang harus bengong sendirian.

Administratur Perhutani KPH Jember sampai berita ini diturunkan belum sempat ditemui, karena pas diluar jam kerja.



Baca Selengkapnya...

KPU JEMBER GELAR KAMPANYE DAMAI

Hari pertama pelaksanaan kampanye terbuka, diisi dengan acara doa bersama, Deklarasi serta Penandatanganan Kampanye dan Pemilu Damai tahun 2009 di Kabupaten Jember

Acara yang digelar di kantor KPUD Jember itu dihadiri oleh semua perwakilan Parpol. Calon Legislatif, Panwas, dan Muspida.
Dalam sambutannya Ketua KPU Jember Sudarisman,Ssos mengatakan, bahwa dalam menghadapi pemilu legslatif kali ini pihaknya berharap agar semua Pertai Politik untuk dapatnya memahami kembali berbagai aturan yang ada, dan KPU akan memfasilitasi pelaksanaan pemilu, agar berjalan damai dan aman, Dia juga menjelaskan bahwa tanggung jawab keamanan pemilu legislative menjadi tanggung jawab Kapolres.
Sementara Kaspolres Jember AKBP Nasri Sik , dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan pemilu ini menjadi tanggung jawab bersama, menjadi tanggung jawab semua pihak, namun tetap dikoordinir oleh Kepolisian, hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang. Dia juga menyebutkan, bahwa pihaknya akan melakukan reviu atas undang-jundang pemilu, agar kita lebih memahami dan mentaati amanat yang diundangkan.
Undang-undang juga mengatur terbentuknya sebuah Komisi pelaksanaan pemilu yang disebut KPU, juga ada Pengawas Pemilu yang kemudian disebut Panwas, dan lain-lainnya. Dan yang tak kalah pentingnya ujar pria yang baru beberapa hari ini menjabat Kapolres Jember adalah Ketertiban social. Dimana disini dimaksudkan agar kita mampu menjaga terjadinya situasi yang tertib, kondusif, dan damai.
Dia juga mengingatkan kepada semua pimpinan Parpol bahwa dilapangan sangat rawan terjadinya konflik, namun demikian dirinya berharap, bagai mana setiap parpol dan para politisinya mampu memanage , hingga tidak terjadi gesekan dilapangan, dengan berbagai cara, salah satunya dengan berpolitik santun. (*)

Baca Selengkapnya...

3.24.2009

PKL , KEMBALI PADATI JALAN PANJAITAN

Gebrakan Sat Pol PP Jember , dengan upaya penertiban pedagang kaki lima, dibeberapa jalan utama tampaknya kembali dianggap enteng pedagang. Itu terlihat , dari semakin banyaknya pedagang kaki lima yang kembali berjualan diluar jam yang telah ditentukan. Padahal, sesuai dengan kesepakatan, pedagang kaki lima diperbolehkan jualan setelah jam 12.00.

Saskia, 21. Pedagang Kaki lima di panjaitan, kepada wartawan mengatakan, kenekadan dirinyas untuk membuka kembalio daganganya diluar jam yang telah dirtentukan, dikarenakan banyaknya tuntutan ekonomi. kalau dirinya berjualan setrelah jam 12, maka waktu jualannya sangat sempit, sementara biaya hidup yang dibutuhkan setiap harinya sangat banyak, Untuk itulah, dirinya terpaksa membuka dagangannya, sambil melihat apa ada petugas atau tidak. JUika ada, terpakasa harus kuci8ng-kucingan dengan petugas.

Sementara,Bp. Teguh, 34. Warga sekitar jalan panjaitan mengatakan, dirinya sangat senang dengan apa yang sudah dilakukan oleh Sat Pol PP. Sel;aion bisa membuat jalan lengang dan lebar, suasana menjadi semakin bersih, namjun dengan dibukanya kembali PKL dijam-jam sibuk, akan memnbuat pengguna jalan kerepotan.

Kepala sat Pol PP Pemkab jember, Drs. Sunyoto menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan PKL itu sanmja saja dengan menantang petugas untuk berlaku lebih keras, makanya jika mereka tetap mokong, pihaknya akan melakukan penggusuran, karena itu sudah dilakukan dengan sengaja. Namun, jika mereka mau diatur, pihaknya akan memberi kesempatan mereka untuk tetap berusaha di Jalan panjaitan. " Nah itu namanya menantang mas, kalau mereka jualan, saya yang beli, artinya kalau mereka sengaja memancing kita untuk represifr, ya kita akan ambnil langkah " ujarnya (*)

Baca Selengkapnya...

BUPATI TINJAU PERSIAPAN PEMILU


Pelaksanaan pemilihan legislatif semakin dekat, berbagai persiapanpun mulai dikebut. Hari ini, selasa 24/3, Bupati beserta jajaran Muspida, KPU, Panwas, dan beberapa insan pers berkesempatan untuk meninjau berbagai persiapan yang telah dilakukan.
Dalam kunjungannya , di Kantor KPUD Jember, Bupati beserta rombongan melihat lihat kondisi alat-alat yang disimpan di gudang KPU. Disana terdapat beberapa kotak suara yang kondisinya sudah tak layak untuk ddigunakan.

Kety Trisetyorini, salah seorang anggota KPUD Jember kepada Bupati menjelaskan, bahwa barang-barang tersebut memang sudah rusak sejak beberapa tahun lalu, dan pihaknya sudah menyampaikan kepada pusat tentang keberadaan barang tersebut. Selain itu, Kety juga menjelaskan, bahwa karena barang itu miliki pusat, maka pihaknya menunggu petunjuk pusat bagai mana memperlakukan barang tersebut.

Mendengar penjelasan Kety, Bupati jember Ir.MZA Djalal menanggapinya dengan serius, bahkan suami Sriwahyuni tersebut menanyakan boleh tidaknya barang tersebut dijual, sebab jika nantinya barang-barang baru datang, justru tidak mendapat tempat yang layak, sementara justru yang rusak mendapatkan tempat " Lho bagai mana kalau barang itu dijual, sebab jika nanti barang yang baru datang, maka akan mengganggu, justru yang rusak dapat tempatm, sementara yang baru tidak dapat " ujarnya.

Tinjau Gudang Surat Suara.
Setelah meninjau kondisi di Kantor KPUD yang ada di Jalan Kalimantan, bupati kemudian diajak meninjau ke gudang surat suara yang ada di jalan Imam Bonjol. Disana orang nomor satu di Jember tersebut sempat melihat bagai mana beberapa tenaga kerja sewaan yang dipekerjakan untuk melipat surat suara, bahkan bupati sempat berdialog dengan pekerja, dan foto bersama.

Kepada wartawan Bupati tidak banyak menyampaikan pendapatnya, dia hanya meminta kepada semua pihak untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. (*)

Baca Selengkapnya...

3.23.2009

GOLKAR YAKIN DUKUNGAN NAIK

Ditengah hingar binggar pertarungan antar partai politik peserta pemilu, tampaknya hanya Partai Golkar yang tidak begitu terpengaruh

Hal ini disebabkan, sebagai partai lama, Golkar begitu percaya diri dengan kemampuan partainya dalam memimpin bangsa Indonesia, terbukti dalam kepemimpinan Golkar,. Bangsa Indonesia ada dalam kondisi yang setabil, masyarakat tidak dipusingkan dengan situasi ekonomi yang carut marut, seperti saat ini. Hal itu disampaikan oleh H. Machmud Sardjujono, koordinator Daerah Pemilihan IV( Jember, Lumajang ) dikediamannya, sabtu 20/3 pagi. Menurutnya, Golkar sebagai Partai dengan pengalaman politik paling lama, tidak begitu goyah dengan gencarnya partai-partai baru menebar pesona melalui jargon-jargon politiknya. Golkar saat ini, hanya akan melakukan perbaikan citra Partainya, setelah beberapa tahun terakhir mengalami penjatuhan pamor.

Machmud, juga menjelaskan, sejak era reformasi di tahun 1998 lalu, Golkar merupakan satu-satunya Partai yang menjadi sasaran fitnah oleh berbagai pihak, namun semuanya tidak banyak mengalami perubahan, ditahun 2004, Golkar kembali menjadi pemenang pemilu. Itu artinya, masyarakat sangat faham dengan kualitas Partai Golkar dalam memimpin Bangsa ini. Selanjutnya kata Machmud, partai Golkar juga tidak akan banyak obral janji, melainkan akan menunjukkan bukti-bukti yang ditargetkan.

Dia mencontohkan, saat Pemilu tahun 1999, Partai Golkar memang dihabisi, disana-sini kader Golkar dijadikan sasaran tembak, namun upaya mereka untuk menghabisi Golkar tidak berhasil, tahun itu, Golkar memang sempat mengalami penurunan , namun tidak untuk pemilu 2004, walau saat itu Golkar masih menjadi sasaran penjatuhan citra, namun masyarakat mulai menyadari, ternyata partasi Politik Pemenang Pemilu tak mampu mensejahterakan rakyatnya, terbukti dalam peerjalanannya terjadi pergantian kepemimpinan nasional. Bahkan, saat seelah digantikannyapun, kondisi bangsa ini belum juga lebih baik, makanya pada tahun itu ( tahun 2004) Golkar justru mulai mendapat dukungan kembali, hingga Golkar menjadi pemenang Pemilu tahun 2004.

Datangkan Surya Paloh.
Kepada wartawan , mantan Ketua DPD II Partai Golkar Jember ini juga menyatakan, bahwa untuk Kampanye Nasional yang akan dilaksanakan hari senin, 22/3 lusa, pihaknya mendatangkan Dewan Penasehat Partai yakni, Surya Paloh. Kampanye bakal diadakan di Gedung GOR PKPSO yang berkapasitas sekitar 6000 orang.

Dijadualkan, Surya Paloh dan rombongan anak mendarat di lapangan Bola Imam Bonjol, yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari kediamannya. Rombongan akan tranjsit sejenak beberapa menit, meudian tepat sekitar pukul 10.00 WIB, Surya paloh menuju GOR PKPSO. Di depan Pintu Gor, Surya paloh bakal disambut dengan Reog Ponorogo, kemudian saat sampai didalam beberapa kader Golkar akan menyambutnya dengan tarian jimbe.
Ketika disinggung mengenai peluang partainya untuk menang dalam Pileg tahun ini, politikus gaek itu mengatakan, kalau untuk Jember dirinya belum yakin, namun tidak terlalu jelek-jelek amat, namun untuk Jawa timut, dirinya memprediksi ada kenaikan dari 15% menjaadi 19%, sementara untuk nasional , dirinya yakin kalau partainya bakal mempeoleh dukungan yang signifikan. “ Wach,saya masih yakin kalau secara nasional Golkar masih diperhitungkan, untuk Jatim dirinya mematok 19%, sementara untuk di Jember dirinya mengaku tidak akan terlalu jauh dari kemarin “(*)


Baca Selengkapnya...

3.20.2009

Sat Pol PP JARING PELAJAR MBOLOS

Terobosan demi terobosan yang dilakukan Satuan Polisi pamong Praja, Pemkab Jember semakin mendapat dukungan dari masyarakat. Hal itu terlihat ketika Sat Pol PP melakukan operasi terhadap beberapa rental komputere dan enternet di daerah kampus universitas Jember, kamis 19/3 lalu. Hasilnya sedikitnya empat pelajar yang masih duduk dibanghku SMP terjaring.

Keempat pelajar nakal tersebut terjaring ketika , Sat Pol PP dibawah kendali mantan camat Ajung Drs Sunyoto menggelar aksi penertiban. Keempat pelajar tersebut kemudian diamankan untuk kemudian diberi pembinaan di kantor Sat Pol PP.

Kepada Sorot , Nyooto demikian dia dipanggil membenasrkan kalau stafnya telah menggelar penertiban dan menjaring 4 pelajar yang ketangkap basah tidak sekolah. Namun, dia enggan untuk menyebutkan dari mana pelajar tersebut, yang pasti mereka kini telah diberi pengarahan dan berjanjki tidak akan mengulangi lagi " Ya, sudah lah, kita nggak perlu dari mana sekolah mereka, tapi benar kami telah menjaring empat pelajar yang ketangkap basah bermain game ketika jam sekolah, mereka sudah diberi pengarahan " ujarnya.

Sementara Mulyadi, 45 salah seorang warga disekitar rental mengatakan, biasanya banyak pelajar yang mbolos dan main game, tapi kebetulan hari itu kok agak sepi, mungkin ada bocoran, sehingga yang terjaring sedikit sekali. " Wach ini masih sedikit mas, biasanya banyak sekali anak-anak baik SMP maupun SMA yang mbolos main game, bahkan ada yang SD " katanya.(*)


Baca Selengkapnya...

Gandeng Telkom,Pemkab Gelar Gerakan Sejuta Pohon

Dampak meluapnya kali Tanggul yang menenggelamkan dua desa, masing-masing Desa keraton, dan Desa paseban , kecamatan kencong, tampaknya membuat Pemerintah kabupaten mengambil langkah cepat.

Guna mengantisipasi terjadinya banjir ditahun yang akan datang, pemerintah Kabupaten melalui kantor Lingkungan hidup menggandeng beberapa mitra kerjanya seperti PT Telkom dan Perum Perhutani Jember, menggelar penanaman sejuta pohon di kedua desa yang terkena banjir beberapa bulan lalu.

Kepala ka
ntor Lingkungan Hidup Jember Drs.H. Achmad Hariyadi dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kebijaksanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan , dan telah ditetapkan dalam Rencana pembangunan jangka Menengah Nasional, telah memberikan arah bahwa proses dan pelaksanaan pembangunan hendaknya selalu memikirkan dampak lingkungan.

Dia juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertitik tolak pada kondisi tanah gembur yang didukung banyaknya sungai maupun anak sungai di kabupaten Jember, sehingga disaat musim hujan sering terjadi bencana alam, khususnya bencana tanh longsor maupun banjir yang merusak bangunan-bangunan milik masyarakat, pemerintah maupun swasta. Untuk hal itulah langkah awal dalam menangani dampak bencana alam adalah dengan melaksanakan Gerakan Sejuta Pohon.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut adalah, menjaga kelestarian lingkungan hidup, meningkatkan mutu lingkungan hidup, menciptakan lingkungan yang sehat , asri dan sejuk dan melestarikan, mengembangkan tanaman langka dan tanaman khas daerah. Dan yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat , mendorong kepedulian masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif terhadap pelestarian lingkungan hidup, serta memperbaiki dan menjaga iklim mikro, nilai estetika dan fungsi resapan air , yang mampu menjaga keseimbangan dan keserasian lingkungan.

Sementara, Bupati Jember Ir.MZA Djalal dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekab Jember Drs.Ec Djoewito mengatakan, terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan terselenggaranya kegiatan Gerakan sejuta Pohon. Selanjutnya, Bupati juga menjelaskan dampak yang ditimbulkan akibat jebolnya tangkis Kali Tanggul yang kemudian merendam dua desa.

Dengan kegiatan ini, Bupati berharap agar tahun depan persoalan jebolnya tangkis tidak bakalan terjadi, sebab, masyarakat yang terdiri dari perangkat desa yang ada di Seluruh Kecamatan kencong, Tokoh Masyarakat kedua desa, Kelompok PKK, Karang Taruna, pramuka/pelajar/Kelompok HIPA Deswaq Paseban, yang telah bersama-sama menanam Pohon-pohon seperti Ketepeng 1000 pohon, Mahoni 5500 pohon, Trembesi 1000 pohon, Sawo Kecik 1000 pohon, dan Mangga 800 pohon. (*)

Baca Selengkapnya...

3.19.2009

Bakal Jadi Sekolah Inti

Entah bagai mana senengnya semua komponen yang terkait di SD Negeri Sumberjati 01. Sejak ditetapkan bakal menjadi sekolah Inti untuk gugus II di kecamatan Silo, semua pihak merasa semakin terpacu, bahkan dalam pertemuan dengan komite beberapa saat lalu, banyak hal yang dihasilkan, seperti rencana pengadaan 10 unit computer, juga mengadakan kerja sama dengan Pondok pesantren Darul Istiqomah Pakuniran Bondowoso, untuk pembelajaran bahasa Ingris dan bahasa Arab. Pihak Ponmdok mengirimkan dua santrinya yang menguasai materi itu , dan ditugaskan mengabdi pada sekolah .

Selain itu, pihaknya juga lebih menekankan pada perbaikan, kualitas pengajaran, dengan lebih memperbanyak pengayaan materi, dan latihan-latihan. Menurutnya, hal itu dilakukan agar tahun ini bisa tetap mempertahankan posisi sebagai pemegang rangking ke II dalam UAN se Kecamatan, bahkan kalau bias menembus sampai tingkat kabupaten. " Sekarang sudah mulai dilakukan perbaikan-perbaikan mas, utanmanya dalam kualitas belajar mengajar, kita harus bias mempertahankan posisi tahun lalau sebagai nomor dua terbaik UAN se Kecamatan Silo, bahkan kalau perlu sampai ke tingkat kabupaten.(Jum)



Baca Selengkapnya...

  © Klik Duniaku Ch3ru_Pastyle 2009

Back to TOP