7.09.2009

Pasca PSB Orang tua Pusing Cari Sekolah

Sehari setelah diumumkannya hasil penerimaan siswa baru melalui media kamis,9/7 lalu, ratusan orang tua siswa dibikin pusing tujuh keliling mencarikan sekolah anaknya yang tidak diterima di sekolah yang menjadi pilihannya. Pantauan Sorot dilapangan, tidak sedikit orang tua siswa mengeluh atas sistim yang digunakan oleh Dinas Pendidikan dalam penerimaan siswa baru tahun ini, padahal sistim kalai ini mendapat penilaian lebih baik dari sebagian orang, sementara sebagian lainnya menganggap sistim ini memusingkan.Hanafi, 45 salah seorang orang tua siswa sempat mengeluh atas gagalnya anak semata wayangnya masuk kesekolah faforit yang diinginkan sang anak, namun demikian sang anak masih diterima disekolah alternatif pilihanya. Selain itu yang membuat kepalanya pusing, anaknya ternyata tidak mau sekolah ditempat dimana dia diterima sesuai alternatif pilihannya, alasannya, selain jauh dari rumah, juga malu sama teman-temannya. Untuk itu dia mencoba dengan berbagai cara untuk melakukan lobi-lobi, termasuk menggunakan pengaruhnya sebagai pengusaha sukses dikota ini.
Hal sama juga dialami Pak Andre, 37. Bapak tiga anak ini juga pusing setelah anaknya tidak diterima di SMP favorit pilihannya, tapi masih diterima di SMP lain yang greetnya cukup bagus. Kepada Sorot, pria perlente itu mengatakan, kalau sistim saat ini jauh berbeda dengan sistim tahun lalu, saat ini tidak hanya namanya saja yang dicantumkan, namun nilai UAS dan TPAnya juga dicantumkan, sehingga menjadi sulit untuk bermain. Dia juga mencoba melakukan lobi-lobi dengan pihak-pihak terkait agar anaknya bisa diterima disekolah pilihan pertamanya. Namun setelah mendapat masukan dari relasi dan beberapa guru ahirnya dia bisa menerima, dan lebih memilih menyekolahkan anaknya disekolah yang menjadi pilihan kedua anaknya tersebut “ Ya gimana mas, orang sistimnya gak sama dengan tahun lalau, jadi gak bisa titip-titipan “ ujarnya. Namun, dia sepakat agar sistim ini tetap dijalankan untuk tahun-tahun mendatang, agar sekolah benar-benar mendapt input sesuai dengan setandart yang dimilikinya.
Kepala Dinas Pendidikan Achmad Sudiono keika dikonfirmaasi tentang persoalan PSB mengatakan, bahwa ini semua berawal dari keinginan masyarakat yang ingin sekolah tidak dijadikan ajang bisnis, atau permainan, makanya Dinas Pendidikan mengikuti keinginan masyarakat, kalau kemudian dengan sisim ini ternyata banyak orang tua yang pusing karena anaknya tidak diterima disekolah pilihannya, itu sudah jadi konsekuensinya, dan pihaknya akan tetap mengikuti apa yang diinginkan masyarakat, dan yang paling penting Instnasi yang dipimpinnya tahun ini bebas dari dampratan atau titip-titipan dari orang tua yang ingin anaknya mauk sekolah favorit. Jadi, siapa yang memenuhi syarat itu yang masuk (Ar)




Baca Selengkapnya...

HUTAN SLATENG KEMBALI DIJARAH PERUM PERHUTANI CUEK AJA

Benar kata orang, bahwa tak ada pencuri yang bisa msauk ke wilayah hutan, kecuali kalau pencuri itu ber- kong kalikong dengan oknum orang dalam. Seperti yang tejadi dihutan Slateng, tepatnya di petak 108 yang masuk katagori Hutan Lindung. Sedikitnya ada 1 Ha lahan sudah habis dijarah oleh masyarakat yang diduga dibekingi oleh oknum-oknjum mandor perhutani. Persoalan pembalakan liar yang menjadi atensi Kapolri itupun , pernah disampaiaikan ke Sat Intel Polres Jember beberapa bulan lalu, namun sampai berita ini diturunkan, baik Polres maupun Perhutani belum mengambil langkah berarti. Hal itu membuat pelaku yang nota bene oknum perhutani merasa terlindungi dan bebas melakukan pembalakan hutan yang diharapkan menjadi cadangan oksigen dunia.Tim Sorot yang berada dilkoasi pembalakan sempat melakukan wawancara dengan beberapa oknum mayaralkat setempat yang ikut serta dalam pembalakan liar tersebut. Mereka , sebut saja P.Wsl, dan P. Sn Mrs, dengan tanpa beban menceritakan ihwal dirinya berani melakukan tindakan seperti itu. Padahal, pembalakan itu jelas-jelas dilalarang. Menurut informasi dilapangan, mereka melakukan hal itu karena sebelumnya telah dimintai uang oleh Was, oknum mandor yang selama ini dikenal sangat jelek reputasinya. Namun, tampaknya Was, tidak hanya sendirian, hal itu dapat terlihat dari amannya pembalakan tersebut hingga mencapai luas berhektar-hektar. sebab dengan posisinya yang hanya seorang mandor, tidak bakalan mampu meredam beberapa pekerja yang posisinya banyak lebih tinggi , yang akhirnya lahan seluas itu kini mulai habis.
Selanjutnya beberapa orang warga yang terlibat dalam dugaan pembalakan itu menjelaskan, kalau dalam pertemuan berikutnya, Pak Mandor was, sering menggunakan rumah P.Wsl, masyarakat setempat. Dari pantauan Tim dilapangan, memang banyak lahan yang rusak akibat keserakahan oknum manusia. Mereka tak mau bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, melainkan berpola ;pikir instan, yakni bagai mana mempeoleh uang dengan cdepat tanpa harus bekerja . maka, dijarahlah hutan yang memang sudah semakin parah kondisinya.
Petugas Saling Lempar.
Diketemukannya data tentang rusaknya lahan Hutan Lindung oleh beberapa oknum petgas , tampaknya membuat Tim Investigasi keheranan, terlebih, ketika Koordinator Tim mencoba untuk menemui Administratur Perhutani Ir.Taufiq justru mendapat perlakuan yang tidak semestinya. Tim , yang terdiri dari beberapa pimpinan Media Mingguan, kala itu ingin menemui Administratur Perhutani, dari jawaban SMS , Tim dipersilahkan untuk menemui Wakl Adm Wilayah Utara , nkarena Pak Admnya berhalangan. Namun apa yang terjadi, ketika Tim menuju Perhutani, ternyata Wakil Admnya pergi, dan ketika Tim menanyakan keberadaan Adm kepada petugas, dikatakan bahwa Pak Adm sedang menemui tamu dari Harian lokal. Kepada Humas Perhutani, Tim meminta Humas untuk menyampaikan kedatangan Tim kepada Adm. Namun setelah menunggu sekitar 2 jam, baru ada jawaban, kalau Pak Adm tidak bersedia menemui, dan Tim tetap disuruh menemui Waka Adm yang saat itu pergi entah kemana.
Dapat Ancaman.
Sebenarnya kedatangan Tim ke Perhutani selain untuk melakukan konfirmasi dengan administraturnya, juga sekaligus ingin menyampaikan isi ancaman dari oknum mandor kepada wartawan yang bertugas dilapangan. Dalam isinya, Oknum petugas berinisial Mj, itu mengancam akan memodarkan (bunuh –red ) jika wartawan tersebut tetap menurunkan berita. Namun, begitulah Perhutani sejak kepemimpinan Ir Taufiq, selain tidak memiliki komitmen atas keselamatan Lingkungan, juga dianggap paling tidak tegas dalam menindak karyawannya yang nakal, terbukti, walau telah berkali-kali melakukan kesalahan yang sama, si oknum mandor tetap diberi kewenangan menjaga Hutan. Tak , ayal kalau setiap tahun kondisi hutan bukan semakin bagus, malah kini semakin mengenaskan.
Bakal Lapor Ke Instansi Lebih Tinggi.
Mentoknya laporan baik masyarakat umum, maupun Tim wartawan dari berbagai medeia, mebuat seluruh pimpinan media sepakat untuk melaporkan Administratur perhutani, kepada isntitusi yang lebih Tingi, seperti Kepala Unit II Perhutani, atau kepada Menteri Kehutanan sekalian. (Tim)




Baca Selengkapnya...

KASUS SERTIFIKASI GURU DI KALISAT BAK API ALAM SEKAM

Polemik persoalan sertifikasi tampaknya semakin berkepanjangan, berbagai persolan muncul terkait pelaksanaan sertifikasi bagi para kaum Oemar Bakri tersebut. Serti yang kini terjadi di kecamatan Kalisat, persoalan dugaan tidak fairnya seleksi peserta seertifikasi bakal menjadi api dalam sekam, jika tidak segera diselesaikanIhwal terjadinya dugaan ketidak fairan seleki peserta sertifikasi bagi guru di Kecamatan Kalisat berawal ketika , munculnya tambahan kuota yang ada bagi para guru. Awalnya, tim seleksi sesuai dengan Surat kepala Dinas Pendidikan Nomor :800/872/436.316/2009 , tentang Daftar nominai Usulan Calon Peserta sertifikasi Guru Kuota 2009. Berdasarkan surat tersebut, Tim seleksi yang terdiri dari UPTD, PGRI, dan KKS berhasil menyusun nominasi calon peserta yang dinilai berdasarkan ketentuan yang telah diatur telah berhasil menyusun 83 nominator. Kesemuanya itu telah dinilai sesuai dengan aturan. Dari data itu, kemudian mendapat jawaban dari Dinas Pendidikan yang ditanda tangani Kepala Dinas Pendidikan Drs H. Achmad Sudiono sebanyak 39 orang nominator, dan itu sesuai dengan urutan nominasi yang diajukan, Jika ada perubahan itu hanya pada perubahan nomor urut 5 dan 6. Untuk nomor urut 5 pada usulan UPTD Kalisat tercantum nama Surawi, NPUTK ( 5033728629200013 , dan untuk nomor 6 tercantum atas nama Sukardjo, NUPTK(4139728630200023.) Sementara daftar yang dikeluarkan sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Nomor : 800/1132/436.316/2009 untuk nomor urut 5 tercantum atas nama Sukardjo , dan nomor 6 Surawi.
Sampai pada putusan ini, pihak calon tidak Memunculkan persoalan, karena Semua sudah sesuai aturan, namun ketika muncul tambahan kuota sebanyak 14 orang lagi, yang pengambilannya tidak lagi berdasarkan usulan awal, maka muncullah persoalan-persoalan kecil yang lama-lama menjadi besar. Sebenarnya, kasus ini tidak akan berkepanjangan jika saja Kepala UPTD Kalisat H. Abdul Gani mampu mengatasi berbagai pertanyaan dari para nominator yang pada akhirnya justru terlewati kesempatannya berganti dengan nama-nama yanag selain masa kerjanya juga belum cukup, pangkat dan golongannya juga tidak sesuai dengan surat kepala Dinas Pendidikan. Bahkan, dalam sebuah pertemuan, Gani sempat menyampaikan kalau keputusan ini memang harus seperti itu, karena saat ini dibutuhkan keputusan yang sarat muatan politisnya, dan kepada mereka yang terlewati dan belum beruntung , agar tetap sabar, menunggu giliran.
Tampaknya, banyak nominator tidak sepaham dengan apa yang dikatakan oleh Kepala UPTD nya, Menurutnya yang disampaikan Gani, sangat tendensius, dan itu bukan saatnya disampaikan dalam pertemuan yang situasinya menghangat, pernyataan itu memantik kemarahan beberapa diantara mereka, hingga , akhirnya bocornya informasi itu kepada wartawan.,beruntung mereka tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan bagi dunia pendidikan.
Diduga Rekayasa.
Tampaknya kejadian yang diduga kuat banyak direkayasa itu sudah berlangsung slama, namun masih belum mendapat rekasi keras dari para giuru, namun ketika kejadian bernuansa politik dan uang itu kembali terjadi, ketika para nominator yang diusulkan benar-benar memiliki prestasi dan kinerja bagus, tapi harus dikalahkan dengan yuniornya yang masih diragukan integritasnya, maka sebagian diantara mereka segera marapatkan barisa. Bahkan, salah seoarng sumber menyebutkan, kalau dirinya akan terus berjuang dan berjuang sampai atasan di Jember mengetahui duduk persoalannya “ Saya akan terus brerjuang demi keadilan , “ katanya.
Sumber dikalangan guru=guru di Kalisat menyebutkan, bahwa mereka juga gak mengerti kenapa bisa muncul daftar susulan , yang lucunys masih ada mereka yang namanya bukan masuk nominator, bahkan pangkatnya masih jauh dari syarat yang ditetapkan, sesuai dengan surat Kepala Dinas, maupaun syarat yang trelah ditetapkan. Namun dengan jsutifikasi yang mereka buat, 13 orang yang susulan itu tetap diproses, padahal saat awal muncul persoalan, ada jaminan dari pihak terkait bahwa ke 13 orang itu tidak akan diproses lebih lanjut.
Gazuli, Ketua PGRI Kec Kalisat, saat dikonfirmasi persoalan ini mengatakan, sebagai salah satu panitia seleksi, dirinya mengusulkan sesuai dengan ketentuan, kemudian ada jawaban dari Jember diterima 39 orang sesuai urutan, dan keputusan itu ditanda tangani Kepala Dinas Pendidikan Jember, pada tanggal 27 April 2009. Namun, ketika muncul tambahan yang kemudian diambil tidak sesuai dengan nomor urut, dirinya tidak banyak tahu. Namun, sebagai panitia, dirinya tetap mencari tahu kenapa bisa terjadi seperti itu “ Saya sebagai tim sudah mengajukan sesuai dengan nominasi, kalau ada seperti itu, wach itu saya yang tidak tahu, tapi saya tetap akan cari tahu Dik” ujarnya.
Disisi lain, Kebaid Ketenagaan Dinas Pendidikan, Heny , ketika dikonfirmasi terkait kasus sertifikasi di kalisat yang memunculkan 13 orang tambahan dari kuota awal yang diputuskan Kepala Dinas sebanyak 39 orang menyangkal kalau dispendik mengeluarkn dua kali daftar orang-orang yang lolos sertifikai, dia bersikukuh kalau dinas pendidikan hanya eekali mengeluarkan keputusan. Selain itu, Heny juga minta kepada wartawan koran ini untuk memberikan data yang kongkret padanya, agar dirinya bisa mengambil langkah tegas. “ Gak bener mas, kami hanya mengeluarkan satu kali keputusan, tidak ada tambah-tambahan, dan parameter dari penilaian adalah seperti yang sudah ditetapkan dalam aturan., jadi kalau ada diluar itu tolong dibantu datanya ya “ ujarnya.(Ar)




Baca Selengkapnya...

6.07.2009

AYO BERSIHKAN LINGKUNGAN..........!!!!!!!!!

Gaung pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember mulai terasa. Di kota, hampir sebagian masyarakat sudah berharap-harap cemas menunggu detik-detik opelaksanaan BBJ, mereka dengan semangat 456 hanya ingin melihat bagai mana pagelaran Jember fashion Carnaval , bakal mereamaikan BBJ kali ketiga iniSumarni, 45. Pedagang Asongan di seputar Jalan raya ini , sangat senang dengan datangnya BBJ, selain dirinya bakal bersaing untuk menjual dagangannya dengan pedagang lainnya, dalam BBJ nanti dirinya juga ingin melihat secara langsung kemampuan anak-anak Jember dalam berkreasi, “ Seneng pak, saya selalu senang dengan event BBJ, selain untuk dagangan jadi laris, saya pengin lihat kreasi anak Jember dalam JFC tahun ini “ ujarnya.
Keceriaan dan kesenangan ibu dua anak itu tampaknya juga menjadi kebanggan seluruh jajaran Dinas Cipta Karya. Bagai mana tidak, dinas yang baru berusia seumur jagung itu ternyata mempunyai obsesi untuk menjadikan Jember menjadi kota bersih , nyaman dan enak dinikmati baik secara pribadi maupun keluarga. Untuk itu, Cipta Karya bakal menggelar event “ Lomba Kebersihan Lingkungan “, mulai dari Lingkungan sampai pertokoan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya Ir. Merwin Lusiani. Menurutnya, Latar belakang diadakannya Lomba Kebersihan Lingkungan itu adalah unhtuk mendukung kegiatan Bulan berkunjung Ke Jember. Paling tidak , lanjut Merwin, sebelum pelaksanaan BBJ berlangsung Kota Jember dan seluruh wilayahnya harus sudah bersih, indah dan ramai dengan berbagai hiasan. Itu semua bakal semakin menyem,arakkan kegiatan BBJ.
Selain itu, Lomba Kebersihan Lingkungan itu juga bertujuan menumbuhkan peran aktif, semangat dan budaya hidup bersih dan sehat secara berkualitas yang berwawasan Lingkungan pada setiap warga, juga menumbuhkan peran aktif masyarakat dalam berwawasan Lingkungan, sekaligus menciptakan suasana wilayah baik perkotaan, perkantoran bahkan wilayah perkampungan didesa-desa menjadi bersih dan indah. Namun yang paling penting lanjut mantan staf di bapeda jember itu adalah, bahwa Lomba kebersihan lingkungan tersebut mempunyai tujuan yang sangat mulia yakni, Menciptakan suasana bersih , indah nyaman diwilayah perkotaan dan pedesaan. Dan bagai karyawan pemkab sendiri , Lomba ini memiliki tujuan untuk mengajak semua karyawan agar selalu menjaga kebersihan linkungan dikantor mereka masing-masing, agar kondisi tersebut mampu merangsang kinerja menjadi lebih baik.
Merwin juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat jember baik karyawan maupun masyarakat biasa, bahwa Kegaiatan lomba Kebersihan lingkungan terebut , sudah harus tertanam didalam diri masing-masing masyarakat. Dan kegiatan tersebut akan dimulai pada Minggu ke III dan ke IV bulan Juni mendatang. (Adv)




Baca Selengkapnya...

DINILAI BERHASIL JATAH “PKH “JEMBER DITAMBAH

Perhatian dan nilai plus layak diberikan pada pemerintah kabupaten Jember dalam hal ini Dinas Sosial, hal itu dikarenakan, Dinas yang selalma ini dipercaya mengurui persoalan social di Jember mendapat nilai plus dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH). Penilaian tersebut diberikan langsung oleh Tim ahli PKH pusat R.Soemardiko,SIP,MSi. Menurutnya, keberhasilan Jember mempeoleh apresiasi ari pmerintah pusat, terbukti Jember memperoleh tambahan jatah dari yang semula hanya 11 Kecamatan kini ditambah lagi 4 Kecamatan menjadi 15 Kecamatan
Dia juga mengatakan, apa yang dilakukan Jember itu tidak terlepas dari peran semua pihak mulai dari Pemerintah, Dinas Sosial, Pendamping bahkan penerima itu sendiri. Sebab , lanjut Kokok , pemerintah tidak bakalan menambah jatah sebuag daerah jika pelaksanaan didaerah tersebut tidak baik, jadi dengan adanya penambahan jatah, bisa jadi Jember masuk penilaian berhasil.
Hal sama juga disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Drs.H. Hannan, Jember mendapat penambahan jatah karena dianggap berhasil dalam menjalankan program PKH. Sehingga pusat memberi reward, mudah-mudahan kedepan, ada tambahan lagi sehingga bisa menambah jatah yang sudah ada “ bener lho mas, kita dapat tambahan jatah lagi 4 Kecamatan, mudah-mudahan tahun ini kita berhasil melaksanakan dengan lebih baik “ ujarnya.
Untuk diketahui, jumlah RTSM penerima PKH se Indonesia 260.000 RTSM dan 458.257 nya ada di Jawa timur. Selain itu pelaksanaan PKH itu berdampak sangat bagus yakni mengurangi pengeluaran RTSM, dalam jangka panjang PKH bakal memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan status pendidikan dasar (*)



Baca Selengkapnya...

BBJ JANGAN KABURKAN SEJARAH

Pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember mulai digelar, Lounchingnya baru dihelat Minggu, 31 Mei lalu, di alun-alun Jember. Hari itu, ribuan msyarakat tumplek blek memadati lapangan kebanggan warga Jember. Tidak itu, saja, berbgai komunitaspun ikut bermunculan meramaiakn kegiatan pembukaan BBJ, ada kounits sepeda ontel, ada komunitas pejalan kaki, ada juga komunitas lansia yang setiap harinya yang tergbung dalam komunitas senam tera Indonesia. Sebagai warga Jember , saya ikut bangga melihat antusias pejabat, karyawan dan sebagian masyarakat Jember bersuka ria menyambut BBJ yang konon , kehdirannya diharapkan mampu mengentas dan mengangkat nama Jember kedunia Internaional. Namun, disisi lain, saya juga agak sedikit kecewa, ketika BBJ ternyata diperingati lebih menonjol ketimbang HUT Kemerdekaan RI yang tiap tahunnya digelar. Bahkan, kini semakin terlihat, nuansa BBJ lebih mendominasi dari HUT kemerdekan yang memiliki nilai Historis dan patriotisme tersebut.Dalam sebuah diskusi , kolega saya yang juga salah satu pejabat , menyayangkan kaburnya nilai Nasioalisme yang selama ini tercermin lewat kegiatan HUT Kemerdekaan, dan berganti suasana Pesta pora penuh glamor. Diapun sepakat dengan kekuatiran yang saa alami, bahkan kawan saya itu lebih jauh menganggap bahwa substansi kegiatan BBJ yang memiliki tiga pilar seperti Historis, Ekonomi kerakyatan, dan Prestasi, ternyata lebih dominan dari pada Peringatan HUT Kemerdekaan itu sendiri. Coba saja kita rasakan bersama, sejak awal , publikasi BBJ yang dlakukan ole Pemerintah Kabupaten Jember, sama sekali tidak menyinggung aspek Historis , yakni sejarah Kemerdekaan Republik ini, disetiap sudut kota saya hanya melihat munculnya gambar Pak Djalal , Bupati Jember, dan Pak kusen Andalas wakil Buati Jember , tanpa ada sedikitpun yang menampilkan gambar para pahlawan perjuangan kemerdekaan RI.
Saya pernah sampaikan masukan ini kepada beliau-beliau , saat pelaksanaan BBJ tahun ke dua. Saat itu, di eks Gedung BHS , Pak Djalal dan ibu melakukan pemantauan persiapan BBJ , seigat saya sempat menyentil panitia yang hanya bisa menampilkan gambar-gambar pak Djalal dan bu Djalal, disepanjang jalan, mulai Kecamatan Sumber baru, pintu gerbang masuk kota Jember, sampai Gumitir, daerah perbatasan dengan kota Gandrung Banyuwangi. Saat itu, panitia juga tidak mencoba berkreasi lebih luas, dengan menampilkan tokoh Pahlawan Moch Seruji dengan daerah Perjuangannya, atau berbagai potensi yang dimiliki Jember, sehingga terkesan, panitia yang didominasi para Birokrat itu, hanya bisa mengambil dan menampilkan gambar Bos-bosnya saja, dengan harapan agar mendapat perhatian dari mereka-mereka. Padahal, sejatinya, sang Bos sendiri ( Pak jalal dan ibu, atau pak Kusen dan Ibu ) bisa jadi risih ketika gambarnya terpampang dimana-mana, apa lagi jika pengambilan gambarnya tidak didasari dengan nilai estetika yang mumpuni, hingga terlihat “ Payah “, Dan lebih payah lagi ketika semua itu dilakukan dalam upaya pengkultusan , yang bermuara agar “Babe Senang “ tanpa berpikir lebih rasional, bahwa BBJ itu menjual potensi Jember, bukan menjual gambar bapak kita yang kita cintai dan hormati.
Kini, ketika saya mencoba mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dilakukan Panitia BBJ, saya mengalami situasi yang dilematis. Pertama, sebagai mitra Pemerintah Kabupaten selama ini, saya dikenal sering berbeda dengan orang-orang yang hanya ingin jual muka, kadang saya begitu frontal dalam menyampaikan pemikiran saya, hingga mitra saya menjadi tersingung, tapi itulah saya , orang yang menyukai kejujuran, menyukai keterbukaan, dan menyukai orang- orang yang bekerja dengan hati nurani, tidak pamrih karena ingin dianggap ini, igindianggap itu, atau yang lebih parah lagi, jika sudah ingin dilihat agar mendapat perhatian atasan, walau harus mengorbankan, dan menohok kawan seiring.
Tujuh tahun lalu, seorang anak Jember mencoba merangkai idenya, dengan menggelar sebuah kegiatan yang diberi nama Jember Fashion Carnafal (JFC). Diawal pelaksanaannya, apa yang telah mereka rangkai dan perbuat dicemooh oleh hampir semua elemen masyarakat, tak terkecuali minimnya perhatian pemerintah kabupaten Jember saat itu. Namun setahun kemudian, gebrakan JFC yang menampilkan terobosan dunia mode, mencuri perhatian dunia. Aksi Dinanz Fariz dan JFC nya mulai dilirik oleh pakar-pakar mode dunia. Bahkan, dunia mode menyebut Pagelaran JFC yang menampilkan rancangan mode berbagai etnis tersebut, mampu membuka mata dunia mode yang berpusat di paris. Terlebih, ketika JFC kemudian di undang keberbagai belahan dunia untuk menampilkan berbagai kreasi cantik anak Negeri.

Kini, setelah JFC berjalan selama 7 tahun, pandangan mereka mulai berubah, khususnya masyarakat Jember yang dulu pernah apriori menanggapi kehadirannya. Terlebih, ketika Bupati Jember Ir.MZA Djalal, menelorkan ide BBJ sebagai pelengkap kegiatan tahunan di Jember, praktis, antara BBJ dan JFC menjadi sebuah kesatuan yang sulit dipisahkan. Bahkan, hampir sebagaian besar masyarakat ingin anak-anaknya, menjadi bagian dari JFC dan BBJ itu sendiri, mengingat bebeapa peserta JFC mampu menapakkan kakinya, kebelahan dunia luar, yang dulu mimpipun mereka belum pernah.

Tahun ini, BBJ kembali digelar, pesiapannyapun sudah sejak awal tahun, itu dibuktikan dengan semakin intensifnya pertemuan-pertemuan yang membahas persiapan BBJ oleh panitia dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, dan SKPD yang ada. Tujuannya tidak ada lain, yakni bagai mana Pemerintah kabupaten yang dulu dikenal dengan emas hijaunya itu, kini kembali mampu mengangkat namanya dari keterpurukan. Jember yang sempat dikenal di dunia luar karena kenikmatan tembakaunya, kini bakal kembali besinar dengan ke mampuan anak-anak Jember dalam menjual ide dan ikon mode dunia. Ya,..Jember mulai dilirik dunia dengan keberhasilan Dinan Fariz menggelar Jember Fashion Carnaval. Dan, pemeintah kini berkeinginan untuk menjadikannya sebagai produk unggulan dalam menjual Jember ke Manca negara, tanpa harus mengaburkan nilai historis dan patriotisme masyarakat. Semoga, niatan baik Pak Djalal, tidak diterjemahkan secara sempit oleh mereka yang berkempentingan. (*)




Baca Selengkapnya...

Ayo Ke Jember…,

Pelaksanaan Bulan Berkunjung ke Jember sudah diambang pintu, sepekan lagi, event yang kini punya tema “Ayo ke Jember” bakal dihelat. Suasanapun mulai menghangat, tak ayal, Humas Pemkab Jember yang didapuk sebagai pihak paling punya tanggung jawab atas suksesnya acara tersebut, harus mengeluarkan segenap tenaga dan pikiran untuk menjadikan BBJ suskses seperti yang dikehendaki.Perlu kita ketahui bersama, walau sudah tiga kali BBJ digelar, namun masyarakat Jember, khususnya masyarakat yang ada di pelosok wilayah, banyak yang belum mengetahui apa lagi memahami apa BBJ itu sebenarnya, Yang mereka tahu tentang BBJ hanya sepotong-sepotong,.bahkan ada yang mengatakan kalau mereka sama sekali tidak mengetahui apa itu BBJ. padahal, tidak sedikit biaya yang sudah dikeluarkan untuk mensukseskan BBJ tersebut.

Sejak BBJ digelar pertama kali, terbersit keinginan dibenak Pak Djalal, yang kebetulan sebagai penggagas event tersebut untuk menjadikan Jember bak gadis remaja. Agar menarik perhatian , sigadis ( Jember ) perlu didandani agar lebih terlihat cantik , dan perlu diberi asesoris agar lebih menarik. Konsep awal tentang digelarnya BBJ itu semata-mata untuk menjual berbagai potensi yang dimiliki Jember. Mulai dari potensi budaya, sumber daya alam, bahkan potensi wisata. Walau untuk mewujudkan yang terakhir, perlu banyak hal harus dilakukan, jika Jember ingin menjadikan wisatanya mampu bersaing dengan wisata dari daerah tetangga seperti banyuwangi, apa lagi Bali. Namun, bukan tidak mungkin berbagai potensi itu dapat dijual agar menarik para investor untuk mengembangkan usahanya di Jember.

Ada tiga hal yang menjadi alasan kenapa BBJ digelar, pertama alasan historis, dimana pesta rakyat yang digelar seiring peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, selama ini hanya dirayakan seperti itu-itu saja, agar lebih mendunia maka dikemas dalam sebuah event yang lebih menarik. Kemudian alasan prestasi, dimana Jember memiliki SDM yang mampu bersaing dengan SDM dari Daerah lain, dan yang terakhir alasan potensi, baik alamnya dengan masih banyaknya hutan yang menjadi cadangan oksigen umat manusia didunia, bahkan di Jember masih ada beberapa satwa langka seperti Harimau Jawa , Banteng dan satwa lainnya. Dari ketiga alasan inilah, pemerintaah mencoba untuk menjadikan ketiganya sebagai komoditi yang bisa dinikmati orang lain, termasuk masyarakat Manca Negara,

Agoes Slameto, Kabag Humas Pemkab Jember, menganggap BBJ merupakan sebuah event dunia, bagai mana tidak, dalam rangkaian kegiatan tersebut, ada sebuah event yang kini digandrungi masyarakat dunia. Ya, Jember Fashion Carnaval, sebuah event kelas dunia produk” Dinan Fariz “ putra terbaik Jember. Event tersebut mampu membuka mata dunia, khususnya dunia mode, yang selama ini berkiblat ke Paris. Kini dengan JFC seluruh mata dunia bakal terfokus ke Jember.

BBJ kini tidak lagi hanya milik wong Jember, milik wong jawa timur, tapi kini BBJ sudah menjadi milik dunia. Untuk itu, kini warga Jember bakal punya gawe, punya hajat besar mendatangkan tamu-tamu dari manca Negara. Untuk itu, Pemerintah melalui Panitia BBJ berupaya semaksimal mungkin agar BBJ benar-benar menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Targetnya, kedepan diharapkan banyak investor yang menanamkan modalnya di Jember.
Dalam sebuah kesempatan, Jember yang diwakili Kabag Humas Pemkab Drs Agoes Slameto, diundang oleh Menkom Info untuk bercerita banyak tentang Jember. Disinilah, Agoes memanfaatkan moment tersebut untuk menginformasikan BBJ keseluruh undangan yang hadir. Dari sini, baru terasa kalau Jember juga jadi pembicaraan mereka, terbukti tak sedikit hadirin yang pengin mengetahui lebih jauh tentang Jember dan BBJ yang mendunia.
BBJ Milik Orang Kota
Minggu lalu, ketika ada sebuah media local menurunkan sebuah berita yang mengusik ketenangan para pelaku kegiatan bersekala internasional tersebut, Jember menjadi heboh. Bagai mana tidak, event yang diperkirakan menyerap anggaran sangat besar dan telah menyita perhatian pikiran dan tenaga birokrat ternyata gaungnya malah belum dikenal oleh masyarakat jember sendiri. BBJ ternyata masih dikenal orang-orang kota, BBJ belum jadi milik masyarakat pinggiran Untuk itulah , tak seberapa lama, Panitia kemudian menggelar rapat dengan berbagai elemen, khususnya para birokrat wilayah. Berita yang dirilis kawan-kawan media mingguan ternyata benar adanya. Bahkan, ketika beberapa kawan mencoba untuk berdialog dengan salah dua warga Desa Cumedak Kecamatan Sumberjambe dan Kecamatan ledokombo, ternyata mereka belum tahu kalau jember bakal punya gawe besar. Yang mereka tahu, mereka kini masih sangat sulit untuk mendapat penghasilan yang layak, bahkan penghasilan mereka baru bisa untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, belum bisa digunakan menunjang keperluan anak dalam mencari ilmu, terlebih untuk saving.
Saya pun kaget mendengar kabar tersebut, dan saya masih bersyukur, karena kabar itu dirilis, ketika Pak Djalal, sang penggagas BBJ itu lagi menunaikan ibadah Umroh, coba saja jika ada. Dan yang lebih beruntung lagi, entah bagai mana caranya, yang jelas berita itu kini tidak lagi muncul.
Minimnya Anggaran Publikasi.
Tampaknya sumber persoalan, yang membuat masih minimnya pemahaman maqsyarakat Jember akan BBJ sedikit banyak disebabkan oleh beberapa hal, yang salah satu diantaranya adalah , minimnya anggaran publikasi internal. Dikatakan Internal disini, bahwa event BBJ dapat dibagi menjadi tiga bagian, pertama masa pra kegiatan, masa ini dimulai sejak bulan januari hingga menjelang pelaksanaan. Pada fase ini seharusnya Panitia melakukan lobi-lobi khusus dengan berbagai pimpinan media local untuk melakukan kerja sama pemberitaan. Hal itu dilakukan mengingat, media local memiliki pasar di seluruh pelosok desa yang ada di Jember. Yang tujuan akhirnya, masyarakat pembaca bisa mengetahui informasi terkait dengan BBJ itu sendiri.
Kedua masa pelaksanaan, pada fase ini, panitia sudah harus melakukan kerja sama dengan media-media yang memiliki jaringan Nasional atau Internaasional, baik cetak maupun elektronika. Kenapa demikian, saat pelaksanaan inilah, berbagai event yang sepektakuler digelar. Dengan adanya kerja sama dengan media yang berjaringan Nasional dan Internasional, maka semua kegiatan bakal dibaca dan ditonton masyarakat internasional.
Ketiga masa selesai kegiatan. Pada fase inilah, pemerintah bisa mengumpulkan semua stake holder untuk melakukan evaluasi atas pelaksanan BBJ , dan bisa juadi membuat rumusan tentang pelaksanaan BBJ ditahun mendatang. Selain itu, fase ini juga bisa dimanfaatkan untuk lebih saling mengenal dengan semua elemen yang mendukung suksesnya kegiatan BBJ. (Gangsar)



Baca Selengkapnya...

5.13.2009

CIPTA KARYA GELAR SOSIALISASI PNPM DAN PPIP

Satu demi satu program mulai dilaksanakan oleh EDinas Cipta karya. Kali ini, Unit kerja yang dipimpin oleh Ir. Merwin Lusiani tersebuyt menggelar sosialisasi PNPM dan PPIP di Aula PB Sudirman , pemkab jember, kamis 14/5. Acara dihadiri oleh Kepala desa penerima program, pendamping, camat dan beberspa Kepala SKPD. Bahkan, Wakil Bupati jember Kusen Andalas ikut menghadiri acara sosialisasi tersebut.Dalam sambutannya, Kepala Dinas PU Cipta karya jember Ir. Merwin Lusiani melaporkan, Kegaiatan yang didanai oleh APBN tersebut . Dasar pelaksanaannya menurtut Merwin, adalah Surat menteri Koordinator Bidang Kesra No.B 2066/KMK/D VII/ 2008 tentabfg daftar lokasi dan alokasi BLM PNPM TA 2009. Juga keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 284/KPTS/M/2009, tentang penetapan Desa Sasaran Program Pembangunan infra struktur perdesan tahun 2009.

Selain itu juga disampaikan maksud dan tujuan penyelenggaraan sosialisasi , yang betujuan untuk memberikan penanaman dan informasi kepada para pelaksanan yang terlibat dalam kegiatan PNPM – mandiri perkotaan dan PPIP tahun 2009, di kabupaten Jember. Khususnya dalam penyelenggaraan program mulai tahap persiapan, perencanaan , pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta pemanfaatan dan pemeliharaannya. Kegiatan tersebut juga bertujuan agar pedoman umum dan pedoman pelaksanaan PNPM mandiri perkotaan dan PPIP tahun 2009 dapat dipahami, disosialisasikan dan dilaksanakan sebaik-baiknya oleh semua pihak. Dengan target peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian dan kemudahan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan infrastruktur.

Selanjutnya, latar belakang kemiskinan yang kompleks membutuhkan penanganan serius daris emua pihak secara bersama dan terkoordinir. Sebab selama ini penaggulangan kemiskinan penangguolangannya masih terkesan parsial dan tidak berkelanjutan. Hingga efektifitas penanggulangannya masih belum optimal. Untuk itul;ah, Dirjen Cipta karya Departemen Pekerjaan Umum RI telah melaksanakan program pembangunan infrastruktur permukiman , yaitu PNPM –mandiri Perkotaan dan program pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP).(*)




Baca Selengkapnya...

5.10.2009

GAIRAH GADIS SEPUPU

Aku baru saja menerima telepon dari tante Nia, yang curhat padaku, karena Ika, 21 anak gadis semata wayangnya mulai berulah. menurut tante, Ika kini mulai nggak betah dirumah, gayanya sudah muali sok dewasa, terlebih ketika ketahuan pulang malam, Ika tak lagi ketakutan dimarahi ortunya. Kringgggg, kriiiingggg , aku bergegas menuju ruang tengah dimana telepon berada. " Halloo..., met siang ". " Hai, Gun, ini Tante, lagi ngapain dirumah sich. Kesini dong, tente lagi sedih nich. Itu lho adikmu si Ika mulai berulah lagi " cerocos tante. " Iyaaa..., tar lagi aku ke rumah tante nich, tapi terus terang aku belunm sarapan, mama lagi ke Surabaya, biasa ngekor papa " kataku. " Ok, cepet gih, nich tante udah siapin makanan kesukaanmu " ujar tente.

Siang itu, aku setengah jengkel meluncur kerumah tante, tak seberapa lama, aku udah masuk ke rumah tante. Rumah mewah yang sunyi. Omku yang pengusaha kaya, ternyata hanya dititip[i anak satu sama sang khaliq, nggak sama dengan papaku, walau hanya sebagai PNS, tapi papaku dipercaya untuk mengasuh 4 orang anak yang kini sudah mulai gede. " "Ada apa sich te, kok kelihatannya kesel buabnget " tanyaku. " He, kamu ini kok enak-enak saja, punya adik satu yang lagi puber malah tenang-tenangt saja, tante nich sampai gak bisa tidur mikir adikmu si ika yang mulai gila " ujar teante.
" Emangnya, ngapain dengan si ika, kan wajar dia udah gede, apa lagi mulai dilirik cowok-cowok gwnateng " cerocosku. " He, kamu ini gimana sich, mau nggak ngebantuin tante ". " Iya..iya, trus aku harus ngapain " ujarku.
Gini Gun, aku pengin Ika nggak l;agi keluyuran, kalaupun dia mulai pacaran, tante maunya di rumah, dan tante pengin tahu siapa cowok yang mampu membuat adikmu jadi gila. " Ok tante, aku mo nginap sini, entar aku mau ngobrol ama si Ika, gimanha te" tanyaku. " Nach gitu baru kepo nakan tente yang cakep, Ok biar tante yangt beri tahu mamamu ".

Sore itu, tidaks eperti biasa kotaku diguyur hujan lebat, tak terasa aku yang tadinya mau leyeh-leyeh, ternyata ketiduran dikamar Ika. tak seberapa lama, si cerewet tampaknya datang, itu kudengar suara mobilnya masuk garasi, dan Bik Inah yang sibuk ngawalnya. Aku yang tahu dia mau masuk kamarnya, justru pura-pura tidur pulas, bener aja dugaanku dia kaget kalau ada orang yang masuk kamarnya, apa lagi tidur. " Hai..., mas Gun, tumben kesini, lagi santai ya " celotehnya, setelah tahu aku yang tidur. " Ohhh, adinda ku tersayangt, gimana kabar, wach makin cuantik aja nich " selorohku sambil kukecup kedua pipinya. " masak sich, tapi kata mama, aku agak kurusan, bener nggak mas " sungutnya " iya , tapi proporsional kok, terlebih dengan potongan rambutmu yang begitu bagus semakin membuat kamu cuantik tiada taranya. Seperti biasa, ika yang sejak kecil selalu lengekt denganku, menabrakku dan memberiku kecupan sayangnya.

Mas Gun, nanti kita ngobrol yach, aku mau curhat nich, tapi ngobrolnya dikamarku aja ya, takut kedengeran mama " katanya. " Ok Non, tapi ada syaratnya, kamu harus bikinin mas Gun Nasi Goreng , gimana " kataku. " Ok, gak masalah, tapi awas kalau entar bohong ya, aku bakalan nggak mau nemuin mas Gun lagi " ancamnya.

Ternyata sekenarioku berjalan sesuai harapan, Ika, si gadis puber anak semata wayang tanteku mulai curhat mengenai sikap mamanya yang selalu ngatur, padahal dirinya usdah besar, dan kini sudah mulai belajar pacaran. " mas Gun, aku pengin curhat Nich, tapi janagn diketawain ya " ujarnya. " lha enggak lah yauw masak adiknya sendiri diketawain " sahutku.

Mas, aku terus terang jengkel ama mama,masak segede ini aku diperlakukan seperti anak kecil, terus kalau temen-temenku tahu, apa kata dunia " katanya. " trus mau Ika mas harus gimana ", " Gini mas, beri tahu mama, ajak diskusi tentang bagai mana hadapi anaknya yang udah gede, kan mas Gun lah orang yang selalu membuat mama takluk, bener lho mas bantu ika yach " sahutnya merengek. Ika , tak sadar, dia yang kini udah gede, sudah gak pantas bermanja-manja sama aku, walau aku kaka sepupunya yang tahu dia saat brojol dsri tante, namun kini tubuh ika sudah banyak berubah, dadanya yang dulu ketika nangis dan minta kugendong masih rata, kini mulai tumbuh daging lunak yang mampu membuat laki-laki ngiler. Seperti saat ini, dia tak sadar, tubuhnya begitu lengket dengantubuhku, harum tubuhnya yang semerbak, membuat libidoku naik, tak mikir kalau yang lagi memeluk itu adalah adiknya.

"Ik, aku udah bilang tuch ama mamamu, dia janji mau mengerti akan Ika, tapi ada satu syarat yang harus kamu patuhi, yakni, Ika harus tau diri,bisa jaga diri dan sebagainya . " Wach bener mas, mama bisa ngerti aku ,asyikiikkk..." katanya sambil mendekapku, bibirnya yang merekiah mencium kedua pipiku, dan pelukannya semakin lengket. Aku yang tak mampu menahan libidoku mencoba tuk menggeser tubuhku, agar dia tak membuatku gerah. tapi, tampaknya ika nggakmau melepaskanku, malahan kini bulan hanya tangannya yang melingkar, kakinya juga dinaiikkan ke pingganggku . Makasih ya mas Gun, " katanya. " Iyaaaa..., tapi mas Gun gak bisanafas nich " ujarku. Ika baru menyadari apa yang dilakukannya padaku. " Ika..., Ika ,seandainya kau bukan adikku, pasti dech...

Baca Selengkapnya...

BBJ JADI BAHASAN 10 PIMPINAN MEDIA


BBJ ternyata tidak saja menjadi masalah bagi beberapa orang, namun sedikitnya 10 Pimpinan redaksi dan beberapa Kepala biro media Regional dan lokalpun ikut ngambek.Gara-garanya, mereka diduga dianggap sebelah mata oleh panitia pelaksana BBJ. Kesepuluh pimpinan Media tersebut, Gangsar Widodo, Pimred Tabloid Sorot, Salim Umar, Pimpred Koran Derap Pembangunan, dan Aep ganda permana, Pimred tabloid jember times dan bebeapa pimpinasn media lainnya yang selama ini selalu bermitra dengan Pemkab jember, Ketidak puasan beberapa pimpinan media lokal dan regional tersebut dipicu oleh sikap Pemkab dalam hal ini panitia yang sejak dilaksanakannya BBJ , hanya menempatkan media lokal sebagai pihak pelengkap
penderita. keberadaan mereka yang selama ini membantu sosialissasi program kegiatan Pemkab termasuk sosialisasi BBJ.dan selalu berada digarda terdepan, namun ironisnya mereka hanya dihargai sangat jauh dari layak, hingga membuat mereka ngambek dan bersiap memboikot kegiatan Pemkab termasuk BBJ.

H.Sofyan, pimpinan tabloid Prestasi kepada wartawan mengatakan, dirinya heran dengan apa yang diputuskan pemkab dalam hal ini panitia BBJ, mereka mau mengeluarkan anggaran ratusan juta rupiah hanya untuk biaya pemasangan iklan dimedia-media Nasional dan internaional , tetapi dampak yang ditimbulkan tidak signifikan, sementara di media lokal dan regional mereka hanya memberi nilai sangat tidak layak, besarnya bekisar antara Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- saja, padahal dampak yang ditimbulkan akibat sosialisasi mereka sangat nyata.

Untuk itu dirinya bersama seluuruh Pimpinan redaksi media lokal sepakat untuk meminta Sekab jember drs. Djoewito, sebagai ketua Pelaksana BBJ menggelar audiensi. Tujuannya untuk menyamakan persepsi dan mengetahui kondisi sebenarnya yang dialami media lokal. padahal, mereka setiap kegiatan Pemkab selalu jadi garda terdepan.

Hal sama juga disampaikan oleh Sumaji, menurutnya tahun lalu dirinya hanya dapat jatah 500 ribu rupiah untuk iklan yang dipasang sebesar 1 halaman, sementara di media lain dirinya medengar ada yang 90 juta, 50 juta dan ada yang 10 juta. Dirinya hanya mohon kebijaksanaan pemerintah kabupaten untuk memberikan porsi kepada media lokal secara proporsional. (*)


Baca Selengkapnya...

APA KATA RAKYAT TENTANG BBJ

Bulan Berkunjung ke Jermber atau yanag dikenal dengan BBJ ternyata barui dikenal oleh masyarakat seputar kota saja, sementara masyarakat dipinggiran, khususnya masyarakat yang ada di seputar L:ngkar hutan sama sekali belum memahami dan mengetahui apa sebenarnya BBJ itu sendiri. Untuk mengetahui sejauh mana masyarakat,lingkar hutan mengetahui dan memahami BBJ, berikut laporannya. Lia, 17. Warga Dusun Plampang, Desa Cumedak kecamatan Sumberjambe ternyata sama sekali tidak mengetahui kalau Jember bakal punya gawe besar beberapa bulan mendatang. Selain itu, ibu satu anak tersebut juga tidak merasa ada woro-woro terkait dengan pelaksanaan BBJ. Menurutnya, dirinya walau selama ini tidak sering ke kota, namun paling tidak suaminya yang seorang pekerja bangunan bakal mengetahui kalau bakal ada BBJ. Tapi, menurutnya wajar, karena BBJ itu bukan gawenya rakyat kecil seperti diorinya, melainkan kerja dari orang-orang tertentu.

Hal sama juga disampaikan oleh Pak Yun, warga Ajung Mangli, desa yang sama. Pria beranak satu yang keseharuiannya sebagai p0edagang itu justru lebih heran kalau Jember punya BBUJ, yang dia tahu selama ini hanya kerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tak pernah terpenuhi. Dia juga belum pernah mendengar ada orangt-orang kecamatan memberikan informasi. Untuk itu, jangan disa;ahkan kalau sampai saat ini, di BBJ yang ketiga kalinya, masyarakat belum mengetahui kalau Jember punya gawe besar.

Sementara itu, Winar, ibu dua anak sempat mendengar kalau di jember ada kegiatan BBJ, sebab selain suaminya yang bekerja dibidang jasa informasi, dia juga sering membaca media lokal yang menulis besar-besaran masalah BBJ, kalau gak salah waktu itu yang dibacanya adalah kegiatan jember Fashion carnaval yang merupakan rangkaian kegiatan BBJ.

Ditempat terpisah, Ganda Permana, salah seorang pengusaha Jember ketika disinggung masalah masih banyaknya warga, khususnya warga pinggiran yang belum mengetahui adanya BBJ membenarkan, bahkan pria dengan anak tiga tersebut membenarkan karena media yang ada ternyata belum sampai kesana, hanya ada media lokal yang bisa mencapai kesana " Bener lho mas, utamanya meeka yang dipinggiran, maklum koran kan belum masuk kesana, tapi saya pernah lihat ada media lokal yang beredar disini " ujarnya.


Baca Selengkapnya...

5.07.2009

Belajar Dibawah Gedung Rapuh

Tampaknya apa yang dibicarakan orang kalau masih banyak gedung-gedung sekolah yang kondisinya memprihatinkan, itu bener adanya. Bahkan, keseriusan pemerintah untuk segera meng upgrade sangat ditunggu-tunggu. Sebab jika tidak, jangan salahkan kalau gedung tua yang di setiap sisinya mulai rapuh tersebut ambruk, jika muncul korban, pasti bakal muncul komentar yang beraneka ragamBaik yang bernada membela diri dengan merasionalkan yang seharusnya tidak rasional, sampai tudingan buruknya management .Tapi semua itu tak bakalan menyelesaikan persoalan, jika tidak diikuti rasa kesadaran dan rasa tanggung jawab pengambil keputusan terkait layak tidaknya sebuah gedung memperoleh anggaran rehab.
Pagi itu, seperti biasa Sorot melakukan perjalanan dari desa kedesa. Selain untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan di era Pemerintahan Bupati MZA Djalal, juga ingin mengetahui ada tidaknya sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan. Kali ini, yang jadi sasaran wilayah Kecamatan Pakusari. Disana Sorot sempat berdialog dengan beberapa masyarakat sekitar sekolah, tentang adanya sekolah yang beberapa saat lalu sempat ambruk atapnya. Setelah melalui perjalanan berliku, tibalah disebuah sekolah yang kondisinya mirip barak penampungan. Setelah berbasa-basi , Tim ditemui oleh perempuan setengah baya. Ya Ny Purwati, Spd. Ibu empat orang anak ini sudah empat tahun menjabat sebagai Kepala Sekolah di sana. Dengan penuh semangat perempuan yang punya semangat tinggi itu menjelaskan kondisi gedung sekolah yang dipimpinnya itu.
Sangat Memprihatinkan.
Awal menjabat empat ( 4 ) tahun lalu, kondisi gedung disini sangat memprihatinkan, jumlah siswanya kalau nggak salah sekitar 136 an siswa, ditambah beberapa barang inventaris yang sudah tak layak dipakai. Pasca penerimaan siswa baru, dirinya memberanikan diri untuk membeli sekitar 20 pasang mebelair, anggarannya menggunakan dana BOS, “Maklum disini tidak mengambil pungutan sama sekali dari siswa “ ujarnya. Yang menggembirakan, tahun itu juga siswanya naik menjadi 153 siswa. Tahun kedua dirinya juga membeli 20 set mebelair, dan alhamdulillah siswanya juga naik menjadi 168. Kini siswanya sudah mencapai 190 siswa.
Selain itu, perempuan yang pernah mengabdi selama 25 tahun sebagai guru di Kertosari itu, nekad membangun pagar sekolah, sebab jika tidak, siswanya tidak bisa melakukan upacara, karena kendaraan selalu lewat seenaknya. Makanya, setelah melalui perdebatan panjang dan dukungan semua pihak, maka terwujudlah pagar itu. Masih kata Purwati, dirinya sangat berharap kepada pemeintah dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk dapat memberikan bantuan rehab pada sekolahnya, dirinya sangat kawatir dengan keselamatan siswanya. “ saya sangat berharap lho mas ada rehab, terus terang sejak dibangun sekitar tahun 80 an, sekolah ini belum pernah mendapat rehab sama sekali “ katanya.
Modal Ngirit.
Berbicara mutu pendidikan, Purwati nampaknya tidak ingin kalah dengan sekolah lain , utamanya dikota. Walau kata banyak orang, dirinya banyak berharap menjadikan prestasi siswanya maju, namun dengan tekad dan menyiapkan SDM gurunya dengan baik, ditunjang input dari siswa juga lumayan, dirinya yakin kalau prestasi itu bakal diperolehnya. Namun ketika disinggung dengan sarana dan prasarana pendukung dalam mewujudkan mutu pendidikan disekolahnya, perempuan berwajah lembut itu menyatakan, kalau dirinya harus Ngirit, dan punya keyakinan kalau apa yang diinginkannya bakal terwujud.
Dia juga meyakini dengan 5 ( lima ) dasar yang harus dilakukan , perjuangannya bakal berhasil. Ke lima dasar itu antara lain, Disiplin diri, Tertib, Punya semangat, Inovatif, Mampu menghadapi tantangan seberat apapun. “ Saya yakin pak, jika semua elemen yang ada disini menjalankan lima prinsip itu dengan istiqomah, saya yakin perjuangan kami pasti berhasil “ ujarnya meyakinkan. (*)




Baca Selengkapnya...

HUT LINMAS KE 47

Entah karena memang tidak memiliki anggaran, karena dana APBD dimasing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah belum turun, atau memang karena kondisi perekonomian yang sangat prihatin, hingga berimbas pada peringatan HUT LINMAS Ke 47 , pun digelar begitu sederhana. Acara yang dilaksanakan kamis,30/4 lalu di aula Kantor Bakesbang Linmas, hanya diisi dengan acara tasyakuran, pengajian dan nyanyi bersama seluruh anggota LinmasHadir dalam acara itu dari Kodim 0824 diwakili oleh Pasi Ter Kapten Sudjono, dari Pollres Jember Kabag Bina Mitra Kompol Mujahid, dari Satpol PP Pemkab Jembr Roby. Selain itu, seluruh anggota Linmas ikut diundang. Dalam kesempatan itu, Kepala Bakesbang Linmas Jember drs.H. Sudjak Hidayat mengatakan, bahwa kegiatan itu merupakan ungkapan rasa syukur Linmas , bahwa hari itu telah berusia 47 tahun. Usia yang cukup matang bagi manusia. Dan bagi Organisasi merupakan usia yang sangat strategis. Dia juga mengucapkan rasa terimakasihnya yang tak terhingga, kepada seluruh anggota Linmas yang telah begitu maksi mal dalam menjalankan tugasnya mengawal Pileg yang baru lalu. Dengan peran Linmas yang demikian, maka Pileg dapat berjalan dengan sukses alam situasi yang kondusif. Dan Dia juga berharap, agar peran Linmas kedepan dalam mengawal pesta demokrasi mendatang benar-benar maksimal. Sehingga Pilpres dapat berjalan sesuai dengan target yang diinginkan.
Selanjutnya Sudjak juga meminta, agar seluruh angota Linmas dapat berfungsi sebagai pelindung dan menyelamatkan masyarakat, selain mengawl suksesnya pemilu presiden dalam bulan juli mendatang. “Kedepan, Linmas mendapat tugas yang sangat berat, selain mengawal Pilpres, Linmas harus mampu menjaga dan melindungi masyarakat dari bencana, mampu menciptakan ketentraman dan ketertiban masyarakat” ujarnya.
Sudjak juga berharap agar Linmas kedepan lebih meningkatkan kemampuan , pengetahuan, kesiagaan, dan antisipasinya dalam menghadapai segala potensi dan indikasi timbulnya gangguan kamtibmas di masyarakat. Bahkan , dalam menghadapai Pilpres mendatang, yang kemungkinan terjadi kenaikan suhu politik, serta potensi ganguan ketertiban masyarakat , Untuk itu semua anggota Linmas tidak mudah termakan oleh provokasi yang mampu mengacaukan situasi kamtibmas (Sar)



Baca Selengkapnya...

5.06.2009

BEDAH RUMAH TNI,BUPATI LETAKKAN BATU PERTAMA

Walau sempat jadi polemik , mengenai boleh tidaknya TNI diberi pekerjaan sebagai pelaksana Bedah rumah, bahkan kasusnya masih jadi perhatian sebagian besar Lembaga Swadaya masyarakat, tapi kini justru TNI memperoleh keperayaan dari Gubernur Jawa Timur, yang diwujudkan dengan penanda tanganan MOU antara Gubenur jawa Timur Dr.H. Soekarwo,.dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI SuwarnoDi Jember bedah rumah TNI sejumlah 1000 unit , pembukaannya dilakukan oleh Bupati Jember Ir.MZA Djalal, di lapangan Bintoro, kamis,8/5. Dalam sambutannya, Bupati Djalal menyampaikan rasa syukurnya atas berkah yang diterima oleh rakyat Jember. Dan saat ini, rakyat yang memiliki rumah tidak layak huni, bakal dilakukan pembedahan, dan itu semua dilakukan oleh TNI. Kepada masyarakat sekitar, Bupati berharap agar meeka juga ikut cawe-cawe bukan justru jadi penonton. Pak Tentara itu jauh-jauh berusaha untuk membantu msayarakat Jember, untuk itu bantu juga Pak tentara “ ujarnya.
Selain itu, Bupati juga sempat melakukan pemasangan batu pertama dalam pembenahan rumah janda tua yang bernama Mbok Tania, 67. Disana Bupati sempat berdialog dengan si janda tua tersebut kemudian memasang batu mereah sebanyak 3 buah, kemudian diikuti oleh Dandim Jember letkol Arm Totok Suhartono.(*)



Baca Selengkapnya...

5.01.2009

HARDIKNAS , JEMBER BERTABUR PRESTASI

Peringatan Hari Pwendidikan nasional yang digelar, sabtu 2/5 tampaknya jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. hal ini terlihat dari banyaknya prestasi yang berhsil diraih putra-putri terbaik jember. beberapa siswa yang berasal dari sekolah-sekolah favorit, seperti SMA Negeri 1 , SMPN 3 Jember , SD Jember Lor 3 dan SD Alfurqon, mereka menjadi biontang yang kian menyinari Jember di sektor pendidikan. Menteri pendidikan Nasional Prof Bambang Sudibyo, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati j


Baca Selengkapnya...

tika,dan sepasang janur kuning

Tika, .....
Ketika Kutangkap wajahmu, yang tersisa hanya bau resah parfummu.
Dan Ketika kutangkap lekat mata elang itu
Ada sebuah harapan yang asa.Tika.....
daun yang dulu kemuning, kini mulai bangkit dan kutangkap janur-janur itu muali menguning
Tika...,
masihkah ada gemertak jantung kitamenyatu. Masihkah ada desiran darah kita menyatu.
Tika..., kini kakiku mulai melangkah
meniti jalan menuju humah yang kau siapkan.
kaki -kaki keras ini, enggan menyapa kerikil-kerikil tajam.
Yang membuat jalinan cinta kita mulai meradang.
Sementara...jari-jari tanganmu, masih terasa begitu nikmat didadaku. (Yang Mencintaimu )


Baca Selengkapnya...

4.30.2009

PERINGATAN HARDIKNAS TAMPIL BEDA

Ada hal yang manarik dalam peringatan hari pendidikan nasional kali ini. Selsain bakal tetap meriah , karena ditampilkannya putra-putri Jember berprestasi, kali ini peringatan haridiknas diikuti oleh pameran-pameran yang bakal menarik masyarakat Jember.Kepala Dinas pendidikan jember Drs.H.Achmad Sudiono kepada wartawan Soline mengatakan, peringatan hardiknas tahun ini sengaja ditampilkan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, bakal ada pameran yang nantinya bakal menyedot perhatian masyarakat Jember. Untuk itu, dirinya berharap agar semua pihak ikut menikmati sajian dari masyarakat pendidikan.

Selain itu, mantan kepala Sekolah luar Biasa di jember ini, berharap agar prestasi pendidikan di Jember semakin mantab ditahun mendatang. tak sedikit prestasi yang telah diraih masyarakat pendidikan jember. Termasuk prestasi yang telah diraih anak-anak didik kita.

Ditempat berbeda, Sutrisno salah seorang wali murid , dalam peringatan hardiknas tahun ini mengatakan, kalau dirinya cukup bangga dengan perjalanan Dunia pendidikan di jember, termasuk perhatian pemerintah kabupaten yang telah banyak memberi kemudahan bagi msayarakat kurang mampu. tahun lalu, lanjut Sutris, Pak bupati telah membebaskan biaya pendidikan bagi anak kader p[osyandu dan anak pasukan kuning. Dari sini saja, sudah berapa ribu pelajar yang telah diselamatkan dan dibantu pemerintah. belum kebijakan pemerintah yang membebaskan biaya pendidikan bagi pelajar SD dan SMP, walaupun dikota kebijakan pendidikan gratis itu belum bisa diterapkan secara utuh.

Hal sama juga disqmpaikan Ny Tika Aryadi. Dia menyebutkan dunia pendidikan mengalam jaman keemasan, terlebih di jember banyak kebijakan yang sangat memihak pada rakyat kecil, sehingga target Wajar Dikdas 9 tahun bisa dicapai (*)


Baca Selengkapnya...

4.29.2009

MERASA DI DLOLIMI, WARTAWAN MINGGUAN NGLURUK HUMAS


Tampaknya suhu politik pasca Pileg masih memanas. Terlebih, ketika banyak prediksi para petualang Politik tidak sesuai dengan harapan mereka. Dampaknya,merambah pada kondisi kerja di Lingkup Pemkab jember. Pantauan Sorot di Pemkab Jember, hubungan kerja antara Humas Pemkab dengan wartawan tampaknya cukup memanas, terlebih ketika ada salah seorang oknum staf Hunmas yang berlaku nyeleneh dengan melakukan diskriminasi terhadap beberapa pentolan wartawan mingguan yang nota bene selama ini menjadi mitra Pemkab jember.

Ketidak puasan beberapa pentolan wartawab mingguan itu dipicu setelah, Js, oknum staf Humas dianggap terlalu banyak campur tangan pada persoalan liputan, padahal Js sendiri bukan orang yang membidangi liputan. Selain itu, banyak wartawan mingguan yang kecewa dengan sikaop Js yang dianggap pilih kasih. Sumber di lingkup Humas sendiri kepada Sorot mengatakan, bukan kepada mitra wartawan saja js melakukan hal seperti itu, kepada Staf yang lainpun Js juga berlaku sama. yang paling membuat banyak orang jengkel adalah ketika js berupaya untuk menguasai setiap pekerjaan yang ada, padahal sudah ada bidang masing-masing.

Dalam uneg-unegnya, beberapa Pimpinan Redaksi dan kepala biro dari berbagai media kepada kabag humas menyampaikan beberapa persoalan yang selama ini selalu menjadi duri bagi kelangsungan hubungan kinerja diantara mereka. Kemudian meeka juga meminta kepada Agoes untuk segera melakukan tindakan penyelamatan agar , hubungan Humas dengan Pers tidak semakin memburuk, dan yang terakhir mereka juga menanyakan dana pembinaan yang selama ini menghilang, sementara pemuatan berita dari Humas selalu dilakukan oleh media-media lokal, yang kalau dilihat intensitasnya cukup padat.

Menaggapi keluhan mitranya tersebut, kabag Humas pemkab jember, Drs Agoes Slameto merqasa berterima kasih atas info yang telah disampaikan mitranya. Sebab kata Agioes, kalau info itu tidak segera diketahui, maka dirinya akan mengambil keputusan yang salah, untuk itu, kedepan dirinya akan segera mengambil langkah pengamanan agar hubungan dengan mitra semakin lebih baik. "Terimakasih atas segala informasinya, kami akan segera mengambil langkah pengamanan, termasuk nantinya akan memberikan info tentang kaplingan untuk BBJ " ujarnya. (*)


Baca Selengkapnya...

4.13.2009

MEMAHAMI KONSTALASI POLITIK PASCA PEMILU




Perhelatan politik nasional telah usai, pilihan legislative peiode tahun 2009- 2014 baru saja usai, walau perhitungan suaranya belum juga selesai. Dari data yang tercatat di situs resmi, diketahui Partai Demokrat di Jember mampu mengungguli Partai-partai besar yang selama ini malang melintang di Jember. Taruh saja Partai Golkar, PKB, dan PDIP yang dipemilu 2004 lalu menjadi partai dengan wakil paling banyak di gedung dewan, namun kini, situasi itu berubah drastis.

Partai Demokrat yang kelahirannya dibidani Presiden RI Sby, tampaknya mulai membuka mata semua pihak, dihampir semua Dapil di Jember pesona Sby mampu mengungguli Partainya kaum nahdliyin yang selalu umek setiap menjelang pemilu, hal itupulalah yang menjadikan partai kaum nahdliyin tersebut hancur lebur tak tentu arah, walaupun tidak semua kader mereka bisa dipecah belah oleh oknum-oknum yang menginginkan dirinya menjadi star di panggung politik.

Fenomena kemenangan Partai Demokrat , menjadi sangat menarik, ketika ada pihak-pihak yang mengkaitkan dengan sikap penguasa jember selama ini. Sudah bukan rahasia umum, penguasa jember memiliki sejarah yang cukup panjang. Naiknya Djalal jadi penguasa Jember, dulu didukung gabungan dua partai besar yakni, PKB dan PDI Perjuangan. Kini, pasca pencoblosan dan perhitungan suara Paraatai Demokrat menjadi unggul bakal membuat Pak Djalal sedikit pusing. Bagaia mana tidak, PKNU yang diharapkan bakal menjadi penyokong utamanya di Pilkada mendatang harus puas dengan hasil yang menyakitkan. PKNU yang pengurusnya banyak berasal dari pengurus PKB di pemilu 2004 lalu ternyata tidak mendapat dukungan seperti yang diharapkan. 15 kursi yang ditargetkan , trnyata hanya amampu diraih hanya sekitar 4- 5 kursi, itupun jika anantinya terdapat sisa suara yang diberikan padanya. jika tidak, mereka haru puas dngan posisi seperti apa adanya.


Dajal sebagai penguasa yang bakal mencalonkan kembali di Pilkada mendatang bisa jadi panik, melonjaknya suara Partai Demokrat seakan menyadarkan dirinya , untuk tidak menutup peluang bagi semua parpol menjalin akses dengannya. Fakta membuktikan, Partai Demokrat yang kini diprdiksi mendominiasi kursi di dewan bisa jadi menjadi pesaing kuatnya. Bisa saja, partai Demokrat mengusung lawan Djalal ditahun lalu yakni Baging Sutrisnadi, atau bisa jadi Saptono Yusuf, Ketua DPC Partai Demokrat yang maju sebagai representasi kader terbaik partai. Nah, disinilah, kejelian tim pendamping Djalal untuk mengkalkulasi . Jika tidak, jangan harap dapat kendaraan.



Baca Selengkapnya...

MENJELANG UAS, SISWA MULAI PANIK

Seminggu menjelang pelaksanaan ujian akhir sekolah, hampir sebagian besar siswa SD ,SMP,SMA panik. Pasalnya, dari beberapa sekolah yag bakal siswanya mengikuti ujian akhir sekolah, masih banyak siswa yang belum menguasai materi ajar yang disampaikan. Hal itu disampaikan oleh Silah, 13 salah seorang siswa kelas III di SMP wilayah. menurutnya, persiapan materi yang diterimanya masih jauh dari harapan. Terlebih jika dilihat dari persiapan sekolah-sekolah di kota, dirinya merasa ajauh dari harapan. naun demikian, dirinya tetap optimis untuk berhasil mencapai nilai yang ditargetkan orang tuanya.
Dia juag mnjelaskan minimnya sarana dan prasarana disekoalaj-sekolah wilayah, mulai dari buku sampai pada sarana penunjang, sementara pemeintah memberikan Ujian yang soal dan materinya sama antara sekolah di kota-kota besar dengan yang dipelosok, hasilnya sudah pasti dapat diterka " Begini pak, kai hanya belajar dengan sarana dan prasarana seperti ini, ditambah lagi kualitas belajar mengejar ayang sangat meprihatinkan, aagak level dech kalau dibandingkan dengan skolah dikota " ujarnya.

Hal sama juga disampaikan Yunita, siswa kelas IX di Perkotaan, dirinya yang disekolah afavoritpun belum bisa jamin kalau bakal mendapat anilai yang bagus, padahal sarana dan prasarana disekolahnya sudah bisa diandalka, aditunjang lagi pengayan materi yang diberikan oleh guru-guru disekolah, masih ditambah mengikuti lest di Lembaga bimbingan belajara, amakanya ketika diminta masukan mengenai kesiapan dirinya dan kawan-kawannya mengikuti Ujian akhir sekolah, dirinya memastikan sudaha siap, namun untuk mencapai hasil maksimal dirinya belum bisa menjamin " Wach kalau dari persiapan Pak, diosekolah kamji sudah tidak usah diragukan lagi, namun untuk mencapai hasil maksimal , kami belum bisa menjamin " ujarnya.

Ditempat berbeda, Kabid SD Dinas pendidikan jember Jumari, ketika dikonfirmasi seputar persioapan ujain akhir sekolah mengatakan


Baca Selengkapnya...

  © Klik Duniaku Ch3ru_Pastyle 2009

Back to TOP